ISI
SELAMAT DATANG NAHKODA (BARU) KPK
16-September-2019, 04:10
Tak kurang dalam beberapa bulan terakhir polemik ikhwal suksesi kepemimpinan di lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi headline dan konsumsi publik di berbagai media pemberitaan tanah air. Rasanya tanpa mengenal ruang dan waktu semua lapisan/kalangan dari berbagai unsur masyarakat turut juga berkomentar menanggapi polemik tersebut.
Dapat dilihat bagaimana hingar bingar suksesi kepemimpinan KPK yang sedari awal penentuan struktur keanggotaan panitia seleksi yang diumumkan Presiden beberapa waktu yang lalu hingga akhirnya proses pemilihan melalui fit and proper test di DPR RI selalu menuai pro dan kontra di mata publik.
Akhirnya kalau boleh mengambil hipotesa mengawali tulisan singkat ini, berbagai perdebatan yang menuai kontroversi di ruang publik terkait suksesi kepemimpinan di KPK perlu untuk segera diakhiri, menyusul telah terpilihnya 5 (lima) nama pimpinan KPK periode mendatang.
Melalui proses fit and proper test di DPR RI, secara legal konstitusional setelah melalui beberapa mekanisme tahapan seleksi capim KPK sebelumnya, telah terpilih 5 (lima) nama yang akan menjadi nahkoda lembaga KPK periode 2019 – 2023 mendatang. Kelima nama tersebut ialah Firli Bahuri (Ketua), Alexander Marwata (Wakil Ketua), Lili Pintauli Siregar (Wakil Ketua), Nawawi Pomolango (Wakil Ketua), dan Nurul Ghufron (Wakil Ketua).
Tentu, apabila bersandar pada ketentuan yuridis yang ada di dalam UU KPK, maka proses yang berlangsung saat ini hanya tinggal menyisahkan satu tahapan lagi yaitu, tahap pengesahan, dimana sejatinya tahapan ini merupakan tahap administrasi prosedural pengesahan, yang mana nantinya setelah terpilih dan ditetapkan 5 (lima) nama pimpinan KPK, maka kelima nama terpilih tersebut akan disampaikan kembali kepada Presiden untuk disahkan dan untuk selanjutnya ditetapkan sebagai Pimpinan KPK (Pasal 30 ayat 12 dan 13 UU KPK). Pada akhirnya, selesai sudah proses seleksi capim KPK.
ISU KRUSIAL
Apabila sedikit diruntut (flashback) kembali perjalanan proses seleksi capim KPK terdapat banyak sekali dinamika kontroversial yang terjadi di dalamnya.
Namun yang paling menarik untuk dikaji ulang serta dikritisi ialah terkait dengan beberapa pergolakan di saat – saat akhir (last minuite) dan sesaat setelah pemilihan pimpinan KPK yang baru, yang notabene-nya dilakukan oleh pihak internal KPK sendiri, baik yang berasal dari wadah pegawai KPK berupa aksi penolakan/demonstrasi menentang proses seleksi capim KPK, maupun manuver dari beberapa komisioner (petahanan) pimpinan KPK saat ini, yang senyatanya dapat dibilang melakukan ‘manuver dekonstruktif’ dengan menggelar beberapa kali press conference mengomentari hasil seleksi capim KPK, revisi UU KPK dan terakhir upaya mendelegitimasi serta mendorong opini sesat terhadap institusi lembaga KPK, dengan dalil mengalihkan operasionalisasi dan tanggung jawab/mandat KPK.
Tentu, beberapa pergolakan yang sejatinya datang dari internal tubuh KPK melalui wadah pegawai KPK, sesungguhnya dapatlah dipandang sebagai sebuah kebebasan menyuarakan aspirasi/pendapat yang dijamin dan dilindungi, namun langkah taktis tersebut, kiranya sangatlah tidak etis. Sebab, bagaimana mungkin lembaga KPK yang diisi oleh orang – orang yang memang memiliki integritas teruji (high integrated) dan dedikasi tinggi (loyality) melakukan serangkaian upaya penggiringan opini guna mencari simpati publik melalui langkah/tindakan yang demikian. Rasanya justru KPK seakan memposisikan dan mendudukan dirinya tidak lebih sekedar NGO (LSM) eksternal diluar lembaga/institusi formal negara.
