ISI

Apkasi Ingatkan Pengukuran Kinerja Pemda Harus Adil dan Berbasis Realitas Daerah


5-June-2026, 12:14


Jakarta, Apkasi.org. Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) menegaskan bahwa pengukuran kinerja pemerintah daerah tidak boleh terjebak pada standardisasi angka administratif semata, melainkan harus berpijak pada realitas dan karakteristik unik setiap wilayah. Indonesia memiliki tingkat keberagaman yang ekstrem, sehingga instrumen evaluasi pusat perlu mengadopsi prinsip keadilan yang melihat proses perjuangan daerah di tengah keterbatasan.

Hal tersebut ditegaskan oleh Sekretaris Jenderal Apkasi, Joune Ganda, saat menjadi pembicara panel dalam diseminasi Regional Government Success Scorecard (RGSS) di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (03/06/2026). Acara tersebut diselenggarakan oleh Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) bersama Kementerian Dalam Negeri, dengan dukungan Chandler Governance Group (CGG).

“Kabupaten di Pulau Jawa tentu menghadapi kondisi yang berbeda dengan kabupaten di kawasan perbatasan, kepulauan, atau pegunungan. Ketika kita mengukur keberhasilan daerah, yang perlu dilihat bukan hanya hasil akhirnya, tetapi kondisi awal, kapasitas yang dimiliki, serta tantangan yang harus dihadapi,” ujar Joune Ganda, yang juga menjabat sebagai Bupati Minahasa Utara ini sambil berujar, “Mengukur keberhasilan daerah jangan hanya melihat hasil akhir, tetapi juga kondisi awal dan tantangan geografis.”

Di hadapan para akademisi dan pejabat kementerian, Joune memaparkan realitas empiris mengenai empat persoalan krusial yang selama ini menghimpit ruang gerak pemerintah kabupaten. Tantangan pertama dan yang paling utama adalah ruang fiskal daerah yang semakin terbatas. Di satu sisi, masyarakat menuntut peningkatan kualitas pelayanan publik yang instan, namun di sisi lain, kemampuan keuangan daerah tidak tumbuh secepat kebutuhan pembangunan. Kondisi ini memaksa para kepala daerah melakukan prioritisasi yang sangat ketat, di mana keberhasilan daerah sering kali bukan ditentukan oleh besarnya anggaran, melainkan kemampuan cerdik dalam mengelola keterbatasan.

Tantangan fiskal tersebut kian diperberat oleh ketimpangan kualitas dan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) aparatur di daerah. Joune menggarisbawahi bahwa hingga saat ini, masih banyak daerah yang mengalami kelangkaan tenaga perencana, tenaga teknis, hingga tenaga esensial seperti guru dan petugas kesehatan. Akibatnya, kecepatan pelayanan dan kualitas implementasi program pembangunan di lapangan kerap terhambat oleh keterbatasan kapasitas birokrasi tersebut.

Kondisi sosiologis dan manajerial ini masih harus berbenturan dengan kompleksitas wilayah dan hambatan geografis yang ekstrem di tingkat kabupaten. Membangun satu unit sekolah, puskesmas, atau bahkan membuka satu ruas jalan di daerah terpencil, kawasan pegunungan, atau wilayah kepulauan, membutuhkan biaya, waktu, dan energi yang berlipat ganda jika dibandingkan dengan daerah yang memiliki aksesibilitas baik. Hambatan geografis yang mahal inilah yang menurut Apkasi sering kali belum tercermin secara adil dalam berbagai instrumen pengukuran kinerja bentukan pusat.

Ironisnya, di tengah keterbatasan berlapis tersebut, pemerintah daerah justru dihadapkan pada tantangan berikutnya, yakni tingginya beban administrasi. Saat ini, aparatur di daerah harus menghabiskan banyak waktu dan energi hanya untuk memenuhi berbagai instrumen evaluasi, pelaporan, dan pengukuran yang berasal dari banyak kementerian dan lembaga secara terpisah. Meskipun tujuannya baik, Apkasi menilai regulasi yang tumpang tindih ini justru kontraproduktif. Daerah jauh lebih membutuhkan sistem pengukuran yang substantif untuk membantu pengambilan keputusan di lapangan, bukan sekadar instrumen kosmetik yang menambah beban laporan administratif belaka.

