ISI
MENGKRITISI KETIDAK-SIAP-SIAGAAN PEMERINTAH DALAM MENANGGULANGI WABAH PANDEMI CORONAVIRUS DISEASE 2019 (COVID – 19)
21-March-2020, 08:11
Jakarta – Hari menghitung hari ditengah wabah pandemi Coronavirus Disease (COVID 19)/Virus Corona, dapat dirasakan semakin mengkhawatirkan, khususnya bagi warga yang ada di Ibukota – Jakarta atau Jabodetabek dan sekitarnya maupun warga masyarakat lainnya di berbagai wilayah Indonesia, yang boleh dikatakan memiliki beban psikis/psikologis yang cukup berat dalam menghadapi realitas merebak-nya pandemi virus corona (COVID – 19).
Hal ini tentu tidak lah heran sebab dari waktu ke waktu, dari sejak ditetapkannya 2 (dua) orang pertama yang teridentifikasi positif virus corona (Senin, 02/03/2020), sampai saat ini angka/data secara kuantitatif memperlihatkan grafik peningkatan yang cukup significant, data terakhir bersamaan dengan tulisan ini dibuat memperlihatkan bahwa kasus global yang terkonfirmasi ialah sebanyak 245.484 dan untuk di Indonesia, orang yang diperiksa sebanyak 1.898, Positif COVID – 19 sebanyak 369, Sembuh (Positif COVID – 19) sebanyak 17, Meninggal (Positif COVID – 19) sebanyak 32, Negatif COVID – 19 sebanyak 1.570, dan dalam proses pemeriksaan sebanyak 21 (data terupdate per 20/03/2020, sumber COVID19.GO.ID). Tentu ini bukanlah kabar baik dan berita yang gembira (bahagia), namun justru sebaliknya, kabar buruk dan duka bagi perjalanan peradaban bangsa.
Melalui narasi singkat ini secara objektif dengan melepaskan sentimen politis, maupun aspek sensasional lainnya sebagaimana yang telah saya baca di beberapa artikel-tulisan singkat sebelumnya, akan coba diketengahkan beberapa point kritis dan konstruktif yang dialamatkan kepada pemerintah pusat (untuk selanjutnya disebut pemerintah) dalam menanggulani pandemi virus corona.
LATAR BELAKANG
Pada awalnya, secara personal saya juga tidak terlalu ‘tertarik’ dan ‘semangat’ untuk menarasikan beberapa sumbangsih pemikiran dan pandangan kritis terkait isue wabah corona (yang saat ini tengah mewabah) melalui ruang tulisan singkat ini, hal yang memang dikarenakan diluar kelaziman menulis hal – hal yang menyangkut topik diluar disiplin ilmu yang ditekuni (bukan orang medis/kesehatan).
Namun, seiring perjalanan waktu, realitas yang ada di depan mata, memperlihatkan keadaan yang cukup miris sekaligus memprihatinkan, khususnya terhadap sikap dan langkah yang dilakukan oleh pemerintah dalam merespon, mengantisipasi, dan mendeteksi dini penyebaran virus corona dari awal hingga (terjadi) saat ini. Dan oleh karenanya, dengan beberapa batu uji secara faktual dan objektif serta dengan sandaran pada isue kemanusiaan dan peradaban, saya coba untuk menarasikan beberapa pandangan kritis konstruktif ke dalam tulisan singkat ini.
ISU KRUSIAL
Secara prinsip, point krusial pertama, ialah bahwa dari hulu (awalnya) ketika pertama kali muncul wabah virus corona di Wuhan (Cina) dan juga telah menyebar ke beberapa negara lain, seperti Italia, Prancis, Iran, Filipina, Singapura, Malaysia dan negara lain-nya, Pemerintah dalam hal ini, seakan jumawa atau/bahkan dapat dikatakan terlalu percaya diri (over condfident) serta tidak ada langkah antisipasi/deteksi dini dalam mengantisipasi kemungkinan awal virus corona tersebut mewabah di Indonesia, malah dapat dilihat dari berbagai kesempatan dan pernyataan beberapa pembantu Presiden (menteri) yang justru menihilkan kemungkinan virus corona berkembang di Indonesia.
