ISI
WILLY LP : MENDUKUNG OPSI MILITER DI PAPUA
13-December-2018, 16:11
Konflik di tanah Papua kembali memanas pasca tewasnya 19 pekerja PT. Istaka Karya (sumber lain menyebut 31 orang) yang sedang melakukan pembangunan jembatan di Kali Yigi – Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga pada Minggu (02/12/2018), diduga kuat peristiwa berdarah ini dilakukan oleh kelompok/gerombolan bersenjata di Papua.
Pasca insiden tersebut, beragam opsi, alternatif serta solusi penanggulangan muncul menyikapi aksi pembantaian yang sangat keji tersebut. Dalam beberapa release resmi stakeholder terkait, dapat dipastikan bahwa dalang pembantaian tersebut dilakukan oleh gerombolan bersenjata yang terafiliasi dengan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) pimpinan Egianus Kogoya.
SIAPA SEBENARNYA MEREKA ?
Jikalau dilihat dari rekam jejak digital beberapa sumber yang ada, secara personal (individual) kelompok bersenjata pimpinan Egianus Kogoya merupakan sempalan dari kelompok pimpinan Kelly Kwalik, yang merupakan pimpinan separatis senior dan komandan sayap militer organisasi papua merdeka (OPM) yang tewas dalam penyergapan pada tahun 2009 yang lalu. Sejak saat itu, Egianus Kogoya membentuk kelompoknya sendiri, di mana kelompoknya ini dikenal lebih militan (spartan) dan relatif berusia muda.
Dari catatan kriminal yang ada, dapat ditelusuri bahwa kelompok bersenjata pimpinan Egianus Kogoya telah melakukan beberapa aksi kriminal, yang diantaranya mendalangi penembakan pesawat Twin Otter PK-HVU milik maskapai Dimonim Air rute Timika-Kenyam pada tanggal 22 Juni 2018 dan penembakan pesawat Twin Otter milik Trigana Air yang mengangkut logistik pemilu pada tanggal 25 Juni 2018, dimana dalam kejadian ini pihak aparat keamanan mengalami luka tembak, kemudian melakukan penyanderaan dan pemerkosaan terhadap 15 orang guru dan tenaga kesehatan di distrik Mapenduma pada 3 – 17 Oktober 2018, selanjutnya juga mendalangi pembantaian pekerja dari PT. Istaka Karya beberapa waktu yang lalu, diikuti dengan penyerangan dan pembunuhan anggota TNI pada tanggal 3 Desember 2018, di mana kelompok ini melalukan pengejaran terhadap pekerja yang melarikan diri menuju ke Distrik Mbua. Kemudian, ketika para pekerja berlindung di Pos TNI 755/Yalet, lantas kelompok ini melakukan penyerangan yang membuat seorang anggota TNI dari Yonif 755 Kostrad tewas tertembak. Dan terakhir penembakan helikopter TNI pada 4 Desember 2018. (Kompas edisi 05/12/2018)
Secara komunal (non-individual) dapat dilihat bahwa sejatinya kelompok ini menamakan diri sebagai Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) yang merupakan bagian dari Organisasi Papua Merdeka (OPM). OPM adalah organisasi separatis yang didirikan pada tahun 1965 untuk mengakhiri pemerintahan provinsi Papua dan Papua Barat yang dahulu bernama Irian Barat di Indonesia. Pergerakan OPM terbentuk dalam 2 (dua) front, yakni front bersenjata dan front politik di dalam dan luar negeri. Gerakan separatis di Papua dan Papua Barat ini juga berkaitan erat dengan sejarah Penentuan Pendapat Rakyat yang disingkat PEPERA (act of free choice) sebagai kelanjutan dari Persetujuan New York tahun 1962 mengenai penyerahan kekuasaan pemerintahan atas Irian Barat oleh Belanda kepada Indonesia yang menunjukkan keinginan mutlak masyarakat Irian Barat untuk bergabung dengan NKRI.
ISU KRUSIAL : MEREKA ADALAH KELOMPOK PEMBERONTAK BUKAN KELOMPOK KRIMINAL !
