ISI

Pj Bupati Apriyadi Ikuti Apel Kesiapsiagaan Personil dan Peralatan Penanggulangan Karhutla


22-June-2022, 11:41


Palembang, SO – Musim kemarau yang mulai melanda wilayah Sumatera membuat Kabupaten Muba lebih meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah).

Terlebih, Provinsi Sumsel sebentar lagi akan menjadi tuan rumah event bergengsi FORNAS IV yang merupakan event bergengsi besutan Gubernur Sumsel Herman Deru, tentu deteksi dini potensi karhutlah di Muba khususnya harus dimaksimalkan.

Betapa tidak, Kabupaten Muba sebagian wilayahnya didominasi lahan gambut yang tentunya sangat rentan terbakar saat musim kering. Oleh sebab itu, Pj Bupati Muba Drs Apriyadi MSi memaksimalkan deteksi potensi karhutlah.

“Kita tidak ingin setelah ada bencana baru bergerak, tentu potensi dan deteksi dini harus masif dilakukan,” ungkap Pj Bupati Muba, Apriyadi saat mengikuti Apel Kesiapsiagaan Personil dan Peralatan Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan Dan Lahan Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2022 di Griya Agung, Rabu (22/6/2022).

Tidak hanya itu, upaya lainnya lanjut Apriyadi, Pemkab Muba melalui BPBD Muba sudah melakukan koordinasi ke BNPB dalam upaya-upaya pencegahan potensi karhutlah.

“Beberapa waktu lalu saya juga sudah berkoordinasi dengan Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Jarwansah dan Direktur Bidang Penanganan Darurat BNPB, Rustian Terkait upaya-upaya pencegahan dan penanganan karhutlah, termasuk rencana pembangunan Sodetan di kawasan Bayung Lencir Muba,” urainya.

Pada kesempatan tersebut Pj Bupati Muba turut didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Muba Pathi Riduan SE ATD MM.

Sementara itu, Gubernur Sumsel H Herman Deru dalam arahannya, mengatakan keberhasilan penurunan titik hotspot pada tahun 2021, merupakan prestasi terbaik yang telah dilaksanakan oleh tim pengendalian kebakaran hutan dan lahan, dibawah komando Komandan Satuan Tugas Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Komandan Korem 044 Garuda Dempo, dan dukungan dari semua instansi vertikal, termasuk TNI, POLRI dan OPD terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

“Semua keberhasilan itu juga berkat ridho dan pertolongan dari Allah SWT, karena kita diberikan cuaca berupa kemarau yang cukup basah, dengan hari tanpa hujannya yang cukup pendek, sehingga lahan tidak sampai betul-betul kering,” ujarnya.

Lanjut Herman Deru, sebagaimana yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Stasiun Klimatologi Kelas I Palembang, bahwa Prakiraan Musim Kemarau Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2022, berdasarkan Press Release Nasional untuk musim kemarau diperkirakan paling cepat terjadi pada pertengahan Juni 2022. Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada bulan Juli-September 2022, kemunculan hotspot telah terdeteksi meski musim kemarau belum terjadi.

Hal ini tentu berhubungan dengan penurunan kondisi atau adanya degradasi alam, seharusnya air hujan mampu bertahan lama di daerah gambut, sehingga lahan gambut tetap basah dan tidak mudah terbakar.

“Kita harus mencari solusi permanen agar lahan gambut tidak mudah terbakar, sesuai dengan habitatnya harus tetap basah dan berair. Dalam hal ini Badan Restorasi Gambut dan Tim Restorasi Gambut Daerah telah berupaya maksimal untuk melaksanakan itu semua, membangun sekat kanal, membuat sumur bor dan embung. Mudah-mudahan apa yang telah dilaksanakan membuahkan hasil yang maksimal, untuk mejadikan lahan gambut tetap basah dan berair, sehingga setiap musim kemarau kita tidak selalu sibuk berjuang memadamkan api,” harapnya.