Begitupun hal-nya ketika beberapa hal kontroversial tersebut, dilakukan langsung oleh pejabat teras di internal KPK, yang sejatinya sangatlah tidak relevan dan justru membuat antipati publik semakin menjurus kepada ketidakpercayaan masyarakat (public distrust) kepada KPK. Langkah populis tersebut justru sebaliknya memperlihatkan dengan sendirinya bahwa pimpinan KPK saat ini tidak memahami (missunderstanding) terhadap UU KPK dan hakikat serta kedudukan keberadaan KPK dalam sistem ketatanegaraan yang ada.
Secara lebih jauh, upaya mendelegitimasi terhadap lembaga KPK yang muncul dari dalam tubuh KPK sendiri (Komisioner KPK), dengan dalil mengalihkan operasionalisasi dan tanggung jawab/mandat KPK kepada Presiden RI, dapat dipandang sebagai upaya mengingkari UU KPK itu sendiri. Hal tersebut dapat dilihat sebagai pembangkangan serta pelanggaran terhadap UU KPK, sebab UU KPK tidak merinci dan mengatur ikhwal pengalihan mandat/tanggung jawab kelembagaan, ya toh kenapa tidak sekalian mengundurkan diri yang memang jelas kedudukan dan posisi hukumnya.
Kesemua hal tersebut tentu menjadi persoalan dan sekaligus menjadi catatan bagi nahkoda KPK mendatang, sebab sangat diharapkan di tangan pimpinan KPK mendatang jangan lagi ada dan tersisa preseden buruk demikian terhadap institusi lembaga KPK.
QOU VADIS KPK ?
Lalu selanjutnya, menjadi pertanyaan besar di benak publik mau dibawa kemana institusi KPK ke depan-nya di bawah kepemimpinan nahkoda yang baru pada periode mendatang ? tanpa mendahului 5 (lima) pimpinan KPK terpilih bekerja dan melalukan tupoksi-nya sesuai dengan visi yang memang telah dipaparkan pada tahap proses seleksi, tentu pekerjaan rumah yang menjadi tugas utama pimpinan KPK mendatang tidak lain ialah bagaimana menjalankan manajemen operasionaliasi KPK sesuai dengan ‘khittah’ pembentukannya, yang selaras dengan original intent UU KPK, dan menjalankan mandat lembaga KPK sebagai triger mechanism, sebagaimana ‘asbabun nuzul’ dari lahirnya lembaga KPK.
Mengilhami kembali fungsi KPK yang selaras dengan original intent dari UU KPK, setidaknya dapat dipedomani berdasarkan ketentuan di dalam Pasal 6 UU No. 30 Tahun 2002 (UU KPK), yang mana sejatinya terdiri dari koordinasi, supervisi, penindakan (refresif), pencegahan (preventif) serta monitoring (pengawasan).
Dalam hal ini apabila melihat konstruksi norma tersebut, secara filosofis dapatlah dilihat mengapa justru fungsi penindakan tidaklah diletakan pada point pertama (di awal) dari tugas KPK. Adapun makna implisit jika dilihat kembali risalah pembentukan dari ketentuan tersebut (memorie van toelichting), yakni sebenarnya fungsi penindakan yang berisi serangkaian tindakan penyelidikan, penyidikan dan penuntutan bukanlah satu-satunya fungsi utama KPK, dan hal tersebut merupakan salah satu bagian dari fungsi dan tugas pokok KPK.
Konsekuensi logis hal tersebut berarti, KPK tetaplah harus mengedepankan fungsi (strategis) lainnya, yakni koordinasi dengan instansi (penegak hukum), supervisi, penindakan hingga pencegahan dan monitoring atau pengawasan.