Melihat bagaimana sepak terjang, mobilisasi serta serangkaian aksi yang dilakukan oleh kelompok ini, tentu tidaklah dapat dilihat sebagai bentuk kejahatan (kriminal) biasa. Mengapa demikian? Sebab, ada hal–hal lain yang sejatinya membuat kelompok ini bukanlah pure sebagai kriminal murni (ordinary crime). Dan oleh karenanya, penamaan yang disematkan kepada kelompok ini dengan istilah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) merupakan cara pandang keliru yang secara logis memiliki konsekuensi penanggulangan yang tidak tepat, salah sasaran serta tidak berjalan sebagaimana mestinya. Sebagaimana diketahui bahwa pelabelan kelompok ini sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) memiliki beberapa implikasi, baik implikasi politis, hukum, HAM, maupun nomenklatur anggaran.
Setidaknya terdapat beberapa catatan yang dapat dijadikan tolak ukur dan referensi dalam melihat kelompok/gerombolan bersenjata ini :
Pertama, bahwa secara nyata eksistensi kelompok ini menentang kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan secara terbuka menyatakan perang dan perlawanan terhadap TNI/Polri, serta institusi formal (negara) lainnya. Dalam beberapa rekam jejak kelompok ini, masyarakat sipil juga menjadi target dan korban dari serangkaian aksi separatisme yang dilakukan. Karena itu, sudah sepatutnya kelompok bersenjata ini dilabeli dengan sebutan (nomenklatur) kelompok pemberontak yang melakukan aksi Pemberontakan serta melakukan kegiatan separatis dengan tidak mengakui kedaulatan NKRI. Dapat diidentifikasi lebih lanjut, bahwa jikalau kelompok kriminal murni, tidaklah memiliki kepentingan politik lain yang terkait ikhwal kedaulatan dan integrasi suatu bangsa atau negara, dalam arti tetap berada di dalam otoritas negara (tidak menolak otoritas negara). Kelompok ini juga dapat dipandang sebagai potensi gangguan bersenjata dari dalam negeri yang mengancam kedaulatan negara.
Kedua, bahwa dikarenakan kelompok ini memiliki motif yang bukan pure kriminal, tetapi ada tujuan (misi) dan orientasi lain, di mana secara deklaratif (terbuka) kelompok ini ingin memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pada point ini jelas eksistensi kelompok ini sangat potensial mengancam disintegrasi bangsa dan keutuhan wilayah NKRI.
Ketiga, bahwa eksistensi kelompok bersenjata ini juga telah melakukan pergerakan dan perjuangan secara ideologis guna membawa Papua merdeka (memisahkan diri dari NKRI). Hal tersebut dapat dilihat dari bentuk pergerakan yang memang sudah lebih terorganisir, continue – berkelanjutan (lifetime), memperjuangkan satu tujuan (guna kemerdekaan papua), serta menimbulkan dampak teror dalam arti yang luas (massive), yang mana secara jelas menimbulkan dampak ancaman terhadap keselamatan bangsa.
Dari beberapa catatan yang ada, dengan melihat rekam jejak sejarah dari kelompok/gerombolan bersenjata yang melakukan aksi separatisme dan pemberontakan ini, maka sudah seharusnya Opsi Militer dilakukan oleh Pemerintah melalui alat pertahanan negara yaitu Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang mengambil alih (hadir) dan menjadi leading sectordari upaya aksi Pemberontakan tersebut, bukan sebaliknya.
Hal ini tentu telah sesuai dengan marwah dan tupoksi TNI berdasarkan konstitusi termasuk UU No. 34 tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia, yang secara eksplisit menyatakan bahwa TNI sebagai alat pertahanan negara bertugas untuk menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah dan melindungi keselamatan bangsa melalui tugas pokok TNI yang dapat dilakukan dengan opsi militer untuk perang ataupun opsi militer selain perang (Pasal 7 ayat 2 UU TNI), beberapa point diantaranya, yaitu mengatasi gerakan separatisme bersenjata dan mengatasi pemberontakan bersenjata.