Tentu, ini sangat lah disayangkan, andaikan dari awal pemerintah merespon virus corona yang terjadi di negara luar tersebut secara responsif dan antisipatif, mungkin realitas yang terjadi di Indonesia saat ini, tidaklah sama dengan apa yang menjadi kondisi faktual detik ini, setidak- tidaknya dapat diminimalisir sedini mungkin.
Sedari awal, andaikan langkah antisipasi telah dibuat/dipersiapkan, misalkan secara sederhana dengan membatasi secara ketat pintu masuk kedatangan dari negara luar, ataupun dari negara – negara yang secara vital telah terjangkit virus corona, setidaknya hal tersebut satu langkah, telah dapat meminimalisir angka suspected virus corona saat ini.
Dan point krusial yang kedua, ialah tidak adanya skala prioritas pemerintah terhadap keselamatan/kesehatan warga negara atau ‘rakyatnya’. Sejak awal kasus COVID – 19 dinyatakan telah positif (ada) menjangkit 2 (dua) kasus pertama Warga Negara Indoenesia (WNI), bahkan dapat dilihat alih – alih membicarakan bagaimana langkah taktis dan strategis menanggulangi virus corona agar tidak menjadi pandemi dan menjangkit warga masyarakat lainnya, malah sidang kabinet (pertama) pemerintah merespon keadaan tersebut justru lebih menitikberatkan pada aspek ekonomi dan investasi (dalam hal ini penyelamatan ekonomi dan investasi mendapat tempat/prioritas utama dari pemerintah), sungguh sebuah ironi.
NEGARA ABSEN, ABAI & LALAI
Secara lebih lanjut, dapat pula dilihat sedari awal virus corona ini muncul – berkembang, dan belum menunjukan angka penularan/penyebaran yang besar, pemerintah pun bahkan terasa abai, dapat dikatakan negara (absen) tidak hadir sama sekali. Bahkan untuk hal – hal yang sangat kecil dan sederhana, seperti ketersediaan masker pun sudah menjadi barang langka sekaligus barang mewah, dapat dilihat sangat sulit sekali mencari masker atau sekedar hand sanitizer/antiseptic bagi warga masyarakat yang ingin proaktif dalam mencegah dan agar tidak tertular dari COVID – 19 tersebut.
Pada minggu yang lalu, tepatnya (Senin, 09/03/2020), saya juga sempat berpergian ke luar kota di dalam negeri, meninggalkan Jakarta menuju Medan untuk beberapa hari dan selanjutnya pulang ke kampung halaman di Palembang dan balik ke Jakarta untuk selanjutnya melakukan perjalanan darat ke Solo, dan fakta realitas yang saya jumpai ditengah virus corona yang sudah menunjukan angka/grafik yang (akan) naik pada saat itu, justru dalam hal ini di beberapa objek vital, seperti Bandara, masih sangat sulit untuk menemukan masker ataupun melihat tersedianya hand sanitizer/antiseptic, bahkan terlihat aktivitas di beberapa objek vital tersebut meskipun terlihat cukup sepi (tidak seramai biasanya) namun seperti tidak ada langkah taktis yang dilakukan oleh pemerintah sedini mungkin dalam mengantisipasi wabah COVID 19 agar tidak berlanjut/berkembang, tidak ada protap dan protokol pemeriksaan kesehatan di beberapa objek vital tersebut (pada waktu itu).
Negara seakan abai/lalai/absen (tidak hadir) dalam upaya menanggulangi/mengantisipasi sedini mungkin wabah pandemi COVID-19. Tentu, dapatlah dilihat bahwa negara memiliki organ pemerintahan yang sistematis, dukungan anggaran yang memadai (meskipun tidak kuat), serta (seharusnya) memiliki politic will yang memberikan skala prioritas bagi keselamatan/kesehatan warga negara, yang memang sudah menjadi tugas/kewajiban konstitusional bagi negara untuk memenuhi-nya (untuk melindungi segenap warga negara dan seluruh tumpah darah Indonesia) atau dalam hal ini pemerintah wajib menjamin keselamatan warga negara, dan selaras dengan hak konstitusional warga negara (untuk memperoleh jaminan/pelayanan kesehatan), yang memang harus dipenuhi oleh negara.
