ISI

ALUMNI HIMPUNAN DALAM PUSARAN POLITIK BERBIAYA MAHAL

Burmansyahtia Darma/Manca

30-December-2018, 09:17


Menghadapi pemilihan umum tahun 2019 disikapi oleh keluarga besar Himpunan Mahasiswa Islam Lubuklinggau yang diinisiasi oleh MD KAHMI Kota Lubuklinggau dengan menggelar silaturahim dan diskusi ilmiah dengan menghadirkan kanda Abdullah Hehamahua sebagai Nara Sumber Utama pada 29 Desember 2018. Merujuk pada tema yang diangkat dan perkembangan dalam diskusi ada beberapa poin penting dan menarik untuk menjadi bahan renungan bagi para alumni HMI yang turut bertarung dalam pesta demokrasi kali ini.

Pertama, Visi Misi sebagai “Jualan” dalam pertarungan pesta demokrasi (pemilu). Melihat pada realita saat ini bahwa visi misi Calon sudah tidak lagi laku sebagai bahan pertimbangan pemilih untuk menentukan pilihan. Sebuah keyakinan dimasyarakat yang bersumber pada trauma masa lalu bahwa para wakil rakyat atau pemimpin yang telah terpilih tidak pernah perduli pada masyarakatnya ketika telah menduduki jabatannya, menyebabkan para pemilih menjadikan momentum pemilu untuk mencicipi uang para caleg yang apabila dibagi nilainya perhari tak mampu untuk membeli sebutir telur.

Kedua, Besarnya ongkos politik menyebabkan para calon terpilih menjadi korup untuk mengembalikan apa yang telah dikeluarkan pada saat pencalonan.

Melihat pada dua poin utama yang menjadi bahasan menarik dalam diskusi maka penulis sebagai peserta diskusi mencoba merumuskan bagaimana cara memposisikan diri, ketika kita sebagai alumni memilih jalur politik sebagai jalur pengabdian. Pertama kembali meluruskan niat bahwa jalan yang dipilih merupakan perwujudan dari bagian ke dua dari rumusan tujuan HMI yaitu “Terwujudnya masyarakat adil, makmur yang diridhoi Allah SWT.”

Jika para alumni HMI menjadikan “mewujudkan tujuan HMI” sebagai niat saat terjun kedunia politik, maka apapun hasil yang didapat rasa ikhlas akan selalu dirasakan didalam hati. Segala sesuatu yang terjadi di bumi telah ada ketetapanya dari Allah, Rezeki ataupun jabatan (amanah) telah ditetapkan oleh Allah, sedangakan cara meraih dan memanfaatkannya menentukaanya menjadi barokah atau membawa mudarat .

Kedua, besarnya ongkos politik menjadikan apa yang telah menjadi tujuan diawal terjun kedunia politik sering kali berubah menjadi perbuatan korup. Hitungan untung-rugi serta niatan mendapatkan kekuasaan dan harta dijalur politik hanya akan menjerumuskan kita pada ke mudaratan.

Saat peristiwa Haji Wada Rasulullah berkata kepada para sahabat bahwa mereka semua akan bertanggung jawab atas amanah yang mereka pikul. karena itu ia bertanya kepada para sahabat dan pengikutnya ” Apakah aku sudah menyampaikan ini? Apakah aku sudah menyampaikan ini?” Semuanya menjawab: “Ya.” Dan beliau pun berucap: “Wahai Allah, saksikanlah”. Rasulullah ingin meminta kesaksian umat Islam bahwa beliau memang telah menunaikan amanah yang diberikan Allah melalui malaikat jibril, sehingga beliau dapat wafat dengan tenang.

Ada sebuah istilah sesat yang kini populer dikalangan politisi yang akan bertarung dalam meraih jabatan politik, visi dan misi tidaklah penting (laku) yang penting adalah gizi (kampuan finansial). untuk itu sebagian mereka menjadikannya sebagai hitung hitungan untung rugi dan segelintir orang meniatkannya sebagai sedekah untuk mengurangi rasa kecewa saat gagal. Namun niat tersebut hendaknya kembali diluruskan bahwa seluruh pengorbanan yang telah dilakukan semata mata untuk pengabdian sehingga jika gagal ada ikhlas dihati dan jika menang tidak korup (khianat atas amanah).

Ada kisah menarik tentang seseorang yang bernama Zindiq yang hidup di turki ketika pemerintahan sultan Murad IV. Ketika sang sultan keluar dengan pengawalnya dimalam hari, ia mendapati Zindiq yang Wafat dalam kondisi terkapar di sebuah lorong. Sang sultan pun bertanya kepada masyarakat sekitar mengapa tiada seorang pun yang mau mengurusnya, dan masyarakat pun menjawab bahwa semasa hidupnya almarhum suka ke tempat pelacuran dan membeli minum minuman keras. Sultan pun berucap” bukankah almarhun juga umat nabi muhamad, dan sultan pun memerintahkan untuk membawa almarhum ke kediamannya.

