ISI

KOPI SEMENDE, BUKAN SEKEDAR NAME Oleh : Muhammad Goeril (pemerhati lingkungan)


28-September-2020, 15:30


MENRISTEK Bambang Brodjonegoro selaku Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) baru-baru ini di Jember Jawa Timur mengatakan, bahwa Indonesia bertekad meningkatkan produktivitas kopi agar dapat merebut kembali posisi kedua produsen kopi dunia yang saat ini ditempati oleh Vietnam. Masalah produktivitas merupakan kendala nasional karena saat ini produksi kopi Indonesia baru mencapai 600 ribu ton setahun dari 1,3 juta Ha kebun kopi. Sedangkan Vietnam cuma memiliki 650 Ha kebun (separuhnya) tapi produksi totalnya hampir setara dengan produksi yang kita miliki. Dengan perkataan lain, produksi kopi kita menghasilkan 700 kg per Ha sedangkan kopi Vietnam produksinya lebih tinggi yakni 2.300 kg per Ha nya.  Berangkat dari situlah Menristek/ Ka.BRIN bertekat untuk berusaha keras agar produktivitas kopi Indonesia ini dapat segera  ditingkatkan. Karena saat ini penyerapan pasar dalam negeri terhadap kopi semakin naik (45%) dan sisanya (55%) merupakan qouta ekspor keberbagai negara. Demikian juga harga jual kopi di luar negeri semakin membaik pula sehingga upaya meningkatkan produktivitas adalah sebuah keniscayaan yang harus  diprioritaskan pelaksanaannya. Dan sebagai bentuk kepedulian perusahaan geothermal PT Supreme Energy Rantau Dedap (PT SERD).yang lokasinya kerjanya berada di desa Segamit, Semende Darat Ulu (SDU) Muara Enim, yang masyarakatnya adalah petani kopi juga bertekad untuk meningkatkan produktivitas kebun kopi dimaksud.

SUPREME ENERGY BINA PETANI

Dengan menggandeng para tenaga akhli pertanian Unsri sejak 2014 lalu sebagai program CSR dilakukanlah pembinaan para kelompok tani kopi yang berada di dusun Rantau Dedap, Segamit dan desa Tunggul Bute. Bagaimana agar tanaman kopi (Robuscha dan Arabika) perlu asupan air yang cukup, sistim penyetekan yang benar, pemupukan yang tepat dengan jarak tanam yang baik sehingga tekad untuk meningkatkan produktivitas per (Ha) lahan dapat tercapai. Para kelompok tani tersebut dibimbing secara teori dan praktek. Bahwa perlu adanya lubang biopori yang cukup agar tangkapan air sempurna, diperlukan diameter lubang dengan kedalaman tertentu dilakukan praktek langsung di sela-sela pohon kopi. Begitu juga praktek pembuatan setek di setiap pohon dilakukan oleh para pembimbing pertanian dengan sabar sehingga para kelompok tani mampu menyerap dan melaksana kannya di kebunnya masing-masing..Dari penuturan petani, sejak ikuti bimbingan telah dirasakan perubahan produksi kopi menjadi 2x lipat lebih dari biasanya.

