ISI

BANJIR DI SUMATERA BARAT: BENCANA ATAU RENCANA? 

Penulis : Suci Sastira Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang

1-December-2025, 21:56


Laporan Utama Sumatera Barat — Hujan deras yang mengguyur wilayah Sumatera Barat selama beberapa hari terakhir kembali memicu banjir besar di sejumlah daerah. Peristiwa ini bukan hanya menyebabkan rumah dan fasilitas umum terendam, tetapi juga menuai pertanyaan publik: apakah banjir ini merupakan bencana alam semata, ataukah terdapat jejak kelalaian manusia sehingga bencana tersebut terasa seperti sebuah “rencana”?

Peristiwa banjir yang melanda Kabupaten Tanah Datar, Agam, Solok, Kota Padang Panjang, hingga Padang telah menimbulkan kerugian yang cukup besar. Data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat puluhan rumah rusak, ratusan warga mengungsi, akses jalan terputus, dan sejumlah fasilitas pendidikan terpaksa menghentikan kegiatan belajar mengajar.

Curah Hujan Tinggi, Tapi Bukan Faktor Tunggal

Banyak pihak menilai bahwa fenomena ini bukan lagi insiden alam yang bersifat siklus tahunan, melainkan hasil dari akumulasi kerusakan lingkungan di wilayah hulu sungai. Sumatera Barat dikenal sebagai daerah dengan bentang alam perbukitan dan kawasan hulu yang sensitif terhadap perubahan tata ruang.

Menurut Dr. Irwan Syafwan, ahli hidrologi dari Universitas Andalas, intensitas hujan memang menjadi pemicu, tetapi bukan penyebab utama.

“Hujan hanya pemicu. Penyebabnya adalah kerusakan ekosistem. Hutan tidak lagi mampu menyerap air, sehingga limpasan permukaan meningkat dan langsung mengalir ke daerah padat penduduk,” jelasnya saat ditemui dalam forum diskusi mitigasi bencana, Senin (1/12).

Ia menambahkan bahwa pola alih fungsi lahan tanpa perencanaan, maraknya penambangan batu, pasir, hingga pembukaan lahan untuk perkebunan, memperparah kondisi tersebut.

Izin Lingkungan Dipertanyakan

Sorotan publik juga mengarah pada lemahnya pengawasan terhadap izin kegiatan pertambangan dan pengelolaan ruang di kawasan perbukitan. Aktivis lingkungan menilai bahwa izin-izin tersebut sering dikeluarkan tanpa kajian lingkungan yang memadai.

Ketua Koalisi Peduli Alam Sumatera Barat, Ardhana Putra, menyebutkan bahwa terdapat sejumlah titik pertambangan yang beroperasi di dekat aliran sungai.

“Jika masyarakat patuh menjaga lingkungan tetapi perusahaan tidak diawasi, hasilnya seperti ini. Pertanyaan masyarakat sangat masuk akal: apakah ini bencana atau akibat perencanaan yang buruk?” ujarnya.

Respons Pemerintah: Evaluasi atau Sekadar Retorika?

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyatakan bahwa pihaknya sudah menurunkan tim untuk mengevaluasi dan melakukan pemetaan. Namun publik skeptis mengenai efektivitas kebijakan tersebut, mengingat kejadian serupa terjadi hampir setiap tahun.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumatera Barat dalam konferensi pers menyatakan:

“Kami akan mengevaluasi izin-izin yang dianggap berpotensi memperburuk kerusakan kawasan DAS. Upaya konservasi akan dipercepat.”

Meski demikian, belum ada informasi mengenai pencabutan izin operasional atau sanksi terhadap pelanggaran lingkungan.

Warga Merasa Ditinggalkan

Di tengah perdebatan ilmiah dan kebijakan, masyarakat menjadi pihak yang paling menderita. Bagi mereka, persoalan banjir bukan lagi isu teknis tetapi kenyataan pahit yang harus dihadapi setiap musim hujan.

Salah seorang warga Nagari Batu Taba, Syamsul Bahri, mengaku pasrah namun juga kecewa.