Secara hakiki, pola penanggulangan yang saat ini dilakukan dengan menjadikan Polri sebagai leading sector ialah sebagai sebuah langkah taktis yang keliru, serta keluar dari marwah penerapan konstitusi negara diantaranya yaitu TAP MPR Nomor VI/MPR/2000 Tahun 2000 tentang Pemisahan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia, Undang-Undang Polri dan Undang-Undang TNI. Polri pada prinsipnya berdasarkan UU No. 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, hanyalah memiliki peran, fungsi dan wewenang dalam bidang pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (security and public order maintenance), penegakan hukum (law enforcement), serta perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.
Artinya, bukan dalam tupoksi Polri mengambil alih atau menjadi leading sector penanggulangan terhadap aksi separatis yang dilakukan oleh kelompok/gerombolan bersenjata di Papua yang telah jelas mengancam kedaulatan negara, keutuhan wilayah NKRI serta keselamatan bangsa. Point penting di sini tentu bukan berarti menyematkan persepsi miring/negatif terhadap institusi Polri ataupun mendeskreditkan Polri dalam hal kapasitas (kemampuan) anggota Polri, namun dalam hal ini ialah bagaimana mengembalikan tupoksi TNI yang sebenarnya berdasarkan UUD 1945 serta UU TNI.
Idealnya, Polri tetap dapat mengambil bagian dalam menjaga stabilitas ketertiban dan keamanan di wilayah (sentral) distrik Papua. Teknisnya, Polri lah dengan koordinasi dan supervisi dari TNI dapat mengambil alih fungsi guna menjaga kondusifitas masyarakat Papua, khususnya yang berada di wilayah perkotaan, dan TNI yang menjadi leading sector dalam hal penanggulangan Kelompok Pemberontak Bersenjata yang bergerilya. Secara taktis dan strategis pun, melihat bagaimana medan (area) yang ada di wilayah operasi penumpasan Pemberontakan serta separatisme sejatinya memang TNI lah yang memiliki keahlian dalam medan (area) perbukitan (gunung) dan hutan seperti yang ada di wilayah Papua.
MEMINIMALISIR ISU HAM & OPSI NON – MILITER
Pada point terakhir, publik khususnya rakyat Papua tentu tidak harus menaruh rasa ‘ketakutan’ yang berlebihan utamanya dari persepektif/sudut pandang HAM. Dapat dilihat bahwa andaikan opsi militer menjadi pilihan melalui serangkaian operasi militer yang dilakukan oleh TNI, pada prinsipnya persoalan HAM tetaplah menjadi pertimbangan utama. Lagi pula jikalau ditarik mundur ke belakang, senyatanya operasi militer di Papua sejak 1 Mei 1963 telah dilakukan sedikitnya 12 (dua belas) kali (Piet Yobe, 2017). Dan hampir kesemuanya berjalan secara tuntas dan optimal.
Perlu diingat bahwasannya, Persoalan HAM memang merupakan sesuatu hal yang cukup sensitif serta dapat memantik reaksi publik secara luas (khususnya masyarakat Internasional), yang mana pada akhirnya justru dapat berbalik arah (secara negatif bagi Indonesia). Karena bagaimanapun pandangan dan kacamata dunia Internasional sejatinya akan selalu menyoroti, bersuara serta menyuarakan persoalan HAM di tanah Papua. Meminimalisir isu HAM tentu dapat diantisipasi dengan transparansi serta dengan operasi militer yang tepat, cepat, terukur dan terencana. TNI tentu telah memiliki dasar strategi teknis dan taktis dalam melakukan serangkaian operasi militer.
Kemudian, perlu diingat pula bahwa opsi non – militer seperti hal – nya perundingan (negosiasi) yang merupakan pendekatan lunak (soft approach) tetaplah dibuka dan menjadi solusi alternatif (jalan tengah), setelah opsi militer menjadi pilihan pertama dalam merespon aksi pembantaian yang dilakukan oleh kelompok/gerombolan bersenjata tersebut.
Patut untuk diingat pula, bahwasanya secara umum sejak Indonesia merdeka hampir seluruh aksi pemberontakan/gerakan separatis yang terjadi selalu diusahakan untuk diselesaikan melalui upaya persuasif/diplomasi, meskipun tidak semuanya membuahkan hasil sesuai dengan apa yang diharapkan.
