ISI

Wagub Cik Ujang Tegaskan GSMP-MBG Jadi Pilar Ketahanan Pangan dan Stabilitas Inflasi Sumsel


30-July-2026, 21:32


PALEMBANG SRIWIJAYA ONLINE—— Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Cik Ujang menghadiri sekaligus melaunching Pengembangan Ekosistem Rantai Pasok Gerakan Sumsel Mandiri Pangan–Makan Bergizi Gratis (GSMP-MBG) yang dirangkaikan dengan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumatera Selatan di Lanud Sri Mulyono Herlambang, Kamis (30/7/2026).

Peluncuran tersebut menjadi langkah strategis Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam memperkuat ketahanan pangan melalui pembangunan ekosistem rantai pasok yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Pengembangan ekosistem ini juga diarahkan untuk mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur H. Cik Ujang menyampaikan rasa syukur atas berbagai capaian pembangunan pangan di Sumatera Selatan yang terus menunjukkan tren positif.

“Alhamdulillah, berbagai indikator pembangunan pangan di Provinsi Sumatera Selatan terus menunjukkan capaian yang semakin menggembirakan,” ujar Cik Ujang.

Ia mengungkapkan, Indeks Ketahanan Pangan (IKP) Sumatera Selatan Tahun 2025 mencapai angka 79,31. Capaian tersebut menempatkan Sumatera Selatan di peringkat keempat nasional dan mencerminkan semakin kuatnya ketahanan pangan daerah.

Menurutnya, keberhasilan tersebut didukung oleh peningkatan berbagai aspek, mulai dari ketersediaan, keterjangkauan, hingga pemanfaatan pangan oleh masyarakat.

Sejalan dengan itu, kualitas konsumsi pangan masyarakat Sumatera Selatan juga terus meningkat. Hal tersebut tercermin dari Skor Pola Pangan Harapan (PPH) Tahun 2025 yang mencapai 95,1.

“Capaian tersebut menunjukkan bahwa pola konsumsi masyarakat semakin beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA),” katanya.

Cik Ujang menambahkan, capaian tersebut sekaligus menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mengonsumsi pangan berkualitas. Di sisi lain, pemanfaatan pangan lokal juga semakin optimal sebagai bagian dari upaya mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Dari sisi pemenuhan kebutuhan pangan dan perbaikan gizi, prevalensi penduduk yang mengalami kekurangan konsumsi pangan atau Prevalence of Undernourishment (PoU) berada pada kisaran 5,97 persen. Sementara itu, prevalensi stunting di Sumatera Selatan terus menurun hingga mencapai sekitar 15,8 persen.

“Capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat,” ungkapnya.

Di sektor ekonomi, persentase penduduk miskin di Sumatera Selatan pada September 2025 tercatat turun menjadi 9,85 persen. Sementara itu, inflasi tahunan (year on year) tetap terjaga pada angka 2,91 persen.

Menurut Cik Ujang, kondisi tersebut menunjukkan bahwa stabilitas pasokan dan harga pangan terus dipelihara melalui sinergi antara pemerintah daerah, TPID, Bank Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan.

Ia menegaskan bahwa pembangunan pangan tidak lagi dapat dilakukan secara sektoral, melainkan membutuhkan sistem yang mampu menghubungkan seluruh mata rantai pangan.

“Kita membutuhkan sebuah sistem yang mampu menghubungkan seluruh mata rantai pangan, mulai dari produksi, pengolahan, pembiayaan, distribusi, pemasaran, hingga konsumsi dalam satu ekosistem yang saling mendukung,” tegasnya.

Meski berbagai indikator menunjukkan perkembangan positif, Cik Ujang mengingatkan agar seluruh pihak tidak berpuas diri. Menurutnya, tantangan pembangunan pangan ke depan masih memerlukan perhatian dan kerja keras bersama.

Tantangan tersebut antara lain keterbatasan anggaran, dampak perubahan iklim, alih fungsi lahan pertanian, gangguan distribusi pangan, fluktuasi harga pangan, serta masih adanya masyarakat yang rentan terhadap kemiskinan dan kerawanan pangan.

“Oleh karena itu, pembangunan pangan harus dilaksanakan secara efisien, efektif, adaptif, dan berkelanjutan dengan mengedepankan semangat kolaborasi serta sinergi seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Cik Ujang optimistis, melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, dan masyarakat, Sumatera Selatan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus membangun sistem pangan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus memperkuat Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) sebagai program unggulan daerah yang telah dijalankan sejak 2021.