“Setiap tahun kami kebanjiran. Rumah kami rusak, sawah gagal panen. Kalau pemerintah hanya menunggu bencana baru bergerak, kapan keadaan berubah?” katanya dengan nada berat.

Alarm Ekologis yang Sering Diabaikan

Peristiwa banjir di Sumatera Barat bukan sekadar tragedi tahunan. Ini adalah tanda kerusakan ekologis yang semakin nyata. Jika pengelolaan lingkungan tidak diperbaiki, konservasi tidak diperkuat, serta mekanisme pengawasan tidak diperketat, maka banjir bukan lagi “kejadian alam”, tetapi konsekuensi dari kebijakan yang salah urus.

Dan ketika bencana dapat diprediksi tetapi tetap terjadi, publik berhak bertanya: ini bencana, atau rencana?

Bagikan ke :
Share on Facebook Share on Google+ Tweet about this on Twitter Email this to someone Share on LinkedIn Pin on Pinterest

BERITA TERKINI

INVESTIGASI

BERITA SEBELUMNYA

PALEMBANG - 2-October-2026, 15:40

𝐁𝐮𝐩𝐚𝐭𝐢 𝐝𝐚𝐧 𝐒𝐞𝐤𝐝𝐚 𝐄𝐦𝐩𝐚𝐭 𝐋𝐚𝐰𝐚𝐧𝐠 𝐇𝐚𝐝𝐢𝐫𝐢 𝐏𝐞𝐧𝐠𝐮𝐤𝐮𝐡𝐚𝐧 𝐊𝐃𝐄𝐊𝐒 𝐒𝐮𝐦𝐬𝐞𝐥 𝐝𝐚𝐧 𝐊𝐚𝐛𝐮𝐩𝐚𝐭𝐞𝐧/𝐊𝐨𝐭𝐚 𝐬𝐞-𝐒𝐮𝐦𝐚𝐭𝐞𝐫𝐚 𝐒𝐞𝐥𝐚𝐭𝐚𝐧

EMPAT LAWANG - 2-October-2026, 04:20

𝐔𝐧𝐬𝐞𝐥𝐚 𝐏𝐞𝐫𝐥𝐮𝐚𝐬 𝐉𝐚𝐧𝐠𝐤𝐚𝐮𝐚𝐧 𝐏𝐌𝐁 𝟐𝟎𝟐𝟔/𝟐𝟎𝟐𝟕, 𝐁𝐚𝐧𝐠𝐮𝐧 𝐒𝐢𝐧𝐞𝐫𝐠𝐢 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐦𝐤𝐚𝐛 𝐄𝐦𝐩𝐚𝐭 𝐋𝐚𝐰𝐚𝐧𝐠 

PALEMBANG - 1-October-2026, 21:37

Beli Tanah Rp210 Juta untuk Pesantren, Warga Pagar Alam Laporkan Wali Kota Pagar Alam Dugaan Penipuan ke Polda Sumsel 

LAHAT - 1-October-2026, 21:35

Optimalkan Pemberitaan Positif di Pendidikan, PWI Lahat Jalin Kerjasama Dengan Seluruh SMA 

LAHAT - 1-October-2026, 21:35

Polres Lahat Laksanakan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 

LAHAT - 1-October-2026, 21:28

DPO Selama Sembilan Bulan, AA Kasus Curat Berhasil Diringkus Unit Reskrim Polsek Kikim Timur 

MUBA - 1-October-2026, 20:15

SIGAPKE MUBA Diluncurkan, Bupati Toha Tohet Apresiasi Tenaga Kesehatan 

BANYU ASIN 1-October-2026, 19:46

PANEN RAYA PADI IP 100 BUPATI BANYUASIN PERKUAT KETAHANAN PANGAN

BANYU ASIN 1-October-2026, 19:45

BPKAD BANYUASIN BAHAS PERATURAN PERUBAHAN STANDAR BIYAYA 2026

BANYU ASIN 1-October-2026, 09:55

BANYUASIN TINGKATKAN PRODUKSI PADI NOMOR SATU DI INDONESIA

LAHAT - 30-September-2026, 16:59

Polres Lahat Raih KPPN Lahat Award 2026, Catat Nilai IKPA Terbaik Kategori Pagu Besar