Kemudian terkait dengan eksistensi strategis KPK yang memegang mandat triger mechanism, dapat diartikan bahwa senyatanya urgensi lahirnya KPK ialah untuk memperkuat lembaga penegak hukum yang sudah ada, yakni Kepolisian dan Kejaksaan di dalam law enforcement terhadap tindak pidana korupsi.
Secara historis adapun inisiasi pada saat pembentukan KPK ialah dikarenakan belum optimal dan maksimal-nya penegakan hukum terhadap tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh kedua lembaga hukum tersebut (dapat dilihat konsideran ‘menimbang’ huruf b UU KPK), namun kondisi tersebut patut dicatat bahwa bukan oleh karena ketidakmampuan dari Kepolisian dan Kejaksaan di dalam law enforcement terhadap tindak pidana korupsi, akan tetapi dikarenakan masih banyaknya intervensi yang ada dan mempengaruhi kedua lembaga penegak hukum tersebut.
Dapat dilihat di sini artinya bahwa KPK hadir sebagai lokomotif utama di dalam penegakan hukum terhadap tindak pidana korupsi dengan ‘mengindahkan’ lembaga penegak hukum yang sudah ada, bukan justru ‘menihilkan’ – ‘mengkerdilkan’ atau bahkan ‘menegasikan’ kedua lembaga tersebut.
Eksistensi KPK pada hakikatnya diharapkan dapat memperkuat lembaga penegak hukum yang sudah ada dan bukan malah sebaliknya. Akan tetapi realitasnya saat ini dengan segudang kewenangan ekslusif yang dimiliki – KPK sudah jauh keluar dari ‘khittah’ dan ‘marwah’-nya.
Pada penilaian (opini) yang subjektif serta dalam kerangka pemikiran yang objektif, dapatlah dikatakan bahwa dalam ruang lingkup dan aspek yang luas telah banyak terjadi penyimpangan yang justru muncul dan dilakukan oleh KPK itu sendiri. Tentunya hal ini harus menjadi catatan perbaikan bagi nahkoda KPK terpilih mendatang.
KOMITMEN KEPEMIMPINAN
Pastinya akan banyak alat ukur (indikator) yang dapat digunakan dalam melihat kinerja dan keberhasilan KPK. Salah satunya tentu dengan melihat indeks persepsi korupsi, yang digunakan untuk melihat ukuran/tingkat korupsi di suatu negara.
Dapat dilihat beberapa tahun terakhir, berdasarkan data Transparency International pada tahun 2014 skor Indonesia 34 (dari rentang 0 – 100), dan menempati urutan (peringkat) ke 107 dari 175 negara, kemudian pada tahun 2015 skor Indonesia 36 dengan urutan 88 dari 168 negara, lalu pada tahun 2016 skor Indonesia naik satu point menjadi 37 dan menempati peringkat 90 dari 176 negara. Terakhir pada tahun 2018 skor Indonesia naik menjadi 38, dan menempati ranking 89.
Dari catatan tersebut tentu dapat dilihat bahwa meskipun IPK Indonesia mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, namun Indonesia tetap berada di bawa rata-rata, yang mana memperlihatkan sesunggunya bahwa IPK Indonesia masih tergolong rendah. Bahkan, IPK Indonesia lebih rendah dari Timor Leste.
Progress negatif dari waktu ke waktu tersebut, tentu juga menjadi salah satu referensi utama bagi nahkoda KPK mendatang dalam melakukan evaluasi, koreksi dan perbaikan, yang memang masih banyak ‘mewarisi’ skandal kasus korupsi besar yang belum tuntas hingga detik ini. Tentu hal ini akan menjadi catatan penting sekaligus menjadi komitmen kepemimpinan di era KPK mendatang.