KETIDAKSIAPSIAGAAN & SKALA PRIORITAS
Tentu, dalam hal ini sangat diharapkan sedini mungkin pemerintah melalukan langkah taktis dan strategis yang konkrit dalam menyikapi merebaknya wabah pandemi virus corona, sangat diharapkan organ kementerian/lembaga negara yang in charge di dalam urusan ikhwal ini segera do something, jangan malah terkesan diam/pasif, tidak ada setitik pun langkah taktis yang konkrit yang dirasa oleh warga masyarakat ketika wabah virus corona itu muncul.
Tentu sangat diharapkan, organ negara dalam hal ini Kementerian Kesehatan dan/ataupun BNPB (yang menjadi leading sector) dalam penanggulangan wabah COVID – 19, dapat secara aktif dan produktif melakukan langkah pencegahan dan penanggulangan yang konkrit.
Kementerian Kesehatan tentu dapat dikapitalisasi secara massive, begitupun dengan BNPB yang bekerjasama dengan semua element pemerintahan baik di level pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota. Sedari awal andaikan Kementerian Kesehatan dan BNPB telah mengkapitalisasi diri-nya, untuk secara pro – aktif dalam penanggulangan virus corona, mungkin tragedi kemanusiaan berupa wabah virus corona hari ini yang terjadi di Indonesia, dapat diminimalisir. Point penting yang perlu menjadi attensi bahwa sangat disayangkan keterlambatan dan ketidaksiapsiagaan pemerintah dalam mengantisipasi sedini mungkin (dari awal) penyebaran virus corona.
Sedari awal tentu sangat diharapkan, perangkat tekhnis pemerintah hadir, bekerjasama, saling bahu membahu sampai kepada level tekhnis (unit terkecil), dalam isu pencegahan/penanggulangan wabah virus corona, peran intelegent (BIN) tentu akan sangat tepat untuk mendeteksi dini kedatangan para pendatang dari negara luar yang teridentifikasi suspect COVID – 19, begitupun dengan pihak Keimigrasian yang secara ketat juga mengawasi kedatangan pengunjung dari negara luar tersebut, dengan asistentsi Kementerian Kesehatan yang tentu dapat melakukan screening awal para pihak yang dicurigai suspected COVID – 19.
Begitupun dengan peran dari element pemerintahan lain, baik yang ada di provinsi maupun kab/kota, yang senyatanya memang dari awal bersinergi dan memiliki koordinasi yang simultan dan integratif dengan pemerintah pusat. Namun apa daya, adanya langkah yang terkesan sendiri – sendiri, misskoordinasi dan misskomunikasi diantara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, juga dikarenakan pemerintah pusat yang memang senyatanya, tidak memiliki kesiapsiagaan dan boleh dikatakan ‘amatiran’ dalam menyikapi pandemi wabah COVID – 19.
Senyatanya pemerintah, harus kembali menegaskan dirinya memiliki komitmen yang penuh dengan memberikan skala prioritas utama dan pertama kepada warga negara-nya dalam isu penanggulangan wabah virus corona, dan menegasikan berbagai macam pertimbangan ekonomi (investasi), politis dan diplomatis, dst. Sebab jikalau tidak demikian, realitas hari ini dan beberapa waktu ke depan akan dapat menjadi catatan preseden buruk dalam memoar peradaban dan kemanusiaan, tentu kita tidak ingin melihat apa yang (sudah) terjadi di negara luar juga menjadi realitas di dalam negeri terkait dengan wabah pandemi virus corona.
SOLUSI, EVALUASI & SOLIDITAS NASIONAL
Akhirnya, perlu pula diketengahkan bahwa catatan kritis konstruktif melalui ruang artikel tulisan ini, bukan semata – mata dan serta – merta mencari ‘kambing hitam’ dan menyalahkan pemerintah, sebab harus disadari bahwa point kritis yang diketengahkan sangat diharapkan menjadi bahan evaluasi dan aspirasi yang didengar oleh pemerintah dalam mengambil langkah taktis dan upaya pro-aktif ke depan (forward looking).