MUBA - 30-September-2026, 16:58

HUT ke-70 Muba, Bupati Toha Tegaskan Pembangunan Harus Berujung pada Kesejahteraan

LAHAT - 30-September-2026, 16:56

Tabrakan Antara Mobil Dump Truck VS Bus PT AMM

PALEMBANG - 30-September-2026, 12:54

𝐀𝐛𝐝𝐮𝐥𝐥𝐚𝐡 𝐀𝐫𝐚𝐟𝐚𝐡 𝐊𝐞𝐦𝐛𝐚𝐥𝐢 𝐝𝐢 𝐊𝐏𝐈𝐃 𝐒𝐮𝐦𝐬𝐞𝐥, 𝐃𝐨𝐫𝐨𝐧𝐠 𝐑𝐚𝐝𝐢𝐨 𝐁𝐞𝐫𝐚𝐝𝐚𝐩𝐭𝐚𝐬𝐢 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐄𝐫𝐚 𝐃𝐢𝐠𝐢𝐭𝐚𝐥

LAHAT - 30-September-2026, 12:36

Mahendra Reza Wijaya Polisikan Sariyono Terkait Pencemaran Nama Baik dan UU ITE

PALEMBANG - 29-September-2026, 19:44

PERHAPI SUMSEL APRESIASI KEBIJAKAN KEMENTERIAN ESDM, IMBAU PEMEGANG IUP GUNAKAN IUJP LOKAL

LAHAT - 29-September-2026, 13:05

Peredaran Ganja di Kikim Selatan Diungkap, Satresnarkoba Polres Lahat Aman TSK Berikut BB 22 Paket 

LAHAT - 29-September-2026, 12:37

Ketua PW GNPK RI Sumsel Angkat Bicara Maraknya LSM Datangi Proyek APBD Lahat 

LAHAT - 29-September-2026, 12:08

Aksi Demo JAKSI ke-Kejari Massa 10 Orang, Aprizal Muslim: Massa Demo dari Kalangan Tukang Ojek

LAHAT - 28-September-2026, 21:36

Warga Pseksu Kikim Sumringah, Jalan Idaman Akhirnya Terwujud, Terima Kasih Bupati Bursah

MUARA ENIM - 28-September-2026, 21:36

TO Ops Sikat I Musi 2026 Dibekuk Polsek Rambang, Pria 50 Tahun Diamankan Terkait Pencurian

LAHAT - 28-September-2026, 20:09

Jalan Menuju Megalit Dilebarkan, Warga: Terima Kasih Bupati Dan Wabup Lahat

LAHAT - 28-September-2026, 18:42

Hadiri Seminar Buruh Sawit, Wabup Lahat Widia Berkomitmen Perkuat Perlindungan dan Kesejahteraan Pekerja

BANYU ASIN 28-September-2026, 18:41

PEMERINTAH KABUPATEN BANYUASIN SIAPKAN DATA PEMERIKSAAN GWPP

LAHAT - 28-September-2026, 18:41

Dua Pelaku Terduga Pencuri Kabel Mesin Motor Grader Berhasil Dicokok Tim Jagal Bandit Polres Lahat

CATATAN SRIWIJAYA

  • Catatan Sriwijaya 26-November-2023, 22:50

    DETERMINASI POLITIK TERHADAP HUKUM

    Oleh Burmansyahtia Darma,S.H.

    Muara Enim - Pemilihan Calon Legislatif atau yang trend nya Calon Anggota D

  • Catatan Sriwijaya 18-April-2020, 07:17

    CORONA & RAMADHAN : Sehari Saja

    Oleh : oleh Burmansyahtia Darma,S.H

    Indonesia menjadi salah satu negara yang terjangkit penyebaran Virus Covid-

APA dan SIAPA

FACEBOOKERS SRIWIJAYA ONLINE