YOO NGUPI KUDAI,

Dihampir semua rumah tangga di daerah Semende, tawaran “ngupi kudai” (seruput kopi) adalah sesuatu yang membudaya. Kalau tak percaya, datanglah ke desa Segamit Semende Darat Ulu (SDU) kabupaten Muara Enim. Dengan ramahnya warga yang kita kenal itu mengajak mampir sembari berucap “ngupi kudai” dan begitu kita singgah secepat itu pula sang ibu atau (terkadang) anak gadisnya menyajikan kopi hangat yang aromanya mengundang selera. Begitu selesai kita ngobrol dengan tuan rumah, diujung tangga turun kita telah disambut oleh tetangga sebelahnya lagi dengan tawaran yang sama “ngupi kudai” dan begitulah seterusnya ; singgah di lima rumah dapat dipastikan lima gelas pula kopi hangat itu menjadi santapan. Bahkan ada pula kebiasaan kaum ibu di Semende yang gemar menghisap rokok kretek sembari menyeruput kopi menemani tamunya. Hal itu, didaerah yang berhawa dingin justru menambah semangat kerja.Dan terkadang mereka merokok sambil bekerja, menyiangi ladang, membersihkan buah segar hasil panen lalu menjemur kopi yang telah digiling kulitnya.. Dan hal itu sudah menjadi kelaziman penduduk yang bermukim di daerah pegunungan berhawa dingin yang rata-rata mereka bertani dan bermukim dilokasi ketinggian 1.500 – 1700 m dari permukaan laut (mdpl). Bagi yang belum pernah atau belum biasa  ke daerah Semende ini tentu merasakan dingin yang amat sangat, terlebih lagi dimalam hari, perlu betul jacket, jas atau selimut tebal. Suhu rata-rata pada malam hari sekitar 8 derajat yang boleh jadi pada orang tertentu membuat bibir dan telapak kaki menjadi pecah-pecah.

Budaya “ngupi kudai” inilah yang secara turun temurun dilakukan oleh masyarakat Semende yang daerahnya kini semakin terkenal kemanca negara karena adanya sumber panas bumi disepanjang Bukit Barisan. Sejak tahun 2008  telah dilakukan survey panas bumi (geothermal) oleh perusahaan Swasta dan BUMN. Diawali dari daerah Lumut Balai Semende Darat Laut (SDL) Muara Enim oleh Pertamina Geothermal Energy (PGE) dan kemudian disusul oleh PT Supreme Energy Rantau Dedap (PT SERD) tahun 2014 di desa Segamit Semende Darat Ulu (SDU). Kedua daerah yang menjadi proyek panas bumi ini kelak  merupakan daerah penghasil Energy Listrik terbesar. Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang ada menjadi tangguh dikarenakan adanya hutan kawasan yang terjaga baik, terhindar dari perambahan. Merupakan energy baru dan terbarukan, serta akrab lingkungan karena uap yang dihasilkan merupakan proses pemanasan air oleh magma didalam perut bumi. Dan sejak Agustus 2019 PT PGE telah membuktikan kiprahnya dengan memproduksi listrik tahap 1 sebesar 55 MW, akan disusul PT SERD tahun 2021 insyaAllah dengan produksi listrik tahap awal 92 MW yang tentu saja nantinya akan terus berlanjut dengan tahap-tahap produksi berikutnya.

AYO BANTU, JANGAN GANGGU

Itulah pesan penting yang disampaikan berulang-ulang oleh Bupati Muara Enim sejak pak Kalamudin Jinab (alm), diteruskan pak Muzakir Sai Sohar hingga Plt. Bupati H.Juarsah : agar warga masyarakat membantu dan jangan mengganggu kelancaran proyek panas bumi ini. Karena beliau tahu persis bahwa Proyek Vital Nasional (provitnas) seperti panas bumi ini harus didukung sepenuhnya dan telah menjadi keharusan bagi segenap stakeholder memberikan jaminan agar kegiatan proyek berjalan baik dan lancar. Terlebih lagi kewajiban ini tertuang didalam Kepres No.63 tahun 2004 tentang Pengamanan Objek Vital Nasional yang bertitik berat kepada pencegahan  potensi gangguannya. Karena adanya proyek investasi semacam PLTP ini tentu penyerapan tenaga kerja lokal cukup banyak. Terutama SDM yang ada di desa-desa kecamatan terdekat SDU, Kota Agung dan Dempo Selatan dalam kurun waktu 2018 – 2020 saja lebih dari 800 orang bekerja di proyek.  Kemajuan ekonomi masyarakat desa/kecamatan bertambah dan lebih terlihat nyata dengan meningkatnya perputaran uang dari sumber penghasil pekerja, sewa rumah, kegiatan kuliner warga, konpensasi kebun dan berbagai aspek ekonomi lainnya ikut  bertambah dan berputar (added value).