Bagaimanapun, meski terlambat dan cukup disayangkan adanya ketidak-siap-siagaan pemerintah dalam mendeteksi dini dan mengantisipasi pandemi COVID-19, ke depan tentu semua element/pihak strategis harus tetap bersama/bersinergi secara solid dalam menghadapi pandemi wabah COVID – 19.
Dan kalau boleh menitipkan satu pesan sebagai anak bangsa dan dengan harapan agar didengar oleh Pemerintah/Presiden RI ialah bahwa bagaimanapun dan apapun langkah/upaya yang akan dilakukan ke depan dalam penanggulangan wabah virus corona, agar tetap dan harus memberikan skala prioritas utama dan pertama kepada Warga Negara, artinya bagaimana dapat menggunakan naluri kemanusiaan dan peradaban untuk dan agar memberikan jaminan konstitusional terhadap aspek kesehatan/keselamatan Warga Negara dan menghilangkan naluri non kemanusiaan (peradaban), seperti penyelamatan ekonomi dan investasi, meskipun bagian terakhir tetap menjadi bahan referensi/pertimbangan, namun setidaknya tidak menjadi skala prioritas yang utama dan pertama.
Dengan realitas dan kondisi yang cukup ‘mencekam’ saat ini, tentu sangat diperlukan solidaritas dan soliditas bersama, semangat kolektivitas bersama dalam upaya penanggulangan wabah virus corona, kritik terhadap pemerintah dalam hal ini tidaklah semata – mata mengurangi apresiasi atas berbagai langkah taktis dan strategis yang telah dilakukan dan diupayakan oleh pemerintah (saat ini), bahkan ke depan sesama anak bangsa harus siap menjadi volunter kemanusiaan guna menyelamatkan peradaban ditengah merebaknya wabah virus corona.
Sebelum menutup ruang artikel singkat ini, doa dan harapan bersama agar wabah virus corona segera teratasi, dan tentu doa yang takkala tulus kepada semua pihak yang menjadi garda terdepan dalam penanggulangan wabah virus corona (COVID – 19), semoga tuhan selalu melindungi dan memberi kesehatan serta keselamatan.
Ditengah derasnya kritik terhadap pemerintah, tekanan ekonomi yang cukup merisaukan dan isu kemanusiaan wabah virus corona yang semakin hari semakin mengkhawatirkan, namun seyogyanya solidaritas sesama anak bangsa dalam menghadapi pandemi virus corona tetap perlu diketengahkan, Bersatu Untuk Indonesia Menghadapi Coronavirus Disease (COVID 19), Kita Bisa !
Oleh :
RIO CHANDRA KESUMA, S.H., M.H., C.L.A. ***
*** Penulis ialah Peneliti Pada CDCS, Center For Democration and Civilization Studies ([email protected])
BERITA TERKINI
-
LAHAT - 6-October-2026, 20:11
Diduga Pengedar Sabu, Satresnarkoba Polres Lahat Amankan 30 Paket Dengan Berat 10,16 Gram
