ISI

Menjadi Guru PAI yang Transformatif dalam Arus Globalisasi Pendidikan


11-April-2026, 15:32


Oleh : M. Yanuar Anoseputra, S.Pd.I., Gr
Guru SDN 14 Pangkalanbaru/
Ketua Humas KKG PAI Provinsi Kep. Bangka Belitung

Guru Pendidikan Agama Islam sebenarnya memiliki posisi penting dalam hajat hidup dunia pendidikan di Indonesia. Hal ini terkait dengan ideologi Pancasila pertama yang mengatakan โ€œKetuhanan Yang Maha Esaโ€. Maka aspek pendidikan Ketuhanan adalah hal yang sangat fundamental dalam membangun manusia Indonesia. Indonesia memiliki setidaknya enam agama yang diakui, diantaranya Islam sebagai mayoritas, kemudian Katolik, Protestan, Hindu, Budha, Konghucu. Semua agama ini memiliki pendidikan yang khusus dan guru masing-masing Agama. Hal ini menjelaskan bahwa Agama merupakan pondasi utama dalam pendidikan. Untuk membentuk karakter manusia yang dikehendaki sesuai tujuan pendidikan nasional.

Dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 3 menjelaskan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan Bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Dari semua ini, urutan nilai karakter berada pada poin-poin utama lalu diikuti dengan keterampilan yang berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan demokratis. Artinya pendidikan nasional menghendaki bahwa manusia Indonesia tidak hanya berilmu pengetahuan, namun juga berakhlak baik.
Hal ini sesuai dengan berbagai pepatah mengatakan, ilmu tanpa akhlak adalah bagaikan pohon tanpa buah. Dia akan tumbuh subur, namun tidak akan menghasilkan buah yang bisa dinikmati oleh banyak orang. Bisa juga seperti ungkapan lain, ilmu tanpa akhlak akan pincang, akhlak tanpa ilmu akan buta. Maksudnya adalah orang berilmu pengetahuan luas, malah akan berbahaya jika tidak memiliki dasar akhlak yang baik, karena ilmu bisa dibuat untuk kejahatan. Namun jika ilmu disertai akhlak yang baik, ia akan sangat bermanfaat bagi kemaslahatan ummat.

Lalu apa hubungannya dengan arus globalisasi pendidikan di Indonesia ? Bentuk globalisasi pendidikan itu adalah masukknya pengaruh dunia ke sistem pendidian Indonesia. Bisa berupa teknologi, budaya, standar pendidikan maupun kurikulum. Semakin maju zaman, era globalisasi semakin nyata, termasuk dunia pendidian. Akses informasi yang kian cepat membuat kita bisa mengetahui kemajuan yang ada di belahan negara lainnya. Misalnya dalam tolak ukur pendidikan yang mendunia, seperti PISA. Hal ini membuat kita berusaha mengejar nilai PISA itu agar tidak kalah dengan negara lain, karena menjadi standar kualitas pendidikan dunia. Kemudian kita juga memiliki nilai AKM, hal ini juga menjadi agenda tahunan sekolah untuk berusaha bagaimana agar nilai AKM tidak jatuh.

Selain itu, bentuk globalisasi pendidikan lainnya di Indonesia adalah muncul banyak lembaga pendidikan yang mengadopsi kurikulum luar negeri. Sekolah-sekolah internasional. Lalu ada juga dalam bentuk teknologi seperti google dan berbagai platform pendidikan yang sedang berkembang. Semua ini adalah arus globalisasi pendidikan yang menggerus di Indonesia. Semuanya bisa menjadi berdampak positif, dan bisa juga berdampak negatif. Dampak positifnya seperti mutu meningkat, daya saing meningkat, akses ilmu luas, dan kolaborasi yang global. Dampak negatifnya seperti westernisasi nilai, kesenjangan digital sekolah perkotaan dan daerah tertinggal, dan komersialisasi pendidikan.