Lebih lanjut Gubernur Sumsel menyampaikan berbagai upaya dan rencana pengendalian kebakaran hutan kebun dan lahan, harus dilaksanakan dan ditindaklanjuti, tidak hanya di tingkat Provinsi tetapi yang lebih penting lagi ditingkat Kabupaten, untuk itu peranan Kepala Daerah sangat penting, dan tentunya laporan para Bupati tentang kesiapan daerah, dalam mengendalikan kebakaran hutan, kebun dan lahan tidak hanya berhenti hanya pada paparan, tapi harus dilaksanakan, diawasi pelaksanaannya dan terus dilakukan evaluasi.

“Kita semua menyadari, bahwa betapa berharganya hutan bagi kehidupan dan penghidupan yang keberlanjutan. Dampak negatif kerusakan lingkungan, tidak hanya dirasakan oleh masyarakat lokal dan Indonesia saja, tetapi juga dirasakan oleh masyarakat global. Kebakaran hutan dan alih fungsi hutan, serta makin meningkatnya jumlah penduduk, telah merubah kondisi lingkungan dan menimbulkan berbagai tantangan, seperti perubahan iklim, emisi gas rumah kaca, kelangkaan biodiversitas dan sumberdaya air, pengangguran, kemiskinan dan konflik-konflik sosial,” imbuhnya.

Gubernur Sumsel juga menegaskan kembali beberapa hal yang harus menjadi perhatian bersama diantaranya, sinkronisasi satuan tugas Provinsi dengan Kabupaten, mengingat ada beberapa wilayah yang menjadi perhatian, karena kalau terjadi kebakaran, asapnya dapat mengarah menuju Kota Palembang. Kemudian membagi habis tugas pengendalian kebakaran hutan kebun dan lahan dengan melibatkan semua stake holder terkait yang ada baik di Provinsi maupun di Kabupaten. Memberikan sanksi tegas kepada pelaku yang membuka lahan dengan cara membakar atau pembakaran pasca panen, yang masih terjadi.

“Memperkuat sarana dan prasarana pemadaman serta personil terlatih pada regu pemadam kebakaran perusahaan perkebunan maupun Hutan Tanaman Industri, dan segera mengaktifasi posko-posko kebakaran yang ada di perusahan, masyarakat peduli api, kelompok tani peduli api atau lainnya,” tandasnya.(bram)

Bagikan ke :
Share on Facebook Share on Google+ Tweet about this on Twitter Email this to someone Share on LinkedIn Pin on Pinterest

BERITA TERKINI

INVESTIGASI

BERITA SEBELUMNYA

LAHAT - 11-October-2026, 15:29

Perkuat Keandalan Listrik dan Dorong Potensi Pelanggan Besar, PLN UID S2JB dan UP3 Lahat Bersinergi dengan Pemprov Sumsel

LAHAT - 11-October-2026, 11:50

Jangan Biarkan Pelangsir Kuasai BBM Subsidi, YLKI Lahat Raya Desak Polisi Sidak SPBU di Lahat

LAHAT - 11-October-2026, 11:49

Batalnya APBD-P Lahat Jadi Alarm Kepemimpinan, DPRD Didesak Tempuh Langkah Konstitusional

LAHAT - 11-October-2026, 11:48

Asap Karhutla Serang Bumi Seganti Setungguan, Humas Polres Lahat Himbau Masyarakat Gunakan Masker Untuk Lindungi Diri

MUARA ENIM - 10-October-2026, 23:04

Di Muara Lawai, Dua Penggali Sumur Tewas Diduga Gas Beracun

MUARA ENIM - 10-October-2026, 21:43

Ketua Golkar Muara Enim: Aksi Warga Stop Truk Batu Bara PT. MME Sudah Tepat

SUMBAR 10-October-2026, 20:58

Apkasi Peduli Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang Solok, Bursah Zarnubi Tegaskan Solidaritas Antarkabupaten

BANYU ASIN 10-October-2026, 19:35

Herman Deru dan Cik Ujang Tinjau Karhutla di Banyuasin, Uji Teknologi Pemadaman dari Brazil 