Untuk kegiatan Panas Bumi itu telah ada UU yang menaunginya yakni UU No.27 tahun 2003 yang diperkuat lagi dengan UU No.21 tahun 2014 bahwa, gangguan dan rintangan terhadap kegiatan proyek Panas Bumi (produksi tidak langsung seperti PLTP) yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dapat dikenakan sanksi pidana 7 tahun kurungan dan pidana denda 70 M (pasal 74). Dan sebaliknya, jika proyek panas bumi ini berjalan baik dan lancar sehingga berhasil memproduksi listrik yang diharapkan maka sesuai UU tersebut diatas menjamin income daerah (selain pajak) akan memperoleh pula  Penghasilan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang akan dibagikan kepada Pemerintah Pusat 20%,  Pemda Provinsi 16 %, Kabupaten/Kota penghasil 32% dan sisanya 32% untuk Kabupaten/Kota tetangga (pasal 30). Dengan demikian, tentu pesan-pesan Bupati yang selalu disampaikan berulang-ulang disetiap kesempatan semata-mata ingin mewujudkan pembangunan daerah bagi kesejahteraan masyarakatnya. Ayo bantu, jangan ganggu !!. Kalau tidak kita siapa lagi, kalau tidak sekarang kapan lagi ***)..goeril

Bagikan ke :
Share on Facebook Share on Google+ Tweet about this on Twitter Email this to someone Share on LinkedIn Pin on Pinterest

BERITA TERKINI

INVESTIGASI

BERITA SEBELUMNYA

PALEMBANG - 7-October-2026, 20:37

Muara Enim Jadi Tuan Rumah FORPROV II KORMI Sumsel, Cik Ujang Tekankan Koordinasi Panitia 

MUARA ENIM - 7-October-2026, 20:35

Buka Gebyar SMANSAGEL Jilid 11, Wagub Cik Ujang Dorong Siswa Berani Berprestasi 

LAHAT - 7-October-2026, 20:34

Dituntut Tingkatkan Politik Golkar di Parlemen, Sri Marhaeni Terpilih Secara Aklamasi 

LAHAT - 7-October-2026, 20:34

Polsek Kikim Timur Intensifkan Patroli Pencegahan Karhutla 

EMPAT LAWANG - 7-October-2026, 18:57

𝐁𝐊𝐏𝐒𝐃𝐌 𝐄𝐦𝐩𝐚𝐭 𝐋𝐚𝐰𝐚𝐧𝐠 𝐏𝐞𝐫𝐤𝐮𝐚𝐭 𝐁𝐮𝐝𝐚𝐲𝐚 𝐀𝐧𝐭𝐢𝐤𝐨𝐫𝐮𝐩𝐬𝐢 𝐁𝐚𝐠𝐢 𝐀𝐒𝐍

MUBA - 7-October-2026, 14:29

Pemkab Muba Gelar Rapat Koordinasi TPID: Dorong Langkah Nyata Tekan Inflasi dan Amankan Stok Pangan 

BANYU ASIN 7-October-2026, 12:52

TIM EVALUASI MONITOURING BANYUASIN TERUS INGATKAN PEMERINTAH DESA

PALI - 7-October-2026, 12:51

Sinergi Antarinstansi Ditingkatkan, Ketua DPRD Sumsel Tinjau Pelayanan UPT Samsat PALI

LAHAT - 6-October-2026, 20:11

Diduga Pengedar Sabu, Satresnarkoba Polres Lahat Amankan 30 Paket Dengan Berat 10,16 Gram 

JAMBI 6-October-2026, 19:50

RINDAR MANDELA ,SH., M.H MAJU BAKAL CALON KETUA UMUM DPC IKADIN JAMBI

LAHAT - 6-October-2026, 14:53

Sri Marhaeni Tancap Gas, Siap Rebut Kembali Kursi Ketua Golkar Lahat

LAHAT - 6-October-2026, 13:43

Pastikan Aksi Begal Postingan di FB, Tim Jagal Bandit Polres Lahat Patroli Jalan Lahat – Pagaralam 

MURATARA - 5-October-2026, 23:11

Kerja Cepat Sat PPA & PPO Polres Muratara, Bayi yang Ditelantarkan Berhasil Diselamatkan

