ISI

Pengawasan Hutan Lemah 2025: Deforestasi Melonjak, Pemerintah Dinilai Lamban Bertindak.

Penulis : Destiana Dewi Lestari Mahasiswa Ilmu Politik UIN Raden Fatah Palembang

1-December-2025, 21:50


Memasuki tahun 2025, isu deforestasi kembali mencuat sebagai salah satu tantangan lingkungan paling mendesak di Indonesia. Berbagai laporan dari lembaga independen dan organisasi masyarakat sipil menunjukkan tren kenaikan laju kehilangan hutan di beberapa wilayah, terutama di Kalimantan, Sumatra, dan Papua. Lonjakan deforestasi ini dinilai berkaitan erat dengan lemahnya sistem pengawasan hutan serta respons pemerintah yang dianggap kurang cepat dan tidak efektif.

Lonjakan Deforestasi: Gejala Lama yang Kembali Berulang.

Sejumlah faktor ditengarai menjadi pemicu utama meningkatnya deforestasi di tahun 2025. Ekspansi perkebunan skala besar, pembukaan lahan ilegal, serta aktivitas pertambangan yang tidak terkendali masih menjadi persoalan klasik yang belum terselesaikan. Di beberapa daerah, masyarakat adat dan warga lokal mengaku semakin sulit mempertahankan wilayah kelola mereka karena tekanan dari perusahaan yang masuk tanpa proses konsultasi yang memadai.

Selain itu, pengawasan di lapangan yang seharusnya menjadi benteng utama perlindungan hutan justru dinilai semakin melemah. Minimnya jumlah petugas, kurangnya kapasitas teknologi, serta lemahnya koordinasi antar lembaga membuat banyak praktik pembalakan liar terus berlangsung tanpa penindakan yang tegas.

Pemerintah Dinilai Lamban dan Reaktif.

Berbagai kelompok pemerhati lingkungan menilai pemerintah lamban dalam memberikan respons terhadap meningkatnya angka deforestasi. Kebijakan yang dikeluarkan cenderung bersifat reaktif, muncul setelah terjadi kerusakan dan tekanan publik meningkat. Padahal, sistem peringatan dini serta pemetaan risiko sudah lama disarankan oleh banyak ahli untuk mencegah hilangnya kawasan hutan secara lebih luas.

Di sisi lain, transisi kebijakan menuju ekonomi hijau masih terhambat oleh kepentingan industri ekstraktif dan investasi jangka pendek. Kebijakan moratorium izin baru di kawasan hutan dinilai belum diiringi dengan pengawasan dan penegakan hukum yang memadai. Akibatnya, aktivitas ilegal tetap berlangsung meski regulasi telah ditetapkan.

Dampak Ekologis dan Sosial yang Makin Nyata.

Kerusakan hutan tidak hanya berdampak pada hilangnya keanekaragaman hayati, tetapi juga mengganggu stabilitas ekologis yang memengaruhi kehidupan jutaan orang. Banjir bandang, kekeringan ekstrem, serta menurunnya kualitas udara dan tanah menjadi ancaman nyata. Masyarakat adat menjadi kelompok yang paling merasakan dampaknya, karena hutan merupakan bagian dari identitas, budaya, dan sumber penghidupan mereka.

Selain itu, Indonesia yang berkomitmen dalam perjanjian global untuk mengurangi emisi karbon kini menghadapi tantangan besar. Melonjaknya deforestasi berarti meningkatnya emisi gas rumah kaca, yang mengancam target penurunan emisi dan kontribusi Indonesia dalam mitigasi perubahan iklim.

Perlu Reformasi Pengawasan dan Penegakan Hukum.

Untuk menahan laju kerusakan hutan di 2025, reformasi dalam sistem pengawasan menjadi hal yang mendesak. Penguatan teknologi pemantauan seperti citra satelit real-time, peningkatan jumlah dan kapasitas petugas lapangan, serta transparansi data publik merupakan langkah awal yang harus diprioritaskan.

Selain itu, penegakan hukum harus dilakukan secara konsisten dan bebas dari kepentingan politik maupun ekonomi. Perusahaan maupun individu yang terbukti melakukan pelanggaran harus diberikan sanksi yang jelas dan tegas, bukan sekadar teguran administratif yang mudah diabaikan.

