ISI

Banjir Dukungan, Inisiasi Dodi Reza Bentuk Pusat Riset Gambut di Muba


5-August-2020, 20:01


MUBA, SO – Kabupaten Musi Banyuasin yang luas wilayahnya sekitar 14.265,96 km² dan diantaranya terdapat bentangan alam Hutan Rawa Gambut (HRG) sekitar 271.000 hektar menjadi fokus Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA untuk terus melanjutkan restorasi alam di Muba utamanya di lahan gambut.

Sebagaimana diketahui Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin telah menerbitkan Peraturan Bupati Musi Banyuasin Nomor 88 Tahun 2019 tentang Kelembagaan Pengelolaan dan Perlindungan Gambut.

“Peraturan Daerah tersebut sebagai dasar untuk membentuk Pusat Riset Gambut di Muba dalam bentangan Kawasan Hidrologis dengan melibatkan Para Pihak,” ungkap Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin saat Seminar Online Melalui Zoom Meeting Dengan Tema Musi Banyuasin Sebagai Pusat Riset Gambut Berbasis
Kawasaan Hidrologi Gambut (KHG) Melalui Pendekatan Kemitraan Pemangku Kepentingan, Rabu (5/8/2020).

Dikatakan Dodi, di Kabupaten
Musi Banyuasin untuk membangun Pusat Riset Gambut karena Berdasarkan Peraturan Presiden RI Nomor 1 Tahun 2016 tentang Badan Restorasi Gambut, dan Kabupaten Musi Banyuasin merupakan Kabupaten yang mendapat Prioritas Restorasi Gambut seluas 96.891 hektar, yang terdapat di Zona Konsesi seluas 77.812 hektar dan Zona Non Konsesi seluas 19.079 hektar, akan tetapi tidak terdapat di Zona Lindung.

Bupati Muba juga menyampaikan, bahwa Kabupaten Muba memiliki Kawasan Hidrologi Gambut (KHG) yakni KHG Sungai Lalan – Sungai Merang, Sungai Air Hitam Laut – Sungai Buntu Kecil, Sungai Merang – Sungai Ngirawan, Sungai Ngirawan – Sungai Sembilang, Sungai Lalan – Bentayan, Sungai Bentayan – Sungai Penimpahan, Sungai Penimpahan – Sungai Air Hitam, Sungai Saleh – Sungai Sugihan, dan KHG Sungai Sugihan – Sungai Lumpur.

Dari KHG tersebut dijelaskannya memiliki nilai konservasi sangat tinggi, seperti Harimau Sumatera, Tapir, 122 lebih jenis burung, 57 spesias ikan, dan juga ada salah satu reptil terlangka didunia yaitu Buaya Senyulung yang dapat ditemukan disalah satu kawasan gambut itu.

Kemudian ada fenomena alam yang sangat langka, itu terjadi setiap bulan November sampai Maret, di Taman Nasional Sembilang menjadi tempat persinggahan burung imigran Siberia.

“Setiap tahunnya hutan gambut, mengalami degradasi, degradasi penyebabnya ada dua yakni kebakaran hutan, selain itu ada konsersi dari kegiatan ekonomi masyarakat, misalnya dari kegiatan konsesi hutan tanaman industri, HGU perkebunan kelapa sawit, kawasan pinjam pakai untuk explorasi minyak dan gas, pertanian rakyat dan permukiman. Dari dua hal itu kemungkinan menjadi salah satu penyebab nilai rawa gambut tadi secara kualitas mengalami degradasi,” ujarnya.

Oleh karena itu, ” kami ingin upaya Restorasi tetap berlanjut dengan melakukan kegiatan secara terpusat, terkoordinasi, sinergi satu sama lain dengan melakukan berbagai riset untuk kepentingan IPTEK maupun riset aksi dengan cara learning by doing,” ujar Ketua Umum Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) Indonesia itu”, ucapnya.

Dijelaskan, banyak kegiatan praktis di lahan gambut yang dilakukan oleh pemerintah, perguruan tinggi, perusahaan dan masyarakat, yang walaupun pada tahap awal tidak
menggunakan metodologi riset, pada akhirnya menghasilkan
output atau Inovasi yang bermanfaat, efektif dan efisien yang sering disebut dengan kearifan lokal.