Lalu bagaimana kita sebagai guru Pendidikan Agama Islam menyikapi agar tetap bisa mencapai tujuan pendidikan nasional? Dalam tujuan pendidikan nasional tadi jelas mengedepan manusia yang berakhlak. Namun dengan arus globalisasi pendidikan, kita tetap harus berusaha disaat sekolah mengejar nilai-nilai untuk memenuhu standar nasional bahkan internasional. Sedangkan manusia Indonesia, memang harus menjadi manusia yang berakhlak baik dan berilmu pengetahuan yang luas. Hal ini sangat menjadi tantangan yang serius bagi kita guru PAI. Jika hanya mengikuti pola, maka pembelajaran PAI akan tertinggal. Ketika mapel lain sibuk dengan pembahasan rumus baru, metode baru, pendekatan baru, maka guru PAI juga harus membahas itu semua agar tidak ketinggalan.

Guru PAI bisa menjadikan globalisasi pendidikan itu sebagai sarana untuk pembelajaran. Misalnya dengan memanfaatkan teknologi. Namun hal itu tidak cukup untuk menghasilkkan manusia yang berakhlak baik. Perlu ada upaya ekstra agar PAI semakin meresap dalam ingatan dan menjadi kebiasaan peserta didik. Yaitu dengan memanfaatkan Hidden Curriculum atau Budaya Sekolah. Guru PAI harus mendesain bagaimana budaya sekolah untuk diterapkan di sekolah, agar menjadi kebiasaan sehari-hari. Seperti beribadah harian, bersikap sopan santun, kejujuran, dan mulai belajar berkata baik dalam sehari-hari.
Apalagi bagi guru PAI di sekolah-sekolah negeri, yang pembelajaran PAI nya hanya seminggu sekali. Maka memang perlu membuat program khusus unggulan Pendidikan Agama Islam untuk diterapkan dalam keseharian. Seperti penerapan sunnah-sunnah Rasulullah Saw. Misalnya senyum dan salam, bicara yang baik, jujur, dahulukan kanan, rendah hati, pemaaf. Program lain yang bisa dilaksanakan seperti shalat dhuha, sholat zuhur berjamaah, membaca doโ€™a, hafalan ayat-ayat pilihan, hafalan doโ€™a pilihan, menjaga kebersihan, adab makan minum, menghormati orangtua dan guru. Semuanya harus dilakukan dengan konsisten dan dijadikan Budaya Sekolah. Sehingga dengan jam pelajaran mapel PAI yang ada, tujuaan pendidikan nasional untuk membentuk manusia Indonesia yang berakhlak baik bisa tetap tercapai.

Bagikan ke :
Share on Facebook Share on Google+ Tweet about this on Twitter Email this to someone Share on LinkedIn Pin on Pinterest

BERITA TERKINI

INVESTIGASI

BERITA SEBELUMNYA

LAHAT - 27-September-2026, 18:35

HUT ke-25, Partai Demokrat Lahat Gelar Aksi Donor Darah

LAHAT - 27-September-2026, 18:35

Kodim 0405/Lahat Buka Open Tournament Domino Orado Piala Panglima TNI

LAHAT - 27-September-2026, 14:51

64 Tim Adu Strategi di Open Tournament Domino Piala Panglima TNI Battle Arena VI Lahat

JAKARTA - 27-September-2026, 07:04

Dorong Perajin Naik Kelas Hingga Tembus Pasar Global, Ketua Dekranasda OKU Timur dr. Sheila Hadiri Pembukaan Kriyanusa 2026

LAHAT - 26-September-2026, 20:05

ย Unsur Tripika Pseksu Identifikasi Sejak Dini Titik-Titik Rawan Karhutla

LAHAT - 26-September-2026, 17:28

Tunjukkan Kepedulian, Kapolsek Pseksu Berikan Bansos Untuk Warga Sakit Didesa Talang Tinggi

PALEMBANG - 26-September-2026, 14:27

Hari Kedua Operasi Sikat I Musi, Polda Sumsel dan Jajaran Ungkap 32 Kasus 3C

PALEMBANG - 26-September-2026, 14:26

Bhayangkari Sumsel Bagikan 4.000 Paket Sembako, Dekatkan Layanan Kesehatan kepada Masyarakat

OKU - 25-September-2026, 21:21

Bupati OKU Menegaskan Pejabat Yang Dilantik Akan Dievaluasi Dalam Tiga Hingga Enam Bulan.