Sesampainya di kediaman Almarhum, orang-orang yang membawa jenazahnya langsung pergi, tinggallah sang Sultan dan pengawalnya. Dalam tangisnya sang istri berucap: Semoga Allah merahmatimu wahai wali Allah.. Aku bersaksi bahwa engkau termasuk orang yang sholeh”

Mendengar ucapan itu Sultan Murad terkejut, tak mungkin dia termasuk wali Allah sedangkan orang-orang mengatakan tentang keburukannya, hingga mereka tidak peduli dengan kematiannya”.

Sang istri menjawab:“Sudah kuduga ini akan terjadi, ketika memiliki rezeki setiap malam suamiku keluar rumah pergi ke toko-toko minuman keras, dia membeli minuman keras dari dari para penjual semampunya. Kemudian minuman-minuman itu di bawah ke rumah lalu ditumpahkan untuk dibuang, sambil berkata: “semoga Aku telah meringankan dosa kaum muslimin”.

Almarhum juga selalu pergi menemui para pelacur, memberi mereka uang dan berkata: “Malam ini kalian sudah dalam bayaranku, jadi tutup pintu rumahmu sampai pagi”. Kemudian ia pulang ke rumah, dan berkata kepadaku: “Alhamdulillah, semoga malam ini aku telah meringankan dosa para pelacur itu dan pemuda-pemuda Islam”.

Lalu orang-orang yang melihat ia selalu membeli khamar dan menemui pelacur, hingga mereka menuduhnya berbuat buruk. Suatu kali aku pernah berkata kepada suamiku: “Kalau engkau wafat, tidak akan ada kaum muslimin yang mau memandikan jenazahmu, mensholatimu dan menguburkan jenazahmu”. Ia hanya tertawa, dan berkata: “Jangan takut, bila aku mati, aku akan disholati oleh Sultannya kaum muslimin, para Ulama dan para Auliya”.

Jika kita berada dalan sebuah sistem/kebiasaan yang buruk (realita politik) yang mengharuskan kita mengeluarkan ongkos politik yang besar, maka sedari awal kita harus meluruskan niat bahwa apa yang kita lakukan hanyalah ikhtiar kita untuk merubah sebuah sistem/kebiasaan yang buruk atau minimal menguranginya bukannya justru terjebak di dalamnya. Selain itu, yakinlah setiap track record dan hubungan yang baik akan menjadi kunci utama untuk berjuang dalam sebuah pengabdian. Allah berjanji dalam Al Quran “Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya. ” (QS Yunus ayat 26)

Diakhir tulisan, penulis ingin mengingatkan pada kita semua, ada dua hal yang harus senantiasa diingat oleh para alumni ketika memutuskan memilih politik sebagai jalur pengabdian yaitu selalu mengingat bahwa apa yang telah menjadi janji/visi misi adalah hutang kepada masyarakat/pemilih. Dan setiap suara yang diberikan oleh masyarakat/pemilih adalah amanah.

Didalam Al Quran, Allah berfirman :

“Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah(mu) itu sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpah itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat. (QS. 16:91)

Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali, kamu menjadikan sumpah (perjanjian)mu sebagai alat penipu di antaramu, disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak jumlahnya dari golongan yang lain. Sesungguhnya Allah hanya mengujimu dengan hal itu. Dan sesungguhnya di hari Kiamat akan dijelaskan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan itu. (QS. 16:92).

—–####——
Semua kebenaran datangnya dari Allah, Segala khilaf dan salah dalam penulisan sepenuhnya adalah kekurangan dari penulis.

Lubuklinggau, 30 Desember 2018.
Burmansyahtia Darma /Manca
Almuni HMI Cabang Bandar Lampung Komisariat Hukum Unila.

Bagikan ke :
Share on Facebook Share on Google+ Tweet about this on Twitter Email this to someone Share on LinkedIn Pin on Pinterest

BERITA TERKINI

INVESTIGASI

BERITA SEBELUMNYA

LAHAT - 16-October-2026, 18:39

Kangkangi Rambu-Rambu, Sejumlah Bus, Tronton dan Truck Masuk Kota Lahat Disuruh Mutar Balik Tim Gabungan

OKU - 15-October-2026, 20:55

Belasan Gerbong Anjlok dan 4 Awak KAI Luka-luka Akibat Kecelakaan

PALEMBANG - 15-October-2026, 17:09

Bupati Toha Tohet Hadiri Rakor Karhutla Sumsel, Siap Tindak Lanjuti Arahan Menko Polkam 