Dapat dilihat bagaimana KPK di era kepemimpinan sebelumnya, sejatinya telah hilang arah dalam memberikan skala prioritas terhadap pengungkapan kasus korupsi, dimana KPK rasanya telah gagal dalam mengusut tuntas kasus – kasus besar korupsi (mega corruption) yang telah terjadi, sebaliknya realitas memperlihatkan bahwa KPK tertuju atau terfokus pada kasus-kasus korupsi yang non-potensial serta tidak memiliki nilai substansial dan nilai material yang tinggi (high value).
Dapat dilihat bagaimana sederet mega corruption yang ‘mangkrak’ serta tidak dapat dituntaskan oleh KPK dalam beberapa era sebelumnya, seperti kasus (perkara) KLBI/BLBI yang belum menyentuh obligor curang (tidak koopratif), yang belum bayar sama sekali, Kasus Bank Century juga yang belum tuntas, begitupun dengan Kasus Reklamasi yang berhenti hanya sebatas suap menyuap, lalu Kasus Suap Kementerian ESDM 2013, Kasus Proyek Hambalang, Kasus SKK Migas, Kasus PON Riau 2012, Kasus Wisma Atlet Palembang, Kasus Korupsi Pesawat Garuda 2005-2014, Korupsi di sektor Perpajakan, Korupsi di sektor Migas dan Pertambangan, Kasus Sumber Waras, Tanah Cengkareng, Meikarta, dan skandal korupsi besar lainnya.
Patut menjadi catatan ke depan bagi nahkoda KPK yang akan datang bahwa idealnya prioritas KPK memang seharusnya diarahkan kepada kasus korupsi besar (mega corruption), seperti Korupsi pada bidang SDA, Migas, Pertambangan, Perbankan dan bidang strategis lainnya, serta menyasar pada korupsi di sektor penerimaan dan/atau pendapatan negara yang mana orientasi akhirnya ialah pada cost and asset recovery
Tentunya, pergeseran prioritas yang harus dilakukan di era kepemimpinan nahkoda baru KPK mendatang pada kasus korupsi strategis demikian, memang bukan dalam arti (serta merta) bahwa KPK harus ‘tutup mata’ terhadap kasus-kasus korupsi lainnya, akan tetapi di sinilah peran dari lembaga (institusi penegak hukum) lain, selain KPK untuk mengcover (fungsi koordinasi dan supervisi) dengan Kepolisian dan Kejaksaan dalam pengusutan kasus korupsi lain yang bukan menjadi prioritas utama KPK.
HARAPAN KE DEPAN
Ke depan (forward looking), sangatlah diharapkan KPK di tangan kepemimpinan nahkoda baru di periode mendatang, dapat berjalan sesuai dengan hakikat pembentukannya. Sudah seharusnya nahkoda baru KPK mendatang dapat mengembalikan cita dan visi KPK selaras dengan UU KPK itu sendiri.
Nahkoda KPK baru mendatang harus kembali menyadari bahwa KPK lahir bukanlah karena ketidakmampuan dari lembaga penegak hukum lain – seperti; Kepolisian dan Kejaksaan – dalam menanggulangi permasalahan korupsi, akan tetapi KPK lahir dikarenakan lembaga penegak hukum lain tersebut masih belum dapat steril dari pengaruh (intervensi). Dan oleh karena-nya lah KPK hadir guna memegang mandat triger mechanism; yang mana point pentingnya bahwa KPK tidak dapat berjalan sendiri tanpa ditunjang dan saling mendukung antar sesama penegak hukum lain.
Oleh karena itulah ke depan visi pemberantasan korupsi yang ideal ditangan nahkoda baru KPK mendatang ialah mengembalikan ‘khittah’ KPK dalam semangat integratif dan koordinatif serta mengedepankan sinergitas dan harmonisasi dengan aparatur penegak hukum lainnya dalam menanggulangi polemik dan permasalahan korupsi di Indonesia.
Pada akhirnya, saya ingin mengucapkan selamat datang nahkoda (baru) KPK, selamat telah terpilih untuk menahkodai kapal induk penanggulangan korupsi di Indonesia, selamat menjalankan tugas dan mengemban amanah. Congratulations !