Oleh karena itu, untuk menjaga wibawa Pemerintah serta kedaulatan NKRI, dalam konteks mengatasi gerakan separatis dan pemberontakan di Papua, Opsi Militer menjadi suatu keharusan/prioritas yang utama. Opsi Militer pada hakikatnya perlu didorong mengingat urgensi saat ini yang memang perlu mendapat reaksi yang cepat dan tepat, sebab jumlah/kuantitas kelompok bersenjata yang tidak terlalu besar harus ditanggulangi secara maksimal, agar jangan sampai melakukan aksi yang berulang, dan meminta pengakuan akan eksistensi(nya) dari dunia Internasional.
Pada point ini tentu Kelompok Pemberontak atau gerakan separatis dalam bentuk kelompok bersenjata tersebut tidak boleh diberi ruang dan waktu sedikitpun untuk berkembang supaya tidak menjadi ancaman dan gangguan di masa mendatang. Pemulihan dan jaminan keamanan bagi masyarakat Papua juga harus secepat mungkin dilakukan, agar program pembangunan yang saat ini sedang berjalan dapat terus dilanjutkan. Semoga Opsi Militer yang tepat, cepat, terukur dan terencana dapat segera terealisasi demi menjaga Keutuhan dan Kedaulatan NKRI di tanah Papua. Semoga !
Oleh : Willy Lesmana Putra ***
*** Penulis ialah Pemerhati Militer
BERITA TERKINI
-
OKU - 23-October-2026, 23:50
Wabup OKU Hadiri Kegiatan Verifikasi Lapangan Evaluasi Penyelenggaraan PUG Tahun 2024-2025 Secara Daring
Baturaja, – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) menegaskan komitmen memperkuat pengar
-
PALEMBANG - 23-October-2026, 23:21
Sinergi Polda Sumsel dan BNN, Tiga Titik Rawan Narkoba di Lawang Kidul Ditertibkan
Ditresnarkoba Polda Sumsel Perkuat Pemberantasan Narkoba di Kawasan Boom Baru Palembang PALEMBANG �
-
MUARA ENIM - 23-October-2026, 21:48
Jumat Berkah, Polres Muara Enim Bagi Layanan Sehat Gratis di Masjid
MUARA ENIM – Kepedulian tidak cukup hanya diucapkan, harus diwujudkan dengan tindakan nyata. S
-
MUBA - 23-October-2026, 19:46
Wabup Muba Hadiri Haflah Khotmil Qur’an XII, Ajak Santri Jadi Generasi Qur’ani
MUBA, SO – Wakil Bupati Musi Banyuasin (Muba) Kyai Abdur Rohman Husen menghadiri Haflah Khotmil Qu
-
MUBA - 23-October-2026, 19:46
KARYAWAN DAN MANAJEMEN PT LONSUM TIRTA AGUNG ESTATE GELAR SHALAT ISTISQA UNTUK MOHON HUJAN
MUBA- Karena Kemarau panjang melanda kekeringan, karyawan bersama pimpinan perkebunan kelapa sawit P
-
BANYU ASIN 22-October-2026, 19:45
WAKIL BUPATI BANYUASIN BUKA SEMINAR JURNALISME CERDAS DI ERA AI
BANYUASIN ,SO– Wakil Bupati Banyuasin, Ir. Netta Indian, S.P., M.M., membuka Seminar Jurnalistik b
-
PALEMBANG - 22-October-2026, 16:36
Kapolda Sumsel Kunjungi Kejati, Perkuat Kolaborasi Penegakan Hukum di Sumatera Selatan
PALEMBANG — Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., memimpin kunjungan
-
LAHAT - 22-October-2026, 16:36
Proyek Cor Beton Usaha Perkebunan Rp.384 Juta Diduga Berubah Lokasi Masuk Kekebun Milik Pribadi Oknum
LAHAT—— Pembangunan jalan usaha tani yang seharusnya menunjang aktivitas perkebunan masy
-
PALEMBANG - 22-October-2026, 16:35