PALEMBANG - 10-October-2026, 19:35

𝐁𝐮𝐩𝐚𝐭𝐢 𝐄𝐦𝐩𝐚𝐭 𝐋𝐚𝐰𝐚𝐧𝐠 𝐇. 𝐉𝐨𝐧𝐜𝐢𝐤 𝐌𝐮𝐡𝐚𝐦𝐦𝐚𝐝𝐢 𝐇𝐚𝐝𝐢𝐫𝐢 𝐌𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐊𝐞𝐧𝐚𝐥 𝐏𝐚𝐦𝐢𝐭 𝐊𝐚𝐩𝐨𝐥𝐝𝐚 𝐒𝐮𝐦𝐬𝐞𝐥 𝐏𝐞𝐫𝐤𝐮𝐚𝐭 𝐒𝐢𝐧𝐞𝐫𝐠𝐢 𝐏𝐞𝐦𝐞𝐫𝐢𝐧𝐭𝐚𝐡 𝐝𝐚𝐧 𝐊𝐞𝐩𝐨𝐥𝐢𝐬𝐢𝐚𝐧 

MUBA - 10-October-2026, 13:29

Hadiri Majelis Dzikir di Sungai Lilin, Wabup Muba Kenang Keteladanan Ulama 

LAHAT - 9-October-2026, 21:59

Dari 514 Kabupaten/Kota se-Indonesia, Hanya Pemkab Lahat Tidak Menganggarkan ABT 2026 

BANYU ASIN 9-October-2026, 21:09

BANYUASIN UJI REALIZA ANTICHAMAS DILAHAN GAMBUT

LAHAT - 9-October-2026, 19:09

Sikapi Terkait Pemberitaan Tidak Ada Anggaran ABT, Ini Penjelasan Ketua PW GNPK-RI Sumsel 

LAHAT - 9-October-2026, 18:10

SMA Negeri 1 Kikim Barat Pacu Mutu Lewat Visitasi Akreditasi

MUARA ENIM - 9-October-2026, 16:48

Pelarian Tersangka Pembunuhan Anak Di Muara Enim Berakhir di Jawa Barat

MUARA ENIM - 9-October-2026, 03:06

Polisi Gagalkan Transaksi Ekstasi di Muara Enim, Dua Orang Diamankan

BANYU ASIN 8-October-2026, 21:08

BNK BNYUASIN DORONG PERAN KELUARGA DAN MASYARAKAT 

LAHAT - 8-October-2026, 21:07

Ajang Nasional 2026, Tiga Siswa SMAN 4 Lahat Panen Mendali 

PALEMBANG - 8-October-2026, 20:34

Wagub Cik Ujang Dorong Perguruan Tinggi Berkontribusi Nyata bagi Pembangunan Sumsel

LAHAT - 8-October-2026, 20:33

APBD Perubahan Batal, Tiga Kali DPRD Surati Pemkab Lahat Hingga Batas Waktu Proses Belum Tuntas

LAHAT - 8-October-2026, 17:44

Seorang Perempuan Diduga Pengedar Sabu di Kikim Tengah Diungkap Satresnarkoba Polres Lahat 

LAHAT - 8-October-2026, 17:43

Gubuk Reot Nenek Kamisah, Mulai Dibongkar Untuk Direhab Jadi RSLH 

MUBA - 8-October-2026, 16:35

Bupati Muba Cek Dampak Asap Karhutla, Fasilitas Kesehatan Disiagakan

LAHAT - 8-October-2026, 02:57

H. Adriansyah: Golkar Lahat di Tangan Tepat, Selamat Ibu Sri Marhaeni!

MUARA ENIM - 7-October-2026, 20:41

Polsek Rambang amankan Pria Bersama TV Hasil Curian

CATATAN SRIWIJAYA

  • Catatan Sriwijaya 26-November-2023, 22:50

    DETERMINASI POLITIK TERHADAP HUKUM

    Oleh Burmansyahtia Darma,S.H.

    Muara Enim - Pemilihan Calon Legislatif atau yang trend nya Calon Anggota D

  • Catatan Sriwijaya 18-April-2020, 07:17

    CORONA & RAMADHAN : Sehari Saja

    Oleh : oleh Burmansyahtia Darma,S.H

    Indonesia menjadi salah satu negara yang terjangkit penyebaran Virus Covid-

APA dan SIAPA

FACEBOOKERS SRIWIJAYA ONLINE