Oleh : Dr. Ahmad Yani, S.H., M.H. ***
*** Penulis ialah Praktisi Hukum (Advokat), Dosen (Pengajar) di Fakultas Hukum Serta Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Muhamadiyah Jakarta, dan Anggota Komisi III DPR RI Periode 2009 – 2014
BERITA TERKINI
-
Lampung 17-October-2026, 10:27
Jamnas XIV PPAJI Resmi Dibuka, 360 Unit American Jeep Meriahkan “Spirit of Krakatoa”
Lampung Selatan – Jambore Nasional (Jamnas) XIV Persatuan Penggemar American Jeep Indonesia (PPAJI
-
OKU - 16-October-2026, 22:37
Himbauan Kapolres OKU AKBP Helmy Tamaela Agar Masyarakat Waspada Kebakaran.
OKU – Kapolres Ogan Komering Ulu (OKU), AKBP Helmy Tamaela, S.I.K., M.I.K., mengimbau seluruh masy
-
MUARA ENIM - 16-October-2026, 19:15
PLN UP3 Lahat dan ULP Muara Enim Perkuat Komitmen Pelayanan
Muara Enim – Sebagai wujud komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan menjaga hubungan
-
LAHAT - 16-October-2026, 18:43
Siapkan Generasi Cerdas Digital, SMA Negeri 1 Lahat Gandeng FH Universitas PGRI Palembang
LAHAT—– Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi, pemahaman hukum
-
LAHAT - 16-October-2026, 18:43
Dua Guru SMAN 1 Lahat Sabet Predikat Terbaik 2 di Workshop Koding dan AI Palcomtech
LAHAT—— Diera digitalisasi ini dan bentuk komitmen SMA Negeri 1 Lahat dalam merespons
-
LAHAT - 16-October-2026, 18:41
Enam SMA Gelar Bimtek Penguat Literasi Numerasi dan Digitalisasi SPMI
LAHAT—– Bimbingan Teknis (Bimtek) penguatan literasi numerasi, implementasi digitalisasi
-
LAHAT - 16-October-2026, 18:39
Kangkangi Rambu-Rambu, Sejumlah Bus, Tronton dan Truck Masuk Kota Lahat Disuruh Mutar Balik Tim Gabungan
LAHAT——Jelas-jelas rambu larangan terpasang terpasang, tapi, seakan para sopir Bus, Tron
-
OKU - 15-October-2026, 20:55
Belasan Gerbong Anjlok dan 4 Awak KAI Luka-luka Akibat Kecelakaan
OKU – Hari Kamis (15/10/2026), sekitar pukul 02.32 WIB terjadi kecelakaan kereta api (KA) yang
-
PALEMBANG - 15-October-2026, 17:09
Bupati Toha Tohet Hadiri Rakor Karhutla Sumsel, Siap Tindak Lanjuti Arahan Menko Polkam
PALEMBANG, SO– Bupati Musi Banyuasin H M Toha Tohet SH menghadiri Rapat Koordinasi Penanganan Keba
-
LAHAT - 15-October-2026, 16:42
Dinkes Lahat dan SMAN 1 PP Sosialisasi Deteksi Dini Penyalahgunaan Narkoba
LAHAT—— Remaja adalah masa depan bangsa, dan menjaga mereka dari bahaya narkoba adala
-
LAHAT - 15-October-2026, 14:48
Pria Ditemukan Dipinggir Jembatan Pagar Batu, Telah Menjalani Perawatan Medis di RSUD Lahat
LAHAT—— Seorang pria tanpa identitas yang ditemukan di pinggir Jembatan Pagar Batu, Kabu
-
LAHAT - 15-October-2026, 14:47
Dari Tangan D.R Satresnarkoba Polres Lahat Sita Ganja Kering Seberat 4,65 Kilogram