LAHAT - 15-October-2026, 16:42

Dinkes Lahat dan SMAN 1 PP Sosialisasi Deteksi Dini Penyalahgunaan Narkoba

LAHAT - 15-October-2026, 14:48

Pria Ditemukan Dipinggir Jembatan Pagar Batu, Telah Menjalani Perawatan Medis di RSUD Lahat

LAHAT - 15-October-2026, 14:47

Dari Tangan D.R Satresnarkoba Polres Lahat Sita Ganja Kering Seberat 4,65 Kilogram

LAHAT - 15-October-2026, 14:47

PWI Lahat Sampaikan Pernyataan Sikap ke-Polres Lahat, Desak Kepolisian Tindak Tegas Pelaku

OKU - 15-October-2026, 12:36

Kenal Sambut Kajari OKU, Momentum Awal Sinergi dan Kolaborasi

LAHAT - 15-October-2026, 09:13

Usai Pemilihan Ketua OSIS, Ini Pesan Kepsek SMAN 1 Kikim Timur

PALEMBANG - 14-October-2026, 21:37

AKTIVIS PEMBARUAN SUMSEL DESAK POLDA USUT TUNTAS BENTROK DI MAPOLDA SUMSEL

PALEMBANG - 14-October-2026, 21:35

Operasi Sikat I Musi 2026, Polda Sumsel Tindak 1.218 Aksi Premanisme dan Perkuat Kamtibmas

PALEMBANG - 14-October-2026, 21:34

Polda Sumsel Tegaskan Komitmen Lindungi Wartawan dan Usut Tuntas Bentrokan di Mapolda

PALEMBANG - 14-October-2026, 21:34

Pelantikan Wakapolda dan Sertijab Dirreskrimsus, Polda Sumsel Mantapkan Pelayanan kepada Masyarakat

PALEMBANG - 14-October-2026, 21:33

Wagub Cik Ujang Dorong Lulusan UT Palembang Berkontribusi Nyata bagi Pembangunan Sumsel

PALEMBANG - 14-October-2026, 21:33

Sinergi TNI-Polri Jadi Fondasi Kamtibmas Kondusif, Kapolda Sumsel Lakukan Lawatan ke Kodam II/Sriwijaya

PALEMBANG - 14-October-2026, 21:32

Wagub Cik Ujang Tekankan Sinergi TVRI Sumsel dan Pemprov, Dorong Inovasi Digital

BANYU ASIN 14-October-2026, 21:31

YATIM MANDIRI PALEMBANG SUKSES GELAR OMATIQ 2026

LAHAT - 14-October-2026, 09:27

PLN ULP Lembayung Intensifkan Pemeriksaan Gardu dan Sosialisasi PLN Mobile

LAHAT - 13-October-2026, 23:07

Kecam Kekerasan Terhadap Jurnalis PWI Lahat Minta Polisi Tangkap Pelaku Kekerasan

MUBA - 13-October-2026, 21:04

Kemiskinan Muba Turun Lagi Menjadi 9,07 Persen, Berkurang 5.520 Jiwa di Tahun 2026

LAHAT - 13-October-2026, 20:06

Sejumlah BB Berikut Pelaku Diamankan, dari Pengerebekan Ditiga Lokasi Oleh Satresnarkoba Polres Lahat 

PALEMBANG - 13-October-2026, 20:00

Wagub Cik Ujang Pimpin Rakor Akui Pemerintah Provinsi Terus Dorong Jalur Khusus Batubara 

BANYU ASIN 13-October-2026, 19:53

BUPATI BANYUASIN BERSAMA DANREM 044 GAPO TINDAK TEGAS SEGEL LAHAN KEBAKARAN DESA SUNGAI RENGIT 

MUARA ENIM - 13-October-2026, 17:26

Fun Swimming Kapolres Cup 2026 Sukses Digelar, 527 Peserta Ramaiankan Muara Enim

MURATARA - 13-October-2026, 15:10

SAMSAT MENYAPA DORONG KETAATAN PAJAK KENDARAAN DI MUSI RAWAS UTARA

CATATAN SRIWIJAYA

  • Catatan Sriwijaya 26-November-2023, 22:50

    DETERMINASI POLITIK TERHADAP HUKUM

    Oleh Burmansyahtia Darma,S.H.

    Muara Enim - Pemilihan Calon Legislatif atau yang trend nya Calon Anggota D

  • Catatan Sriwijaya 18-April-2020, 07:17

    CORONA & RAMADHAN : Sehari Saja

    Oleh : oleh Burmansyahtia Darma,S.H

    Indonesia menjadi salah satu negara yang terjangkit penyebaran Virus Covid-

APA dan SIAPA

FACEBOOKERS SRIWIJAYA ONLINE