LAHAT—— Komitmen perang terhadap Peredaran Gelap Narkoba, oleh satuan Reserse Narkoba Po
-
JAMBI 6-October-2026, 19:50
RINDAR MANDELA ,SH., M.H MAJU BAKAL CALON KETUA UMUM DPC IKADIN JAMBI
JAMBI ,SO – Jelang pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) Ja
-
LAHAT - 6-October-2026, 14:53
Sri Marhaeni Tancap Gas, Siap Rebut Kembali Kursi Ketua Golkar Lahat
LAHAT – Bursa pencalonan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Lahat periode 2026–2031 semakin menar
-
LAHAT - 6-October-2026, 13:43
Pastikan Aksi Begal Postingan di FB, Tim Jagal Bandit Polres Lahat Patroli Jalan Lahat – Pagaralam
LAHAT—– Seakan tak mengenal kata lelah, ditengah malam seharusnya istirahat tidur, tapi,
-
MURATARA - 5-October-2026, 23:11
Kerja Cepat Sat PPA & PPO Polres Muratara, Bayi yang Ditelantarkan Berhasil Diselamatkan
MURATARA — Polres Musi Rawas Utara (Muratara) jajaran Polda Sumatera Selatan bergerak cepat menang
-
LAHAT - 5-October-2026, 21:31
HUT TNI ke-81, Dua Kapolsek Berikan Kejutan Untuk Koramil 405-12 Lahat
LAHAT—— Dua Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kota Lahat dan Pseksu memberikan kejutan
-
LAHAT - 5-October-2026, 21:30
Polsek Pseksu Gelar Sosialisasi SPMB SMA Kemala Taruna Bhayangkara TA. 2027/2028
LAHAT—– Bertempat di Sekolah Menengah Pertama (SMP Negeri 1) kecamatan Pseksu, Kabupaten
-
PALEMBANG - 5-October-2026, 21:24
HUT TNI 2026 KODAM II SRIWIJAYA FOKUS PENANGANAN KARHUTLA
PALEMBANG ,SO — Bupati Banyuasin, Dr. H. Askolani, SH., MH menghadiri Upacara Parade Hari Ulang Ta
-
BANYU ASIN 5-October-2026, 21:23
BUPATI BANYUASIN HADIRI PENGUKUHAN KEPALA PERWAKILAN BPKP SUMSEL
BANYUASIN ,SO – Bupati Banyuasin, Dr. H. Askolani, S.H., M.H. bersama Sekda Banyuasin, Ir. Erwin I
-
EMPAT LAWANG - 5-October-2026, 20:47
𝐅𝐢𝐧𝐚𝐥 𝐏𝐢𝐚𝐥𝐚 𝐀𝐒𝐄𝐀𝐍 𝟐𝟎𝟐𝟔, 𝐁𝐮𝐧𝐝𝐚 𝐇𝐞𝐩𝐲 𝐒𝐚𝐩𝐫𝐢𝐚𝐧𝐢 𝐍𝐨𝐛𝐚𝐫 𝐁𝐞𝐫𝐬𝐚𝐦𝐚 𝐖𝐚𝐫𝐠𝐚 𝐝𝐢 𝐑𝐮𝐦𝐝𝐢𝐧 𝐁𝐮𝐩𝐚𝐭𝐢 𝐄𝐦𝐩𝐚𝐭 𝐋𝐚𝐰𝐚𝐧𝐠
𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓 𝐋𝐀𝐖𝐀𝐍𝐆 – Ketua TP-PKK Kabupaten Empat Lawang, Hj. Hepy Sapr
-
PALEMBANG - 5-October-2026, 18:54
𝐁𝐮𝐩𝐚𝐭𝐢 𝐄𝐦pa𝐭 𝐋𝐚𝐰𝐚𝐧𝐠 𝐉𝐨𝐧𝐜𝐢𝐤 𝐌𝐮𝐡𝐚𝐦𝐧𝐚𝐝 𝐇𝐚𝐝𝐢𝐫𝐢 𝐏𝐚𝐫𝐚𝐝𝐞 𝐇𝐔𝐓 𝐤𝐞-𝟖𝟏 𝐓𝐍𝐈 𝐝𝐢 𝐋𝐚𝐧𝐮𝐝 𝐒𝐌𝐇 𝐏𝐚𝐥𝐞𝐦𝐛𝐚𝐧𝐠
𝐏𝐀𝐋𝐄𝐌𝐁𝐀𝐍𝐆 – Bupati Empat Lawang H. Joncik Muhammad menghadiri Upacara P
-
MUARA ENIM - 5-October-2026, 16:59
Kejutan HUT ke-81 TNI, Polres Muara Enim Datangi Kodim 0404 Bawa Tumpeng Pererat Sinergitas
MUARA ENIM – Suasana penuh keakraban dan kekeluargaan mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) k
-
MUARA ENIM - 5-October-2026, 15:40
Camat SDL Hasbullah Yusuf Pimpin Forkopimcam Kunjungi Koramil 404/06 di HUT TNI ke-81