LAHAT—— Lagi. Satuan Reserse Narkoba Polres Lahat Berhasil mengungkap kasus dugaan tinda
-
LAHAT - 15-October-2026, 14:47
PWI Lahat Sampaikan Pernyataan Sikap ke-Polres Lahat, Desak Kepolisian Tindak Tegas Pelaku
LAHAT——Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lahat menyampaikan pernyata
-
OKU - 15-October-2026, 12:36
Kenal Sambut Kajari OKU, Momentum Awal Sinergi dan Kolaborasi
Baturaja – Acara kenal sambut KepalaKejaksaan Negeri (Kajari) OKU, Dr. Kristanto Trinoviyandri
-
LAHAT - 15-October-2026, 09:13
Usai Pemilihan Ketua OSIS, Ini Pesan Kepsek SMAN 1 Kikim Timur
LAHAT – Dalam rangka menanamkan nilai-nilai demokrasi dan kepemimpinan sejak dini, SMA Negeri
-
PALEMBANG - 14-October-2026, 21:37
AKTIVIS PEMBARUAN SUMSEL DESAK POLDA USUT TUNTAS BENTROK DI MAPOLDA SUMSEL
PALEMBANG — Aktivis Pembaruan Sumatera Selatan, Rizky Ardiyansyah Sholeh, menyayangkan insiden ben
-
PALEMBANG - 14-October-2026, 21:35
Operasi Sikat I Musi 2026, Polda Sumsel Tindak 1.218 Aksi Premanisme dan Perkuat Kamtibmas
PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan memperkuat komitmen dalam menjaga keamanan dan ketertiban masya
-
PALEMBANG - 14-October-2026, 21:34
Polda Sumsel Tegaskan Komitmen Lindungi Wartawan dan Usut Tuntas Bentrokan di Mapolda
PALEMBANG — Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P. memastikan seluruh
-
PALEMBANG - 14-October-2026, 21:34
Pelantikan Wakapolda dan Sertijab Dirreskrimsus, Polda Sumsel Mantapkan Pelayanan kepada Masyarakat
PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan memperkuat jajaran kepemimpinan melalui pelantikan Wakapolda Su
-
PALEMBANG - 14-October-2026, 21:33
Wagub Cik Ujang Dorong Lulusan UT Palembang Berkontribusi Nyata bagi Pembangunan Sumsel
PALEMBANG – Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Cik Ujang mendorong para lulusan Universit
INVESTIGASI
-
Investigasi 14-September-2015, 22:52
KAJARI LAHAT : PENETAPAN TERSANGKA SIMPEG 2010 “TIDAK ADA TEBANG PILIH”
BANDAR JAYA = Issue yang menyatakan bahwa Kejaksaan Negeri Lahat tebang pilih dalam kasus Sistem Inf
BERITA SEBELUMNYA
LAHAT - 11-October-2026, 11:50
Jangan Biarkan Pelangsir Kuasai BBM Subsidi, YLKI Lahat Raya Desak Polisi Sidak SPBU di Lahat
LAHAT - 11-October-2026, 11:49
Batalnya APBD-P Lahat Jadi Alarm Kepemimpinan, DPRD Didesak Tempuh Langkah Konstitusional
LAHAT - 11-October-2026, 11:48
Asap Karhutla Serang Bumi Seganti Setungguan, Humas Polres Lahat Himbau Masyarakat Gunakan Masker Untuk Lindungi Diri
MUARA ENIM - 10-October-2026, 23:04
Di Muara Lawai, Dua Penggali Sumur Tewas Diduga Gas Beracun
MUARA ENIM - 10-October-2026, 21:43