Janjikan Lulus CPNS Kemenkumham Lewat Jalur Belakang, Pelaku Diamankan Jatanras Polda Sumsel
PALEMBANG — Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Selatan melalui Unit 2
-
LAHAT - 22-October-2026, 16:34
SMAN 2 Lahat Terus Berinovasi Dorong Kedisiplinan Siswa Melalui Presensi Digital
LAHAT—– Menyikapi pesatnya perkembangan teknologi informasi, SMA Negeri 2 Lahat terus
-
JAKARTA - 22-October-2026, 11:34
Bawa Forum Investasi Internasional, Yaniman Lani Jadi Moderator Seminar di JIEXPO Kemayoran
JAKARTA – Yaniman Lani BS, MBA, Director of Business Development Krista Exhibitions, dipercaya men
-
MUARA ENIM - 22-October-2026, 09:07
Kapolsek Gunung Megang Ajak Masyarakat Perangi Narkoba
MUARA ENIM – Kapolsek Gunung Megang, Polres Muara Enim, IPTU Zulkarnain Afianata, S.T., M.Si., M.H
-
LAHAT - 21-October-2026, 21:18
Dinas Perkebunan Kabupaten Lahat Sosialisasikan Kopi Robusta Khas Daerah di SMAN 4 Lahat, Aroma Kuat Jadi Identitas Unggulan
LAHAT — Upaya memperkenalkan potensi unggulan perkebunan daerah kepada generasi muda terus dilakuk
-
LAHAT - 21-October-2026, 21:18
Kapolres Lahat Pimpin Sertijab Wakapolres, Kasat, dan Kapolsek, Tekankan Profesionalisme dalam Pelaksanaan Tugas
LAHAT—— Kapolres Lahat AKBP Novi Edyanto, S.I.K., M.I.K., memimpin upacara serah terima
-
LAHAT - 21-October-2026, 21:17
Geruduk Desa Karang Anyar, Satresnarkoba Polres Lahat Amankan NS Berikut BB Sabu 13 Paket
LAHAT—— Satuan Reserse Narkoba Polres Lahat kembali mengungkap kasus dugaan tindak pidan
-
MUARA ENIM - 21-October-2026, 15:11
Tim Pembina Samsat Muara Enim II Gelar Layanan Door to Door di Kecamatan Gelumbang untuk Dekatkan Pelayanan Pajak
Sriwijaya online.com, MUARA ENIM — Tim Pembina Samsat Muara Enim II menggelar kegiatan pelayanan p
-
LUBUK LINGGAU - 21-October-2026, 15:09
SAMSAT LUBUKLINGGAU MENYAPA TINGKATKAN KESADARAN PAJAK PENGENDARA MOTOR
Sriwijayaonline.com, Lubuklinggau – Tim Pembina Samsat Lubuklinggau meluncurkan program “Samsat
-
MUARA ENIM - 21-October-2026, 06:26
Sambut HUT Humas Polri ke-75, Polres Muara Enim Gelar Aksi Donor Darah
MUARA ENIM – Menyambut Hari Jadi Humas Polri ke-75 Tahun 2026, Seksi Humas Polres Muara Enim mengg
-
MUARA ENIM - 20-October-2026, 17:18
DPD Golkar Muara Enim Gelar Rangkaian HUT ke-62, Ziarah hingga Syukuran Tumpeng
Muara Enim – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Muara Enim menggelar serangka
-
JAKARTA - 20-October-2026, 16:28
Apkasi: Kemandirian Daerah Tak Hanya Diukur dari PAD dan Transfer Pusat
JAKARTA – Kemandirian daerah selama ini kerap diukur melalui besaran Pendapatan Asli Daerah (PAD)
INVESTIGASI
-
Investigasi 14-September-2015, 22:52
KAJARI LAHAT : PENETAPAN TERSANGKA SIMPEG 2010 “TIDAK ADA TEBANG PILIH”
BANDAR JAYA = Issue yang menyatakan bahwa Kejaksaan Negeri Lahat tebang pilih dalam kasus Sistem Inf
BERITA SEBELUMNYA
LAHAT - 16-October-2026, 18:39
Kangkangi Rambu-Rambu, Sejumlah Bus, Tronton dan Truck Masuk Kota Lahat Disuruh Mutar Balik Tim Gabungan
OKU - 15-October-2026, 20:55
Belasan Gerbong Anjlok dan 4 Awak KAI Luka-luka Akibat Kecelakaan