Muara Enim – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-81
-
LAHAT - 5-October-2026, 12:46
Polres Lahat Gelar Upacara Kenaikan Pangkat Pengabdian Bagi Kompol Mastoni S.E
LAHAT—– Bertempat dilapangan Polres Lahat dilaksanakan Upacara kenaikan Pangkat Pengabdi
-
PALEMBANG - 5-October-2026, 12:45
Polda Sumsel Ungkap 30 Kasus 3C dan Tindak 76 Kasus Premanisme dalam Ops Sikat I Musi 2026
PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan melalui Operasi Sikat I Musi 2026 mengungkap 30 kasus kejahatan
-
PALEMBANG - 5-October-2026, 12:45
HUT ke-81 TNI, Kapolda Sumsel Perkuat Komitmen Bersama Jaga Keamanan
PALEMBANG — Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., menegaskan komitme
-
LAHAT - 5-October-2026, 12:44
Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen Dosen UNSELA ke-SPKT Polda Sumsel Memasuki Babak Baru
LAHAT—– Kasus dugaan pemalsuan surat dokumen sebagaimana diatur dalam Pasal 391 UU No.01
-
PALI - 5-October-2026, 12:43
KOORDINASI SAMSAT PALI DAN KELURAHAN TALANG UBI TIMUR DORONG PENYELESAIAN PAJAK KENDARAAN
Sriwijayaonline.com, PALI — Tim Pembina Samsat PALI menggelar sosialisasi program pemutihan pajak
-
LAHAT - 4-October-2026, 14:49
Upaya Antisipasi Karhutla dan 3C Terus Dilakukan Polsek Pseksu
LAHAT—– Upaya antisipasi 3C dan Pemkabaran Hutan dan Lahan, terus ditingkatkan oleh Pols
-
MUBA - 3-October-2026, 21:27
Wabup Muba Buka Resmi “Pakam Race” di Bailangu Timur.
MUBA, SO – Suasana riuh dan penuh semangat mewarnai kawasan tepi Sungai Musi, Desa Bailangu Ti
INVESTIGASI
-
Investigasi 14-September-2015, 22:52
KAJARI LAHAT : PENETAPAN TERSANGKA SIMPEG 2010 “TIDAK ADA TEBANG PILIH”
BANDAR JAYA = Issue yang menyatakan bahwa Kejaksaan Negeri Lahat tebang pilih dalam kasus Sistem Inf
BERITA SEBELUMNYA
LAHAT - 30-September-2026, 16:59
Polres Lahat Raih KPPN Lahat Award 2026, Catat Nilai IKPA Terbaik Kategori Pagu Besar
MUBA - 30-September-2026, 16:58
HUT ke-70 Muba, Bupati Toha Tegaskan Pembangunan Harus Berujung pada Kesejahteraan
LAHAT - 30-September-2026, 16:56
Tabrakan Antara Mobil Dump Truck VS Bus PT AMM
PALEMBANG - 30-September-2026, 12:54
𝐀𝐛𝐝𝐮𝐥𝐥𝐚𝐡 𝐀𝐫𝐚𝐟𝐚𝐡 𝐊𝐞𝐦𝐛𝐚𝐥𝐢 𝐝𝐢 𝐊𝐏𝐈𝐃 𝐒𝐮𝐦𝐬𝐞𝐥, 𝐃𝐨𝐫𝐨𝐧𝐠 𝐑𝐚𝐝𝐢𝐨 𝐁𝐞𝐫𝐚𝐝𝐚𝐩𝐭𝐚𝐬𝐢 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐄𝐫𝐚 𝐃𝐢𝐠𝐢𝐭𝐚𝐥
LAHAT - 30-September-2026, 12:36
Mahendra Reza Wijaya Polisikan Sariyono Terkait Pencemaran Nama Baik dan UU ITE
PALEMBANG - 29-September-2026, 19:44
PERHAPI SUMSEL APRESIASI KEBIJAKAN KEMENTERIAN ESDM, IMBAU PEMEGANG IUP GUNAKAN IUJP LOKAL