Ketua Golkar Muara Enim: Aksi Warga Stop Truk Batu Bara PT. MME Sudah Tepat
SUMBAR 10-October-2026, 20:58
Apkasi Peduli Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang Solok, Bursah Zarnubi Tegaskan Solidaritas Antarkabupaten
BANYU ASIN 10-October-2026, 19:35
Herman Deru dan Cik Ujang Tinjau Karhutla di Banyuasin, Uji Teknologi Pemadaman dari Brazil
PALEMBANG - 10-October-2026, 19:35
𝐁𝐮𝐩𝐚𝐭𝐢 𝐄𝐦𝐩𝐚𝐭 𝐋𝐚𝐰𝐚𝐧𝐠 𝐇. 𝐉𝐨𝐧𝐜𝐢𝐤 𝐌𝐮𝐡𝐚𝐦𝐦𝐚𝐝𝐢 𝐇𝐚𝐝𝐢𝐫𝐢 𝐌𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐊𝐞𝐧𝐚𝐥 𝐏𝐚𝐦𝐢𝐭 𝐊𝐚𝐩𝐨𝐥𝐝𝐚 𝐒𝐮𝐦𝐬𝐞𝐥 𝐏𝐞𝐫𝐤𝐮𝐚𝐭 𝐒𝐢𝐧𝐞𝐫𝐠𝐢 𝐏𝐞𝐦𝐞𝐫𝐢𝐧𝐭𝐚𝐡 𝐝𝐚𝐧 𝐊𝐞𝐩𝐨𝐥𝐢𝐬𝐢𝐚𝐧
MUBA - 10-October-2026, 13:29
Hadiri Majelis Dzikir di Sungai Lilin, Wabup Muba Kenang Keteladanan Ulama
LAHAT - 9-October-2026, 21:59
Dari 514 Kabupaten/Kota se-Indonesia, Hanya Pemkab Lahat Tidak Menganggarkan ABT 2026
BANYU ASIN 9-October-2026, 21:09
BANYUASIN UJI REALIZA ANTICHAMAS DILAHAN GAMBUT
LAHAT - 9-October-2026, 19:09
Sikapi Terkait Pemberitaan Tidak Ada Anggaran ABT, Ini Penjelasan Ketua PW GNPK-RI Sumsel
LAHAT - 9-October-2026, 18:10
SMA Negeri 1 Kikim Barat Pacu Mutu Lewat Visitasi Akreditasi
MUARA ENIM - 9-October-2026, 16:48
Pelarian Tersangka Pembunuhan Anak Di Muara Enim Berakhir di Jawa Barat
MUARA ENIM - 9-October-2026, 03:06
Polisi Gagalkan Transaksi Ekstasi di Muara Enim, Dua Orang Diamankan
BANYU ASIN 8-October-2026, 21:08
BNK BNYUASIN DORONG PERAN KELUARGA DAN MASYARAKAT
LAHAT - 8-October-2026, 21:07
Ajang Nasional 2026, Tiga Siswa SMAN 4 Lahat Panen Mendali
PALEMBANG - 8-October-2026, 20:34
Wagub Cik Ujang Dorong Perguruan Tinggi Berkontribusi Nyata bagi Pembangunan Sumsel
LAHAT - 8-October-2026, 20:33
APBD Perubahan Batal, Tiga Kali DPRD Surati Pemkab Lahat Hingga Batas Waktu Proses Belum Tuntas
LAHAT - 8-October-2026, 17:44
Seorang Perempuan Diduga Pengedar Sabu di Kikim Tengah Diungkap Satresnarkoba Polres Lahat
LAHAT - 8-October-2026, 17:43
Gubuk Reot Nenek Kamisah, Mulai Dibongkar Untuk Direhab Jadi RSLH
MUBA - 8-October-2026, 16:35
Bupati Muba Cek Dampak Asap Karhutla, Fasilitas Kesehatan Disiagakan
LAHAT - 8-October-2026, 02:57
H. Adriansyah: Golkar Lahat di Tangan Tepat, Selamat Ibu Sri Marhaeni!
MUARA ENIM - 7-October-2026, 20:41
Polsek Rambang amankan Pria Bersama TV Hasil Curian
PALEMBANG - 7-October-2026, 20:37
Muara Enim Jadi Tuan Rumah FORPROV II KORMI Sumsel, Cik Ujang Tekankan Koordinasi Panitia
CATATAN SRIWIJAYA
-
Catatan Sriwijaya 3-April-2024, 15:49
Niat Jahat dan Unsur Dengan Sengaja Dalam Pertangungjawaban Pidana
Oleh Burmansyahtia Darma, S.H
Advokat Pada Kantor Hukum BSD Lawyer
-
Catatan Sriwijaya 26-November-2023, 22:50
DETERMINASI POLITIK TERHADAP HUKUM
Oleh Burmansyahtia Darma,S.H.