“Diharapkan dengan terbentuknya Pusat Riset Gambut semua karya-karya tersebut dapat terdokumentasi dan terpublikasi secara umum,” harapnya.

Lanjut Dodi, inisiatif ini merupakan implementasi dari Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati Musi Banyuasin 2017-2022, dengan Visi Menuju MUBA Berjaya 2022 dan secara eksplisit dijelaskan Misi Pembangunan Hijau Rendah Karbon pada Misi ke-6.

“Dimana kita harus mengelola Sumber Daya Alam secara Optimal
dan Bertanggungjawab dengan memperhatikan Aspek
Kelestarian Lingkungan (Green Growth Governance),” sebutnya.

Dodi melanjutkan, ada beberapa kegiatan yang telah dirintis dan dilaksanakan di Kabupaten Musi Banyuasin untuk merealisasikan Misi ke-6 yakni diantaranya Biofuel dari Bahan Baku Minyak Sawit Formula Green Diesel B-100 sebagai Program Strategis Nasional.

“Kemudian, Bahan Olah
Karet sebagai bahan baku campur Aspal yang pabriknya sedang dibangun dan Pusat Unggulan Komoditi Kelapa Sawit dan
Karet serta Verified Sourcing Area (VSA),” ungkap dia.

Dalam Seminar yang dimoderatori oleh Momon Sodik itu
Kepala Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Dr Ir Agus Justianto MSc yang juga menjadi salah satu narasumber seminar itu, menyambut baik dan mendukung langkah yang akan dilakukan Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin dalam pembentukan Pusat Riset Gambut.

“Tentunya kami berharap apa yang akan dilaksanakan ini bisa menjadi jejaring. Pusat riset yang akan dibangun dimuba menjadi sinergi yang bermanfaat baik tingkat nasional dan internasional,” ucapnya

Senada Deputi Bidang III Badan Restorasi Gambut (BRG) Dr Myrna A Safitri mengucapkan selamat atas inisiasi pembentukan pusat riset gambut di Muba. “Ini langkah konkrit upaya untuk restorasi atau pemugaran alam di Muba,” jelasnya.

Myrna berharap, program ini akan sangat bermanfaat terutama daerah yang memiliki banyak lahan gambut. “Kami kira ini menjadi kebutuhan dan konsen kita bersama untuk menjaga alam”, pungkasnya.(bram)

Bagikan ke :
Share on Facebook Share on Google+ Tweet about this on Twitter Email this to someone Share on LinkedIn Pin on Pinterest

BERITA TERKINI

INVESTIGASI

BERITA SEBELUMNYA

LAHAT - 11-October-2026, 11:49

Batalnya APBD-P Lahat Jadi Alarm Kepemimpinan, DPRD Didesak Tempuh Langkah Konstitusional

LAHAT - 11-October-2026, 11:48

Asap Karhutla Serang Bumi Seganti Setungguan, Humas Polres Lahat Himbau Masyarakat Gunakan Masker Untuk Lindungi Diri

MUARA ENIM - 10-October-2026, 23:04

Di Muara Lawai, Dua Penggali Sumur Tewas Diduga Gas Beracun

MUARA ENIM - 10-October-2026, 21:43

Ketua Golkar Muara Enim: Aksi Warga Stop Truk Batu Bara PT. MME Sudah Tepat

SUMBAR 10-October-2026, 20:58

Apkasi Peduli Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang Solok, Bursah Zarnubi Tegaskan Solidaritas Antarkabupaten

BANYU ASIN 10-October-2026, 19:35

Herman Deru dan Cik Ujang Tinjau Karhutla di Banyuasin, Uji Teknologi Pemadaman dari Brazil 

PALEMBANG - 10-October-2026, 19:35

𝐁𝐮𝐩𝐚𝐭𝐢 𝐄𝐦𝐩𝐚𝐭 𝐋𝐚𝐰𝐚𝐧𝐠 𝐇. 𝐉𝐨𝐧𝐜𝐢𝐤 𝐌𝐮𝐡𝐚𝐦𝐦𝐚𝐝𝐢 𝐇𝐚𝐝𝐢𝐫𝐢 𝐌𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐊𝐞𝐧𝐚𝐥 𝐏𝐚𝐦𝐢𝐭 𝐊𝐚𝐩𝐨𝐥𝐝𝐚 𝐒𝐮𝐦𝐬𝐞𝐥 𝐏𝐞𝐫𝐤𝐮𝐚𝐭 𝐒𝐢𝐧𝐞𝐫𝐠𝐢 𝐏𝐞𝐦𝐞𝐫𝐢𝐧𝐭𝐚𝐡 𝐝𝐚𝐧 𝐊𝐞𝐩𝐨𝐥𝐢𝐬𝐢𝐚𝐧 