LAHAT - 29-September-2026, 13:05
Peredaran Ganja di Kikim Selatan Diungkap, Satresnarkoba Polres Lahat Aman TSK Berikut BB 22 Paket
LAHAT - 29-September-2026, 12:37
Ketua PW GNPK RI Sumsel Angkat Bicara Maraknya LSM Datangi Proyek APBD Lahat
LAHAT - 29-September-2026, 12:08
Aksi Demo JAKSI ke-Kejari Massa 10 Orang, Aprizal Muslim: Massa Demo dari Kalangan Tukang Ojek
LAHAT - 28-September-2026, 21:36
Warga Pseksu Kikim Sumringah, Jalan Idaman Akhirnya Terwujud, Terima Kasih Bupati Bursah
MUARA ENIM - 28-September-2026, 21:36
TO Ops Sikat I Musi 2026 Dibekuk Polsek Rambang, Pria 50 Tahun Diamankan Terkait Pencurian
LAHAT - 28-September-2026, 20:09
Jalan Menuju Megalit Dilebarkan, Warga: Terima Kasih Bupati Dan Wabup Lahat
LAHAT - 28-September-2026, 18:42
Hadiri Seminar Buruh Sawit, Wabup Lahat Widia Berkomitmen Perkuat Perlindungan dan Kesejahteraan Pekerja
BANYU ASIN 28-September-2026, 18:41
PEMERINTAH KABUPATEN BANYUASIN SIAPKAN DATA PEMERIKSAAN GWPP
LAHAT - 28-September-2026, 18:41
Dua Pelaku Terduga Pencuri Kabel Mesin Motor Grader Berhasil Dicokok Tim Jagal Bandit Polres Lahat
LAHAT - 28-September-2026, 18:33
Terkait Aksi Pemukulan Terhadap Saipul Alamsyah Oleh Security PT ALR, Ini Penjelasan Kapolsek Merapi Barat
MUBA - 28-September-2026, 13:58
Pemkab Muba Pacu Persiapan Lahan Tambahan Tol Betung–Tempino–Jambi
JAKARTA - 28-September-2026, 10:01
𝐁𝐚𝐰𝐚 𝐊𝐞𝐫𝐚𝐣𝐢𝐧𝐚𝐧 𝐄𝐦𝐩𝐚𝐭 𝐋𝐚𝐰𝐚𝐧𝐠 𝐤𝐞 𝐏𝐚𝐧𝐠𝐠𝐮𝐧𝐠 𝐍𝐚𝐬𝐢𝐨𝐧𝐚𝐥, 𝐊𝐞𝐭𝐮𝐚 𝐓𝐏-𝐏𝐊𝐊 𝐊𝐚𝐰𝐚𝐥 𝐒𝐭𝐚𝐧𝐝 𝐊𝐫𝐢𝐲𝐚𝐧𝐮𝐬𝐚 𝟐𝟎𝟐𝟔
LUBUK LINGGAU - 28-September-2026, 09:58
PKPA IAI Silampari–PERADI Lubuklinggau Selesai, Peserta Siap Ikuti Ujian Profesi Advokat
LAHAT - 27-September-2026, 22:28
Pecah Rekor! 64 Tim Ramaikan Penutupan Domino Piala Panglima TNI di Lahat
PALEMBANG - 27-September-2026, 20:21
Tiga Hari Operasi Sikat I Musi 2026, Polda Sumsel Ungkap 172 Kasus
LAHAT - 27-September-2026, 18:50
Satresnarkoba Polres Lahat Cokok AS Dijalan Penghijauan Amankan BB 7,70 Gram Sabu
LAHAT - 27-September-2026, 18:36
Dugaan Pemukulan Oleh Oknum Security PT ALR, Ini Keinginan PW GNPK-RI Sumsel
LAHAT - 27-September-2026, 18:35
HUT ke-25, Partai Demokrat Lahat Gelar Aksi Donor Darah
LAHAT - 27-September-2026, 18:35
Kodim 0405/Lahat Buka Open Tournament Domino Orado Piala Panglima TNI
CATATAN SRIWIJAYA
-
Catatan Sriwijaya 3-April-2024, 15:49
Niat Jahat dan Unsur Dengan Sengaja Dalam Pertangungjawaban Pidana
Oleh Burmansyahtia Darma, S.H
Advokat Pada Kantor Hukum BSD Lawyer
-
Catatan Sriwijaya 26-November-2023, 22:50
DETERMINASI POLITIK TERHADAP HUKUM
Oleh Burmansyahtia Darma,S.H.