PALEMBANG - 15-October-2026, 17:09
Bupati Toha Tohet Hadiri Rakor Karhutla Sumsel, Siap Tindak Lanjuti Arahan Menko Polkam
LAHAT - 15-October-2026, 16:42
Dinkes Lahat dan SMAN 1 PP Sosialisasi Deteksi Dini Penyalahgunaan Narkoba
LAHAT - 15-October-2026, 14:48
Pria Ditemukan Dipinggir Jembatan Pagar Batu, Telah Menjalani Perawatan Medis di RSUD Lahat
LAHAT - 15-October-2026, 14:47
Dari Tangan D.R Satresnarkoba Polres Lahat Sita Ganja Kering Seberat 4,65 Kilogram
LAHAT - 15-October-2026, 14:47
PWI Lahat Sampaikan Pernyataan Sikap ke-Polres Lahat, Desak Kepolisian Tindak Tegas Pelaku
OKU - 15-October-2026, 12:36
Kenal Sambut Kajari OKU, Momentum Awal Sinergi dan Kolaborasi
LAHAT - 15-October-2026, 09:13
Usai Pemilihan Ketua OSIS, Ini Pesan Kepsek SMAN 1 Kikim Timur
PALEMBANG - 14-October-2026, 21:37
AKTIVIS PEMBARUAN SUMSEL DESAK POLDA USUT TUNTAS BENTROK DI MAPOLDA SUMSEL
PALEMBANG - 14-October-2026, 21:35
Operasi Sikat I Musi 2026, Polda Sumsel Tindak 1.218 Aksi Premanisme dan Perkuat Kamtibmas
PALEMBANG - 14-October-2026, 21:34
Polda Sumsel Tegaskan Komitmen Lindungi Wartawan dan Usut Tuntas Bentrokan di Mapolda
PALEMBANG - 14-October-2026, 21:34
Pelantikan Wakapolda dan Sertijab Dirreskrimsus, Polda Sumsel Mantapkan Pelayanan kepada Masyarakat
PALEMBANG - 14-October-2026, 21:33
Wagub Cik Ujang Dorong Lulusan UT Palembang Berkontribusi Nyata bagi Pembangunan Sumsel
PALEMBANG - 14-October-2026, 21:33
Sinergi TNI-Polri Jadi Fondasi Kamtibmas Kondusif, Kapolda Sumsel Lakukan Lawatan ke Kodam II/Sriwijaya
PALEMBANG - 14-October-2026, 21:32
Wagub Cik Ujang Tekankan Sinergi TVRI Sumsel dan Pemprov, Dorong Inovasi Digital
BANYU ASIN 14-October-2026, 21:31
YATIM MANDIRI PALEMBANG SUKSES GELAR OMATIQ 2026
LAHAT - 14-October-2026, 09:27
PLN ULP Lembayung Intensifkan Pemeriksaan Gardu dan Sosialisasi PLN Mobile
LAHAT - 13-October-2026, 23:07
Kecam Kekerasan Terhadap Jurnalis PWI Lahat Minta Polisi Tangkap Pelaku Kekerasan
MUBA - 13-October-2026, 21:04
Kemiskinan Muba Turun Lagi Menjadi 9,07 Persen, Berkurang 5.520 Jiwa di Tahun 2026
LAHAT - 13-October-2026, 20:06
Sejumlah BB Berikut Pelaku Diamankan, dari Pengerebekan Ditiga Lokasi Oleh Satresnarkoba Polres Lahat
PALEMBANG - 13-October-2026, 20:00
Wagub Cik Ujang Pimpin Rakor Akui Pemerintah Provinsi Terus Dorong Jalur Khusus Batubara
BANYU ASIN 13-October-2026, 19:53
BUPATI BANYUASIN BERSAMA DANREM 044 GAPO TINDAK TEGAS SEGEL LAHAN KEBAKARAN DESA SUNGAI RENGIT
MUARA ENIM - 13-October-2026, 17:26
Fun Swimming Kapolres Cup 2026 Sukses Digelar, 527 Peserta Ramaiankan Muara Enim
MURATARA - 13-October-2026, 15:10
SAMSAT MENYAPA DORONG KETAATAN PAJAK KENDARAAN DI MUSI RAWAS UTARA
CATATAN SRIWIJAYA
-
Catatan Sriwijaya 3-April-2024, 15:49
Niat Jahat dan Unsur Dengan Sengaja Dalam Pertangungjawaban Pidana
Oleh Burmansyahtia Darma, S.H
Advokat Pada Kantor Hukum BSD Lawyer
-
Catatan Sriwijaya 26-November-2023, 22:50
DETERMINASI POLITIK TERHADAP HUKUM
Oleh Burmansyahtia Darma,S.H.