Menurutnya, GSMP kini tidak lagi sekadar menjadi gerakan pemanfaatan pekarangan, tetapi telah berkembang menjadi gerakan yang mendukung ketahanan pangan keluarga, meningkatkan konsumsi pangan lokal, mengendalikan inflasi pangan, mengurangi kemiskinan, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Sejalan dengan arah kebijakan pembangunan nasional dan Program Strategis Nasional, GSMP kini ditransformasikan menjadi Ekosistem Rantai Pasok Pangan Sumsel.

Ekosistem tersebut dirancang sebagai sistem kolaboratif yang mengintegrasikan seluruh pemangku kepentingan dalam satu jaringan yang saling terhubung dan saling memperkuat.

“Ekosistem ini menghubungkan petani, nelayan, peternak, kelompok perempuan, pondok pesantren, UMKM, koperasi, dunia usaha, perbankan, perguruan tinggi, media, serta pemerintah,” jelasnya.

Melalui keterhubungan tersebut, diharapkan tercipta rantai pasok pangan yang lebih efisien, tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.

Transformasi GSMP menjadi ekosistem rantai pasok pangan juga diharapkan mampu menjamin ketersediaan bahan pangan lokal secara berkelanjutan, memperkuat sistem distribusi pangan daerah, mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, pengembangan ekosistem tersebut menjadi bagian dari upaya menjadikan Sumatera Selatan sebagai salah satu model nasional pembangunan ekosistem pangan berbasis potensi dan sumber daya lokal.

“Dengan dilaksanakannya Launching Pengembangan Ekosistem Rantai Pasok GSMP-MBG ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menetapkan arah baru pembangunan pangan daerah, yaitu mentransformasikan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan menjadi model Ekosistem Rantai Pasok Pangan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir,” tegas Cik Ujang.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono, menyampaikan bahwa Bank Indonesia mendukung pengembangan ekosistem rantai pasok GSMP yang terintegrasi dengan Program Makan Bergizi Gratis.

Menurut Bambang, dukungan tersebut merupakan bagian dari upaya bersama memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas inflasi daerah.

Ia menjelaskan, di tengah tantangan global berupa meningkatnya risiko geopolitik, kenaikan harga minyak, dan perlambatan ekonomi dunia, perekonomian Indonesia maupun Sumatera Selatan tetap menunjukkan kinerja yang baik.

Perekonomian Sumatera Selatan pada Triwulan I Tahun 2026 tercatat tumbuh sebesar 5,34 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut didukung oleh konsumsi rumah tangga, sektor industri pengolahan, serta aktivitas investasi dan pembangunan yang terus berlangsung.

Sementara itu, inflasi Sumatera Selatan hingga Juni 2026 tetap terkendali dengan realisasi sebesar 2,89 persen secara tahunan.

Meski demikian, Bambang mengingatkan adanya potensi tekanan inflasi akibat fenomena El Niño yang diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September 2026. Fenomena tersebut berpotensi mengganggu produksi pertanian dan memengaruhi ketersediaan pasokan pangan.

“Oleh karena itu, diperlukan langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas harga, terutama terhadap komoditas pangan strategis seperti beras, cabai, bawang, dan berbagai produk hortikultura,” ujarnya.

Ia menambahkan, Bank Indonesia bersama TPID terus memperkuat strategi 4K, yakni Ketersediaan Pasokan, Keterjangkauan Harga, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif.

Melalui strategi tersebut, berbagai upaya pengendalian inflasi terus diperkuat, mulai dari peningkatan produksi pangan, penguatan rantai pasok, kelancaran distribusi, hingga penyampaian informasi yang efektif kepada masyarakat.

“Bank Indonesia juga terus mendorong pengembangan GSMP melalui berbagai program dan kolaborasi dengan pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan,” jelasnya.

Pengembangan ekosistem rantai pasok pangan yang berkelanjutan diharapkan mampu mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis, memperkuat ketahanan pangan, menjaga stabilitas harga, serta menopang pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan. (SYAH)

Bagikan ke :
Share on Facebook Share on Google+ Tweet about this on Twitter Email this to someone Share on LinkedIn Pin on Pinterest

BERITA TERKINI

INVESTIGASI

BERITA SEBELUMNYA

LAHAT - 27-September-2026, 22:28

Pecah Rekor! 64 Tim Ramaikan Penutupan Domino Piala Panglima TNI di Lahat

PALEMBANG - 27-September-2026, 20:21

Tiga Hari Operasi Sikat I Musi 2026, Polda Sumsel Ungkap 172 Kasus 

LAHAT - 27-September-2026, 18:50

Satresnarkoba Polres Lahat Cokok AS Dijalan Penghijauan Amankan BB 7,70 Gram Sabu 

