ISI

Kebun Kopi Terbakar Akibat Bara Api, Polisi Beri Teguran Keras dan Kedepankan Penindakan dengan Hati Nurani


26-August-2026, 18:13


LAHAT SRIWIJAYA ONLINE—— Bara api yang ditinggalkan saat memasak air di sebuah dangau nyaris menjadi petaka bagi kebun kopi milik warga di Desa Mangun Sari, Kecamatan Jarai, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, Senin (24/8/2026).

Peristiwa tersebut terungkap setelah personel Polsek Jarai melakukan pengecekan langsung ke titik hotspot yang terdeteksi satelit sekitar pukul 14.09 WIB.

Hasil pengecekan di lapangan menemukan adanya asap yang berasal dari area perkebunan kopi warga. Lokasi kebakaran berada di kawasan perbukitan dengan luas lahan yang terdampak sekitar 0,5 hektare.

Dari hasil pemeriksaan dan pengumpulan bahan keterangan, kebakaran diketahui terjadi di kebun kopi milik Marta Dinata.

“Api diduga bermula ketika Marta memasak air di sebuah dangau atau pondok yang berada di kawasan kebunnya,” ujar Kapolres Lahat AKBP Novi Edyanto S.Ik M Ik melalui Kasat Reskrim AKP M Ridho Pradani, Spd SH, Selasa (25/8).

Informasi yang dihimpun, saat proses memasak berlangsung, Marta meninggalkan lokasi sejenak untuk melakukan penyemprotan. Bara api yang belum benar-benar padam kemudian tertiup angin cukup kencang. Kondisi cuaca yang panas dan vegetasi yang mudah terbakar membuat bara tersebut menyebar hingga membakar area di sekitar lokasi.

Api tidak hanya membakar Vegetasi dan lahan perkebunan, tetapi juga mengenai tanaman kopi milik Marta. Tanaman kopi yang terdampak merupakan tanaman yang telah dirawat dan berada pada kondisi siap panen.

Akibat kejadian tersebut, Marta mengalami kerugian berupa lahan perkebunan yang terbakar serta tanaman kopi sebanyak 1000 batang yang siap dipanen ikut terdampak. Kerugian tersebut menjadi pukulan tersendiri bagi pemilik kebun karena tanaman kopi yang telah dirawat selama ini berpotensi menghasilkan pendapatan bagi keluarga.

Marta sempat berupaya memadamkan api setelah mengetahui kebakaran tersebut. “Upaya pemadaman kemudian dibantu personel Polsek Jarai bersama masyarakat setempat hingga api berhasil dikendalikan dan tidak meluas ke area perkebunan lainnya.

Menanggapi kejadian tersebut, pihak kepolisian memberikan teguran keras kepada pemilik kebun agar lebih berhati-hati dalam menggunakan api, khususnya di kawasan perkebunan dan lahan yang memiliki vegetasi mudah terbakar.

Polisi menekankan bahwa membakar atau meninggalkan sumber api tanpa pengawasan dapat menimbulkan dampak yang lebih luas, terlebih ketika kondisi cuaca panas dan angin cukup kencang.

Dalam penanganan kejadian tersebut, kepolisian tetap mengedepankan langkah penindakan hukum dengan hati nurani. Artinya, setiap peristiwa tetap ditangani sesuai ketentuan yang berlaku, namun kondisi, fakta di lapangan, serta dampak yang dialami masyarakat juga menjadi pertimbangan dalam mengambil langkah penanganan.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat memberikan efek jera sekaligus menjadi pembelajaran bagi masyarakat agar lebih bertanggung jawab dalam menggunakan api, tanpa mengabaikan sisi kemanusiaan dan kondisi warga yang terdampak.

Teguran tersebut sekaligus menjadi peringatan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Pencegahan kebakaran lahan membutuhkan kesadaran bersama, bukan hanya mengandalkan petugas ketika api sudah membesar.