LAHAT - 25-September-2026, 20:37

Tak Ketinggalan, Polres Lahat Tunjukkan Kepedulian kepada Juru Parkir Korban Pembunuhan

LAHAT - 25-September-2026, 20:36

Polsek Pseksu Laksanakan Patroli dan Antisipasi Karhutla di Desa Tanjung Raya

PALEMBANG - 25-September-2026, 20:34

Hari Pertama Operasi Sikat I Musi, 18 Tersangka 3C Diamankan

MUARA ENIM - 25-September-2026, 20:22

Aksi Curas di Jalinsum Berujung Penangkapan, Team Lebah Bekuk S (44)

MUARA ENIM - 25-September-2026, 20:21

Getah Karet 50 Kg Dicuri, Polsek Gelumbang Amankan Terduga Pelaku di Rumahnya

PALEMBANG - 25-September-2026, 18:29

Mobil Listrik di Sumsel Tumbuh Dua Kali Lipat, PLN Perkuat Layanan melalui SPKLU Center Pertama di Sumsel

LAHAT - 25-September-2026, 18:11

Giliran PWI Lahat Berikan Bantuan Kepada Keluarga Almarhum Jukir

BANYU ASIN 25-September-2026, 17:07

DELPAN TAHUN MENANTI CAHAYA TERANG LISTRIK KINI TERWUJUD

BANYU ASIN 25-September-2026, 17:07

PEMBINAAN STATISTIK SEKTORAL PERKUAT KUALITAS DATA KABUPATEN BANYUASIN

LAHAT - 25-September-2026, 17:01

Azan Kini Lebih Menggema, Warga Bandar Agung Bersyukur Menara Impian Akhirnya Berdiri

LAHAT - 24-September-2026, 23:05

DPRD Kabupaten Lahat dan PLN UID S2JB Bahas Peningkatan Kualitas Layanan dan Keandalan Listrik

MUARA ENIM - 24-September-2026, 21:59

Polisi Amankan 52 Paket Diduga Sabu dan 3 Pil Ekstasi di Jalan Desa Jiwa Baru Lubai

LAHAT - 24-September-2026, 19:12

Proyek Rehab Masjid An-Nur Diduga Tidak Sesuai RABย 

JAKARTA - 24-September-2026, 19:06

Sabet Dua Kali Penghargaan TP2DD Tingkat Nasional, HDCU Perkuat Digitalisasi Daerah

BANYU ASIN 24-September-2026, 18:57

SEKDA BANYUASIN HARMONISASI PERATURAN OPTIMALISASI PERANGKAT DAERAH

OKU TIMUR 24-September-2026, 09:05

Ciptakan Keluarga yang Sehat, Tangguh dan Tanggap Bencana, dr. Sheila Pimpin Rapat Koordinasi Program GKSTTB

CATATAN SRIWIJAYA

  • Catatan Sriwijaya 26-November-2023, 22:50

    DETERMINASI POLITIK TERHADAP HUKUM

    Oleh Burmansyahtia Darma,S.H.

    Muara Enim - Pemilihan Calon Legislatif atau yang trend nya Calon Anggota D

  • Catatan Sriwijaya 18-April-2020, 07:17

    CORONA & RAMADHAN : Sehari Saja

    Oleh : oleh Burmansyahtia Darma,S.H

    Indonesia menjadi salah satu negara yang terjangkit penyebaran Virus Covid-

APA dan SIAPA

FACEBOOKERS SRIWIJAYA ONLINE