Muara Enim - Pemilihan Calon Legislatif atau yang trend nya Calon Anggota D
-
Catatan Sriwijaya 26-December-2020, 21:50
TEDDY LASZUARDY (1) :
-
Catatan Sriwijaya 15-June-2020, 10:46
Terdakwa Penyiram Novel Baswedan Dituntut 1 Tahun, Kok Bisa ?
Oleh :Burmansyahtia D
-
Catatan Sriwijaya 1-June-2020, 11:50
SAYA PANCASILA : ANTARA IDEALITA DAN REALITA
Oleh :Burmansyahtia Darma,S.H
Advokat pada kantor Hukum BSD Lawyer
-
Catatan Sriwijaya 18-April-2020, 07:17
CORONA & RAMADHAN : Sehari Saja
Oleh : oleh Burmansyahtia Darma,S.H
Indonesia menjadi salah satu negara yang terjangkit penyebaran Virus Covid-
-
Catatan Sriwijaya 9-January-2020, 21:26
“KOMISIONER KPU” TERJERAT OTT, PERMASALAHAN BERAWAL DARI REKRUTMEN YANG BURUK
-
Catatan Sriwijaya 30-December-2018, 09:17
ALUMNI HIMPUNAN DALAM PUSARAN POLITIK BERBIAYA MAHAL
Menghadapi pemilihan umum tahun 2019 disikapi oleh keluarga besar Himpunan Mahasiswa Islam Lubukling
-
Catatan Sriwijaya 13-December-2018, 16:11
WILLY LP : MENDUKUNG OPSI MILITER DI PAPUA
Konflik di tanah Papua kembali memanas pasca tewasnya 19 pekerja PT. Istaka Karya (sumber lain menye
-
Catatan Sriwijaya 26-August-2018, 22:26
MEMBUNUH DEMOKRASI, MERAMPAS HAK ASASI
Oleh : Burmansyahtia Darma,S.H Advokat/Pemerhati Hukum dan Politik Indonesia adalah Negara hukum, i
-
Catatan Sriwijaya 22-December-2017, 20:35
AHMAD YANI (7) : REFLEKSI AKHIR TAHUN : PERSOALAN PRAKTIK PENEGAKAN HUKUM DI TANAH AIR
Tinggal menghitung hari, jam, menit dan detik kita akan memasuki pergantian tahun 2019, sebuah momen
-
Catatan Sriwijaya 29-October-2017, 06:53
CATATAN RIO CK (11) : MOMENTUM PERGANTIAN TAHUN : Refleksi, Evaluasi, Dan Proyeksi Lembaga Penegakan Hukum
Siklus pergantian tahun yang akan sesegera usai dan berakhir dapatlah dijadikan sebuah momentum un
-
Catatan Sriwijaya 21-December-2014, 01:24
BSD (1) : CARA BAIK DAN BENAR KORUPSI GRATIFIKASI
Untuk mencegah atau mengetahui modus operandi Korupsi Gratifikasi, penulis menggunakan metode ter
APA dan SIAPA
-
Catatan Sriwijaya 12-August-2023, 23:10
Boim Balon Legislatif Muara Enim Dapil 5, Siap Sejahterakan Rakyat Lewat Golkar
Muara Enim - Pemilihan Calon Legislatif atau yang trend nya Calon Anggota D
-
MUARA ENIM - 15-April-2019, 14:33
Sutradara Cantik Film “Anak Kopi” Produksi Java creation Pemkab Muara Enim
Muara Enim, Sriwijayaonline.com - Banyak Usaha dan Dobrakan yang terus dilakukan oleh Bupati Muara E