Muara Enim - Pemilihan Calon Legislatif atau yang trend nya Calon Anggota D
-
Catatan Sriwijaya 26-December-2020, 21:50
TEDDY LASZUARDY (1) :
-
Catatan Sriwijaya 15-June-2020, 10:46
Terdakwa Penyiram Novel Baswedan Dituntut 1 Tahun, Kok Bisa ?
Oleh :Burmansyahtia D
-
Catatan Sriwijaya 1-June-2020, 11:50
SAYA PANCASILA : ANTARA IDEALITA DAN REALITA
Oleh :Burmansyahtia Darma,S.H
Advokat pada kantor Hukum BSD Lawyer
-
Catatan Sriwijaya 18-April-2020, 07:17
CORONA & RAMADHAN : Sehari Saja
Oleh : oleh Burmansyahtia Darma,S.H
Indonesia menjadi salah satu negara yang terjangkit penyebaran Virus Covid-
-
Catatan Sriwijaya 9-January-2020, 21:26
“KOMISIONER KPU” TERJERAT OTT, PERMASALAHAN BERAWAL DARI REKRUTMEN YANG BURUK
-
Catatan Sriwijaya 30-December-2018, 09:17
ALUMNI HIMPUNAN DALAM PUSARAN POLITIK BERBIAYA MAHAL
Menghadapi pemilihan umum tahun 2019 disikapi oleh keluarga besar Himpunan Mahasiswa Islam Lubukling
-
Catatan Sriwijaya 13-December-2018, 16:11
WILLY LP : MENDUKUNG OPSI MILITER DI PAPUA
Konflik di tanah Papua kembali memanas pasca tewasnya 19 pekerja PT. Istaka Karya (sumber lain menye
-
Catatan Sriwijaya 26-August-2018, 22:26
MEMBUNUH DEMOKRASI, MERAMPAS HAK ASASI
Oleh : Burmansyahtia Darma,S.H Advokat/Pemerhati Hukum dan Politik Indonesia adalah Negara hukum, i
-
Catatan Sriwijaya 22-December-2017, 20:35
AHMAD YANI (7) : REFLEKSI AKHIR TAHUN : PERSOALAN PRAKTIK PENEGAKAN HUKUM DI TANAH AIR
Tinggal menghitung hari, jam, menit dan detik kita akan memasuki pergantian tahun 2019, sebuah momen
-
Catatan Sriwijaya 29-October-2017, 06:53
CATATAN RIO CK (11) : MOMENTUM PERGANTIAN TAHUN : Refleksi, Evaluasi, Dan Proyeksi Lembaga Penegakan Hukum
Siklus pergantian tahun yang akan sesegera usai dan berakhir dapatlah dijadikan sebuah momentum un
-
Catatan Sriwijaya 21-December-2014, 01:24
BSD (1) : CARA BAIK DAN BENAR KORUPSI GRATIFIKASI
Untuk mencegah atau mengetahui modus operandi Korupsi Gratifikasi, penulis menggunakan metode ter
APA dan SIAPA
-
Catatan Sriwijaya 12-August-2023, 23:10
Boim Balon Legislatif Muara Enim Dapil 5, Siap Sejahterakan Rakyat Lewat Golkar
Muara Enim - Pemilihan Calon Legislatif atau yang trend nya Calon Anggota D
-
MUARA ENIM - 15-April-2019, 14:33
Sutradara Cantik Film “Anak Kopi” Produksi Java creation Pemkab Muara Enim
Muara Enim, Sriwijayaonline.com - Banyak Usaha dan Dobrakan yang terus dilakukan oleh Bupati Muara E