Mengenai RGSS—instrumen berbasis data hasil kerja sama jangka panjang RI dan Gates Foundation yang diinisiasi sejak pertemuan Presiden Prabowo dan Bill Gates pada 2025—Apkasi menyatakan menyambut baik. Namun, Joune memberikan catatan kritis agar instrumen ini tidak menjelma menjadi alat “penghakiman”.

“RGSS harus menjadi instrumen pembelajaran, bukan instrumen penghakiman. Tujuannya bukan menentukan siapa yang terbaik dan terburuk, melainkan agar seluruh daerah bisa bergerak maju bersama,” tegas Sekjen Apkasi.

Apkasi mendesak agar metode perbandingan dalam RGSS dilakukan secara apel-ke-apel (apple-to-apple). “Kabupaten kepulauan harus dibandingkan dengan kabupaten kepulauan, perbatasan dengan perbatasan, dan industri dengan industri. Harus membandingkan yang sebanding,” tambahnya.

Lebih lanjut, Apkasi mengingatkan ada aspek-aspek subtansial yang sering luput dari radar penilaian kuantitatif pusat. Aspek tersebut meliputi kemampuan pemerintah daerah dalam membangun kemitraan kolaboratif dengan swasta, warga, dan kampus, serta kecepatan pemda dalam merespons krisis di lapangan seperti bencana, inflasi, dan krisis pangan lokal.

Selain itu, keberlanjutan program pasca-pergantian kepemimpinan dan tingkat kepercayaan masyarakat (public trust) juga harus menjadi indikator utama. Bagi Apkasi, ukuran keberhasilan tertinggi dari sebuah pembangunan bukanlah deretan angka statistik semata, melainkan sejauh mana masyarakat memercayai dan merasakan langsung manfaat kehadiran pemerintah daerahnya.

Sebagai penutup, Apkasi menyatakan dukungan penuh terhadap setiap tata kelola berbasis data (evidence-based policy). Namun, mengingat kabupaten di Indonesia tidak berangkat dari garis start yang sama, Apkasi berharap RGSS dapat menjadi ruang evaluasi yang empati, objektif, dan mampu mendorong penguatan otonomi daerah secara hakiki.

(YOKI)

Bagikan ke :
Share on Facebook Share on Google+ Tweet about this on Twitter Email this to someone Share on LinkedIn Pin on Pinterest

BERITA TERKINI

INVESTIGASI

BERITA SEBELUMNYA

LAHAT - 30-September-2026, 16:56

Tabrakan Antara Mobil Dump Truck VS Bus PT AMM

PALEMBANG - 30-September-2026, 12:54

𝐀𝐛𝐝𝐮𝐥𝐥𝐚𝐡 𝐀𝐫𝐚𝐟𝐚𝐡 𝐊𝐞𝐦𝐛𝐚𝐥𝐢 𝐝𝐢 𝐊𝐏𝐈𝐃 𝐒𝐮𝐦𝐬𝐞𝐥, 𝐃𝐨𝐫𝐨𝐧𝐠 𝐑𝐚𝐝𝐢𝐨 𝐁𝐞𝐫𝐚𝐝𝐚𝐩𝐭𝐚𝐬𝐢 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐄𝐫𝐚 𝐃𝐢𝐠𝐢𝐭𝐚𝐥

LAHAT - 30-September-2026, 12:36

Mahendra Reza Wijaya Polisikan Sariyono Terkait Pencemaran Nama Baik dan UU ITE

PALEMBANG - 29-September-2026, 19:44

PERHAPI SUMSEL APRESIASI KEBIJAKAN KEMENTERIAN ESDM, IMBAU PEMEGANG IUP GUNAKAN IUJP LOKAL

LAHAT - 29-September-2026, 13:05

Peredaran Ganja di Kikim Selatan Diungkap, Satresnarkoba Polres Lahat Aman TSK Berikut BB 22 Paket 

LAHAT - 29-September-2026, 12:37

Ketua PW GNPK RI Sumsel Angkat Bicara Maraknya LSM Datangi Proyek APBD Lahat 

LAHAT - 29-September-2026, 12:08

Aksi Demo JAKSI ke-Kejari Massa 10 Orang, Aprizal Muslim: Massa Demo dari Kalangan Tukang Ojek

LAHAT - 28-September-2026, 21:36

Warga Pseksu Kikim Sumringah, Jalan Idaman Akhirnya Terwujud, Terima Kasih Bupati Bursah