LAHAT - 5-October-2026, 21:31

HUT TNI ke-81, Dua Kapolsek Berikan Kejutan Untuk Koramil 405-12 Lahat 

LAHAT - 5-October-2026, 21:30

Polsek Pseksu Gelar Sosialisasi SPMB SMA Kemala Taruna Bhayangkara TA. 2027/2028 

PALEMBANG - 5-October-2026, 21:24

HUT TNI 2026 KODAM II SRIWIJAYA FOKUS PENANGANAN KARHUTLA

BANYU ASIN 5-October-2026, 21:23

BUPATI BANYUASIN HADIRI PENGUKUHAN KEPALA PERWAKILAN BPKP SUMSEL

EMPAT LAWANG - 5-October-2026, 20:47

𝐅𝐢𝐧𝐚𝐥 𝐏𝐢𝐚𝐥𝐚 𝐀𝐒𝐄𝐀𝐍 𝟐𝟎𝟐𝟔, 𝐁𝐮𝐧𝐝𝐚 𝐇𝐞𝐩𝐲 𝐒𝐚𝐩𝐫𝐢𝐚𝐧𝐢 𝐍𝐨𝐛𝐚𝐫 𝐁𝐞𝐫𝐬𝐚𝐦𝐚 𝐖𝐚𝐫𝐠𝐚 𝐝𝐢 𝐑𝐮𝐦𝐝𝐢𝐧 𝐁𝐮𝐩𝐚𝐭𝐢 𝐄𝐦𝐩𝐚𝐭 𝐋𝐚𝐰𝐚𝐧𝐠

PALEMBANG - 5-October-2026, 18:54

𝐁𝐮𝐩𝐚𝐭𝐢 𝐄𝐦pa𝐭 𝐋𝐚𝐰𝐚𝐧𝐠 𝐉𝐨𝐧𝐜𝐢𝐤 𝐌𝐮𝐡𝐚𝐦𝐧𝐚𝐝 𝐇𝐚𝐝𝐢𝐫𝐢 𝐏𝐚𝐫𝐚𝐝𝐞 𝐇𝐔𝐓 𝐤𝐞-𝟖𝟏 𝐓𝐍𝐈 𝐝𝐢 𝐋𝐚𝐧𝐮𝐝 𝐒𝐌𝐇 𝐏𝐚𝐥𝐞𝐦𝐛𝐚𝐧𝐠

MUARA ENIM - 5-October-2026, 16:59

Kejutan HUT ke-81 TNI, Polres Muara Enim Datangi Kodim 0404 Bawa Tumpeng Pererat Sinergitas

MUARA ENIM - 5-October-2026, 15:40

Camat SDL Hasbullah Yusuf Pimpin Forkopimcam Kunjungi Koramil 404/06 di HUT TNI ke-81

LAHAT - 5-October-2026, 12:46

Polres Lahat Gelar Upacara Kenaikan Pangkat Pengabdian Bagi Kompol Mastoni S.E

PALEMBANG - 5-October-2026, 12:45

Polda Sumsel Ungkap 30 Kasus 3C dan Tindak 76 Kasus Premanisme dalam Ops Sikat I Musi 2026

PALEMBANG - 5-October-2026, 12:45

HUT ke-81 TNI, Kapolda Sumsel Perkuat Komitmen Bersama Jaga Keamanan

LAHAT - 5-October-2026, 12:44

Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen Dosen UNSELA ke-SPKT Polda Sumsel Memasuki Babak Baru

CATATAN SRIWIJAYA

  • Catatan Sriwijaya 26-November-2023, 22:50

    DETERMINASI POLITIK TERHADAP HUKUM

    Oleh Burmansyahtia Darma,S.H.

    Muara Enim - Pemilihan Calon Legislatif atau yang trend nya Calon Anggota D

  • Catatan Sriwijaya 18-April-2020, 07:17

    CORONA & RAMADHAN : Sehari Saja

    Oleh : oleh Burmansyahtia Darma,S.H

    Indonesia menjadi salah satu negara yang terjangkit penyebaran Virus Covid-

APA dan SIAPA

FACEBOOKERS SRIWIJAYA ONLINE