Dalam penanganan kejadian ini, petugas juga melakukan pengumpulan bahan keterangan, berkoordinasi dengan pemerintah desa, serta mendokumentasikan kondisi lahan yang terdampak. “Pemilik kebun berjanji, serta dari pihak desa dan masyarakat juga memaafkan tindakannya. Sehingga tidak kami lakukan penahanan, lantaran tindakannya tidak disengaja dan justru mengalami krugian berapa kebun kopi yang hangus terbakar,” sampainya.
Marta kemudian membuat surat pernyataan terkait kejadian tersebut. Dalam surat itu, ia menyatakan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan atau kelalaian yang dapat menyebabkan kebakaran lahan, baik disengaja maupun tidak disengaja.

Ia juga menyatakan siap diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku apabila kembali melakukan perbuatan yang menyebabkan kebakaran lahan miliknya maupun lahan orang lain.

Ditambahkan Kanit Pidsus Polres Lahat Iptu Achmad Syarif S.Psi.,M.Si. bahwa peristiwa di Mangun Sari ini menjadi pengingat bahwa bara kecil yang dianggap sepele dapat berubah menjadi ancaman serius. Terlebih ketika kondisi kebun kering, angin cukup kuat, dan cuaca panas.

Polisi mengimbau masyarakat, khususnya para petani dan pemilik kebun, agar tidak meninggalkan api atau sumber bara dalam kondisi apa pun. Setiap aktivitas yang menggunakan api hendaknya diawasi dan dipastikan benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi.

Kepolisian juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran lahan. Kehati-hatian dalam menggunakan api bukan hanya untuk melindungi kebun milik sendiri, tetapi juga mencegah api merembet dan merugikan masyarakat lainnya. (D1N)

Bagikan ke :
Share on Facebook Share on Google+ Tweet about this on Twitter Email this to someone Share on LinkedIn Pin on Pinterest

BERITA TERKINI

INVESTIGASI

BERITA SEBELUMNYA

LAHAT - 11-October-2026, 11:50

Jangan Biarkan Pelangsir Kuasai BBM Subsidi, YLKI Lahat Raya Desak Polisi Sidak SPBU di Lahat

LAHAT - 11-October-2026, 11:49

Batalnya APBD-P Lahat Jadi Alarm Kepemimpinan, DPRD Didesak Tempuh Langkah Konstitusional

LAHAT - 11-October-2026, 11:48

Asap Karhutla Serang Bumi Seganti Setungguan, Humas Polres Lahat Himbau Masyarakat Gunakan Masker Untuk Lindungi Diri

MUARA ENIM - 10-October-2026, 23:04

Di Muara Lawai, Dua Penggali Sumur Tewas Diduga Gas Beracun

MUARA ENIM - 10-October-2026, 21:43

Ketua Golkar Muara Enim: Aksi Warga Stop Truk Batu Bara PT. MME Sudah Tepat

SUMBAR 10-October-2026, 20:58

Apkasi Peduli Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang Solok, Bursah Zarnubi Tegaskan Solidaritas Antarkabupaten

BANYU ASIN 10-October-2026, 19:35

Herman Deru dan Cik Ujang Tinjau Karhutla di Banyuasin, Uji Teknologi Pemadaman dari Brazil 

PALEMBANG - 10-October-2026, 19:35

𝐁𝐮𝐩𝐚𝐭𝐢 𝐄𝐦𝐩𝐚𝐭 𝐋𝐚𝐰𝐚𝐧𝐠 𝐇. 𝐉𝐨𝐧𝐜𝐢𝐤 𝐌𝐮𝐡𝐚𝐦𝐦𝐚𝐝𝐢 𝐇𝐚𝐝𝐢𝐫𝐢 𝐌𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐊𝐞𝐧𝐚𝐥 𝐏𝐚𝐦𝐢𝐭 𝐊𝐚𝐩𝐨𝐥𝐝𝐚 𝐒𝐮𝐦𝐬𝐞𝐥 𝐏𝐞𝐫𝐤𝐮𝐚𝐭 𝐒𝐢𝐧𝐞𝐫𝐠𝐢 𝐏𝐞𝐦𝐞𝐫𝐢𝐧𝐭𝐚𝐡 𝐝𝐚𝐧 𝐊𝐞𝐩𝐨𝐥𝐢𝐬𝐢𝐚𝐧 