MUARA ENIM - 28-September-2026, 21:36

TO Ops Sikat I Musi 2026 Dibekuk Polsek Rambang, Pria 50 Tahun Diamankan Terkait Pencurian

LAHAT - 28-September-2026, 20:09

Jalan Menuju Megalit Dilebarkan, Warga: Terima Kasih Bupati Dan Wabup Lahat

LAHAT - 28-September-2026, 18:42

Hadiri Seminar Buruh Sawit, Wabup Lahat Widia Berkomitmen Perkuat Perlindungan dan Kesejahteraan Pekerja

BANYU ASIN 28-September-2026, 18:41

PEMERINTAH KABUPATEN BANYUASIN SIAPKAN DATA PEMERIKSAAN GWPP

LAHAT - 28-September-2026, 18:41

Dua Pelaku Terduga Pencuri Kabel Mesin Motor Grader Berhasil Dicokok Tim Jagal Bandit Polres Lahat

LAHAT - 28-September-2026, 18:33

Terkait Aksi Pemukulan Terhadap Saipul Alamsyah Oleh Security PT ALR, Ini Penjelasan Kapolsek Merapi Barat

MUBA - 28-September-2026, 13:58

Pemkab Muba Pacu Persiapan Lahan Tambahan Tol Betung–Tempino–Jambi

JAKARTA - 28-September-2026, 10:01

𝐁𝐚𝐰𝐚 𝐊𝐞𝐫𝐚𝐣𝐢𝐧𝐚𝐧 𝐄𝐦𝐩𝐚𝐭 𝐋𝐚𝐰𝐚𝐧𝐠 𝐤𝐞 𝐏𝐚𝐧𝐠𝐠𝐮𝐧𝐠 𝐍𝐚𝐬𝐢𝐨𝐧𝐚𝐥, 𝐊𝐞𝐭𝐮𝐚 𝐓𝐏-𝐏𝐊𝐊 𝐊𝐚𝐰𝐚𝐥 𝐒𝐭𝐚𝐧𝐝 𝐊𝐫𝐢𝐲𝐚𝐧𝐮𝐬𝐚 𝟐𝟎𝟐𝟔 

LUBUK LINGGAU - 28-September-2026, 09:58

PKPA IAI Silampari–PERADI Lubuklinggau Selesai, Peserta Siap Ikuti Ujian Profesi Advokat 

LAHAT - 27-September-2026, 22:28

Pecah Rekor! 64 Tim Ramaikan Penutupan Domino Piala Panglima TNI di Lahat

PALEMBANG - 27-September-2026, 20:21

Tiga Hari Operasi Sikat I Musi 2026, Polda Sumsel Ungkap 172 Kasus 

LAHAT - 27-September-2026, 18:50

Satresnarkoba Polres Lahat Cokok AS Dijalan Penghijauan Amankan BB 7,70 Gram Sabu 

LAHAT - 27-September-2026, 18:36

Dugaan Pemukulan Oleh Oknum Security PT ALR, Ini Keinginan PW GNPK-RI Sumsel

LAHAT - 27-September-2026, 18:35

HUT ke-25, Partai Demokrat Lahat Gelar Aksi Donor Darah

LAHAT - 27-September-2026, 18:35

Kodim 0405/Lahat Buka Open Tournament Domino Orado Piala Panglima TNI

LAHAT - 27-September-2026, 14:51

64 Tim Adu Strategi di Open Tournament Domino Piala Panglima TNI Battle Arena VI Lahat

JAKARTA - 27-September-2026, 07:04

Dorong Perajin Naik Kelas Hingga Tembus Pasar Global, Ketua Dekranasda OKU Timur dr. Sheila Hadiri Pembukaan Kriyanusa 2026

CATATAN SRIWIJAYA

  • Catatan Sriwijaya 26-November-2023, 22:50

    DETERMINASI POLITIK TERHADAP HUKUM

    Oleh Burmansyahtia Darma,S.H.

    Muara Enim - Pemilihan Calon Legislatif atau yang trend nya Calon Anggota D

  • Catatan Sriwijaya 18-April-2020, 07:17

    CORONA & RAMADHAN : Sehari Saja

    Oleh : oleh Burmansyahtia Darma,S.H

    Indonesia menjadi salah satu negara yang terjangkit penyebaran Virus Covid-

APA dan SIAPA

FACEBOOKERS SRIWIJAYA ONLINE