MUBA - 10-October-2026, 13:29

Hadiri Majelis Dzikir di Sungai Lilin, Wabup Muba Kenang Keteladanan Ulama 

LAHAT - 9-October-2026, 21:59

Dari 514 Kabupaten/Kota se-Indonesia, Hanya Pemkab Lahat Tidak Menganggarkan ABT 2026 

BANYU ASIN 9-October-2026, 21:09

BANYUASIN UJI REALIZA ANTICHAMAS DILAHAN GAMBUT

LAHAT - 9-October-2026, 19:09

Sikapi Terkait Pemberitaan Tidak Ada Anggaran ABT, Ini Penjelasan Ketua PW GNPK-RI Sumsel 

LAHAT - 9-October-2026, 18:10

SMA Negeri 1 Kikim Barat Pacu Mutu Lewat Visitasi Akreditasi

MUARA ENIM - 9-October-2026, 16:48

Pelarian Tersangka Pembunuhan Anak Di Muara Enim Berakhir di Jawa Barat

MUARA ENIM - 9-October-2026, 03:06

Polisi Gagalkan Transaksi Ekstasi di Muara Enim, Dua Orang Diamankan

BANYU ASIN 8-October-2026, 21:08

BNK BNYUASIN DORONG PERAN KELUARGA DAN MASYARAKAT 

LAHAT - 8-October-2026, 21:07

Ajang Nasional 2026, Tiga Siswa SMAN 4 Lahat Panen Mendali 

PALEMBANG - 8-October-2026, 20:34

Wagub Cik Ujang Dorong Perguruan Tinggi Berkontribusi Nyata bagi Pembangunan Sumsel

LAHAT - 8-October-2026, 20:33

APBD Perubahan Batal, Tiga Kali DPRD Surati Pemkab Lahat Hingga Batas Waktu Proses Belum Tuntas

LAHAT - 8-October-2026, 17:44

Seorang Perempuan Diduga Pengedar Sabu di Kikim Tengah Diungkap Satresnarkoba Polres Lahat 

LAHAT - 8-October-2026, 17:43

Gubuk Reot Nenek Kamisah, Mulai Dibongkar Untuk Direhab Jadi RSLH 

MUBA - 8-October-2026, 16:35

Bupati Muba Cek Dampak Asap Karhutla, Fasilitas Kesehatan Disiagakan

LAHAT - 8-October-2026, 02:57

H. Adriansyah: Golkar Lahat di Tangan Tepat, Selamat Ibu Sri Marhaeni!

MUARA ENIM - 7-October-2026, 20:41

Polsek Rambang amankan Pria Bersama TV Hasil Curian

PALEMBANG - 7-October-2026, 20:37

Muara Enim Jadi Tuan Rumah FORPROV II KORMI Sumsel, Cik Ujang Tekankan Koordinasi Panitia 

MUARA ENIM - 7-October-2026, 20:35

Buka Gebyar SMANSAGEL Jilid 11, Wagub Cik Ujang Dorong Siswa Berani Berprestasi 

CATATAN SRIWIJAYA

  • Catatan Sriwijaya 26-November-2023, 22:50

    DETERMINASI POLITIK TERHADAP HUKUM

    Oleh Burmansyahtia Darma,S.H.

    Muara Enim - Pemilihan Calon Legislatif atau yang trend nya Calon Anggota D

  • Catatan Sriwijaya 18-April-2020, 07:17

    CORONA & RAMADHAN : Sehari Saja

    Oleh : oleh Burmansyahtia Darma,S.H

    Indonesia menjadi salah satu negara yang terjangkit penyebaran Virus Covid-

APA dan SIAPA

FACEBOOKERS SRIWIJAYA ONLINE