LAHAT - 27-September-2026, 18:36

Dugaan Pemukulan Oleh Oknum Security PT ALR, Ini Keinginan PW GNPK-RI Sumsel

LAHAT - 27-September-2026, 18:35

HUT ke-25, Partai Demokrat Lahat Gelar Aksi Donor Darah

LAHAT - 27-September-2026, 18:35

Kodim 0405/Lahat Buka Open Tournament Domino Orado Piala Panglima TNI

LAHAT - 27-September-2026, 14:51

64 Tim Adu Strategi di Open Tournament Domino Piala Panglima TNI Battle Arena VI Lahat

JAKARTA - 27-September-2026, 07:04

Dorong Perajin Naik Kelas Hingga Tembus Pasar Global, Ketua Dekranasda OKU Timur dr. Sheila Hadiri Pembukaan Kriyanusa 2026

LAHAT - 26-September-2026, 20:05

 Unsur Tripika Pseksu Identifikasi Sejak Dini Titik-Titik Rawan Karhutla

LAHAT - 26-September-2026, 17:28

Tunjukkan Kepedulian, Kapolsek Pseksu Berikan Bansos Untuk Warga Sakit Didesa Talang Tinggi

PALEMBANG - 26-September-2026, 14:27

Hari Kedua Operasi Sikat I Musi, Polda Sumsel dan Jajaran Ungkap 32 Kasus 3C

PALEMBANG - 26-September-2026, 14:26

Bhayangkari Sumsel Bagikan 4.000 Paket Sembako, Dekatkan Layanan Kesehatan kepada Masyarakat

OKU - 25-September-2026, 21:21

Bupati OKU Menegaskan Pejabat Yang Dilantik Akan Dievaluasi Dalam Tiga Hingga Enam Bulan.

LAHAT - 25-September-2026, 20:37

Tak Ketinggalan, Polres Lahat Tunjukkan Kepedulian kepada Juru Parkir Korban Pembunuhan

LAHAT - 25-September-2026, 20:36

Polsek Pseksu Laksanakan Patroli dan Antisipasi Karhutla di Desa Tanjung Raya

PALEMBANG - 25-September-2026, 20:34

Hari Pertama Operasi Sikat I Musi, 18 Tersangka 3C Diamankan

MUARA ENIM - 25-September-2026, 20:22

Aksi Curas di Jalinsum Berujung Penangkapan, Team Lebah Bekuk S (44)

MUARA ENIM - 25-September-2026, 20:21

Getah Karet 50 Kg Dicuri, Polsek Gelumbang Amankan Terduga Pelaku di Rumahnya

PALEMBANG - 25-September-2026, 18:29

Mobil Listrik di Sumsel Tumbuh Dua Kali Lipat, PLN Perkuat Layanan melalui SPKLU Center Pertama di Sumsel

LAHAT - 25-September-2026, 18:11

Giliran PWI Lahat Berikan Bantuan Kepada Keluarga Almarhum Jukir

BANYU ASIN 25-September-2026, 17:07

DELPAN TAHUN MENANTI CAHAYA TERANG LISTRIK KINI TERWUJUD

BANYU ASIN 25-September-2026, 17:07

PEMBINAAN STATISTIK SEKTORAL PERKUAT KUALITAS DATA KABUPATEN BANYUASIN

LAHAT - 25-September-2026, 17:01

Azan Kini Lebih Menggema, Warga Bandar Agung Bersyukur Menara Impian Akhirnya Berdiri

LAHAT - 24-September-2026, 23:05

DPRD Kabupaten Lahat dan PLN UID S2JB Bahas Peningkatan Kualitas Layanan dan Keandalan Listrik

MUARA ENIM - 24-September-2026, 21:59

Polisi Amankan 52 Paket Diduga Sabu dan 3 Pil Ekstasi di Jalan Desa Jiwa Baru Lubai

CATATAN SRIWIJAYA

  • Catatan Sriwijaya 26-November-2023, 22:50

    DETERMINASI POLITIK TERHADAP HUKUM

    Oleh Burmansyahtia Darma,S.H.

    Muara Enim - Pemilihan Calon Legislatif atau yang trend nya Calon Anggota D

  • Catatan Sriwijaya 18-April-2020, 07:17

    CORONA & RAMADHAN : Sehari Saja

    Oleh : oleh Burmansyahtia Darma,S.H

    Indonesia menjadi salah satu negara yang terjangkit penyebaran Virus Covid-

APA dan SIAPA

FACEBOOKERS SRIWIJAYA ONLINE