Muara Enim - Pemilihan Calon Legislatif atau yang trend nya Calon Anggota D
-
Catatan Sriwijaya 26-December-2020, 21:50
TEDDY LASZUARDY (1) :
-
Catatan Sriwijaya 15-June-2020, 10:46
Terdakwa Penyiram Novel Baswedan Dituntut 1 Tahun, Kok Bisa ?
Oleh :Burmansyahtia D
-
Catatan Sriwijaya 1-June-2020, 11:50
SAYA PANCASILA : ANTARA IDEALITA DAN REALITA
Oleh :Burmansyahtia Darma,S.H
Advokat pada kantor Hukum BSD Lawyer
-
Catatan Sriwijaya 18-April-2020, 07:17
CORONA & RAMADHAN : Sehari Saja
Oleh : oleh Burmansyahtia Darma,S.H
Indonesia menjadi salah satu negara yang terjangkit penyebaran Virus Covid-
-
Catatan Sriwijaya 9-January-2020, 21:26
“KOMISIONER KPU” TERJERAT OTT, PERMASALAHAN BERAWAL DARI REKRUTMEN YANG BURUK
-
Catatan Sriwijaya 30-December-2018, 09:17
ALUMNI HIMPUNAN DALAM PUSARAN POLITIK BERBIAYA MAHAL
Menghadapi pemilihan umum tahun 2019 disikapi oleh keluarga besar Himpunan Mahasiswa Islam Lubukling
-
Catatan Sriwijaya 13-December-2018, 16:11
WILLY LP : MENDUKUNG OPSI MILITER DI PAPUA
Konflik di tanah Papua kembali memanas pasca tewasnya 19 pekerja PT. Istaka Karya (sumber lain menye
-
Catatan Sriwijaya 26-August-2018, 22:26
MEMBUNUH DEMOKRASI, MERAMPAS HAK ASASI
Oleh : Burmansyahtia Darma,S.H Advokat/Pemerhati Hukum dan Politik Indonesia adalah Negara hukum, i
-
Catatan Sriwijaya 22-December-2017, 20:35
AHMAD YANI (7) : REFLEKSI AKHIR TAHUN : PERSOALAN PRAKTIK PENEGAKAN HUKUM DI TANAH AIR
Tinggal menghitung hari, jam, menit dan detik kita akan memasuki pergantian tahun 2019, sebuah momen
-
Catatan Sriwijaya 29-October-2017, 06:53
CATATAN RIO CK (11) : MOMENTUM PERGANTIAN TAHUN : Refleksi, Evaluasi, Dan Proyeksi Lembaga Penegakan Hukum
Siklus pergantian tahun yang akan sesegera usai dan berakhir dapatlah dijadikan sebuah momentum un
-
Catatan Sriwijaya 21-December-2014, 01:24
BSD (1) : CARA BAIK DAN BENAR KORUPSI GRATIFIKASI
Untuk mencegah atau mengetahui modus operandi Korupsi Gratifikasi, penulis menggunakan metode ter
APA dan SIAPA
-
Catatan Sriwijaya 12-August-2023, 23:10
Boim Balon Legislatif Muara Enim Dapil 5, Siap Sejahterakan Rakyat Lewat Golkar
Muara Enim - Pemilihan Calon Legislatif atau yang trend nya Calon Anggota D
-
MUARA ENIM - 15-April-2019, 14:33
Sutradara Cantik Film “Anak Kopi” Produksi Java creation Pemkab Muara Enim
Muara Enim, Sriwijayaonline.com - Banyak Usaha dan Dobrakan yang terus dilakukan oleh Bupati Muara E