MUBA - 10-October-2026, 13:29

Hadiri Majelis Dzikir di Sungai Lilin, Wabup Muba Kenang Keteladanan Ulama 

LAHAT - 9-October-2026, 21:59

Dari 514 Kabupaten/Kota se-Indonesia, Hanya Pemkab Lahat Tidak Menganggarkan ABT 2026 

BANYU ASIN 9-October-2026, 21:09

BANYUASIN UJI REALIZA ANTICHAMAS DILAHAN GAMBUT

LAHAT - 9-October-2026, 19:09

Sikapi Terkait Pemberitaan Tidak Ada Anggaran ABT, Ini Penjelasan Ketua PW GNPK-RI Sumsel 

LAHAT - 9-October-2026, 18:10

SMA Negeri 1 Kikim Barat Pacu Mutu Lewat Visitasi Akreditasi

MUARA ENIM - 9-October-2026, 16:48

Pelarian Tersangka Pembunuhan Anak Di Muara Enim Berakhir di Jawa Barat

MUARA ENIM - 9-October-2026, 03:06

Polisi Gagalkan Transaksi Ekstasi di Muara Enim, Dua Orang Diamankan

BANYU ASIN 8-October-2026, 21:08

BNK BNYUASIN DORONG PERAN KELUARGA DAN MASYARAKAT 

LAHAT - 8-October-2026, 21:07

Ajang Nasional 2026, Tiga Siswa SMAN 4 Lahat Panen Mendali 

PALEMBANG - 8-October-2026, 20:34

Wagub Cik Ujang Dorong Perguruan Tinggi Berkontribusi Nyata bagi Pembangunan Sumsel

LAHAT - 8-October-2026, 20:33

APBD Perubahan Batal, Tiga Kali DPRD Surati Pemkab Lahat Hingga Batas Waktu Proses Belum Tuntas

LAHAT - 8-October-2026, 17:44

Seorang Perempuan Diduga Pengedar Sabu di Kikim Tengah Diungkap Satresnarkoba Polres Lahat 

LAHAT - 8-October-2026, 17:43

Gubuk Reot Nenek Kamisah, Mulai Dibongkar Untuk Direhab Jadi RSLH 

MUBA - 8-October-2026, 16:35

Bupati Muba Cek Dampak Asap Karhutla, Fasilitas Kesehatan Disiagakan

LAHAT - 8-October-2026, 02:57

H. Adriansyah: Golkar Lahat di Tangan Tepat, Selamat Ibu Sri Marhaeni!

MUARA ENIM - 7-October-2026, 20:41

Polsek Rambang amankan Pria Bersama TV Hasil Curian

PALEMBANG - 7-October-2026, 20:37

Muara Enim Jadi Tuan Rumah FORPROV II KORMI Sumsel, Cik Ujang Tekankan Koordinasi Panitia 

CATATAN SRIWIJAYA

  • Catatan Sriwijaya 26-November-2023, 22:50

    DETERMINASI POLITIK TERHADAP HUKUM

    Oleh Burmansyahtia Darma,S.H.

    Muara Enim - Pemilihan Calon Legislatif atau yang trend nya Calon Anggota D

  • Catatan Sriwijaya 18-April-2020, 07:17

    CORONA & RAMADHAN : Sehari Saja

    Oleh : oleh Burmansyahtia Darma,S.H

    Indonesia menjadi salah satu negara yang terjangkit penyebaran Virus Covid-

APA dan SIAPA

FACEBOOKERS SRIWIJAYA ONLINE