Kesimpulan.

Lemahnya pengawasan hutan pada 2025 memperlihatkan bahwa kerusakan lingkungan bukan sekadar persoalan teknis, melainkan masalah tata kelola yang membutuhkan komitmen politik jangka panjang. Pemerintah perlu bergerak lebih cepat dan responsif dalam melindungi kawasan hutan, karena dampak dari kelalaian hari ini akan dirasakan oleh generasi mendatang. Jika tidak segera dibenahi, lonjakan deforestasi akan membawa Indonesia menuju krisis ekologis yang semakin sulit dikendalikan.

Bagikan ke :
Share on Facebook Share on Google+ Tweet about this on Twitter Email this to someone Share on LinkedIn Pin on Pinterest

BERITA TERKINI

INVESTIGASI

BERITA SEBELUMNYA

LAHAT - 27-September-2026, 18:35

HUT ke-25, Partai Demokrat Lahat Gelar Aksi Donor Darah

LAHAT - 27-September-2026, 18:35

Kodim 0405/Lahat Buka Open Tournament Domino Orado Piala Panglima TNI

LAHAT - 27-September-2026, 14:51

64 Tim Adu Strategi di Open Tournament Domino Piala Panglima TNI Battle Arena VI Lahat

JAKARTA - 27-September-2026, 07:04

Dorong Perajin Naik Kelas Hingga Tembus Pasar Global, Ketua Dekranasda OKU Timur dr. Sheila Hadiri Pembukaan Kriyanusa 2026

LAHAT - 26-September-2026, 20:05

 Unsur Tripika Pseksu Identifikasi Sejak Dini Titik-Titik Rawan Karhutla

LAHAT - 26-September-2026, 17:28

Tunjukkan Kepedulian, Kapolsek Pseksu Berikan Bansos Untuk Warga Sakit Didesa Talang Tinggi

PALEMBANG - 26-September-2026, 14:27

Hari Kedua Operasi Sikat I Musi, Polda Sumsel dan Jajaran Ungkap 32 Kasus 3C

PALEMBANG - 26-September-2026, 14:26

Bhayangkari Sumsel Bagikan 4.000 Paket Sembako, Dekatkan Layanan Kesehatan kepada Masyarakat

OKU - 25-September-2026, 21:21

Bupati OKU Menegaskan Pejabat Yang Dilantik Akan Dievaluasi Dalam Tiga Hingga Enam Bulan.

LAHAT - 25-September-2026, 20:37

Tak Ketinggalan, Polres Lahat Tunjukkan Kepedulian kepada Juru Parkir Korban Pembunuhan

LAHAT - 25-September-2026, 20:36

Polsek Pseksu Laksanakan Patroli dan Antisipasi Karhutla di Desa Tanjung Raya

PALEMBANG - 25-September-2026, 20:34

Hari Pertama Operasi Sikat I Musi, 18 Tersangka 3C Diamankan

MUARA ENIM - 25-September-2026, 20:22

Aksi Curas di Jalinsum Berujung Penangkapan, Team Lebah Bekuk S (44)

MUARA ENIM - 25-September-2026, 20:21

Getah Karet 50 Kg Dicuri, Polsek Gelumbang Amankan Terduga Pelaku di Rumahnya

PALEMBANG - 25-September-2026, 18:29

Mobil Listrik di Sumsel Tumbuh Dua Kali Lipat, PLN Perkuat Layanan melalui SPKLU Center Pertama di Sumsel

LAHAT - 25-September-2026, 18:11

Giliran PWI Lahat Berikan Bantuan Kepada Keluarga Almarhum Jukir

BANYU ASIN 25-September-2026, 17:07

DELPAN TAHUN MENANTI CAHAYA TERANG LISTRIK KINI TERWUJUD

BANYU ASIN 25-September-2026, 17:07

PEMBINAAN STATISTIK SEKTORAL PERKUAT KUALITAS DATA KABUPATEN BANYUASIN

LAHAT - 25-September-2026, 17:01

Azan Kini Lebih Menggema, Warga Bandar Agung Bersyukur Menara Impian Akhirnya Berdiri

LAHAT - 24-September-2026, 23:05

DPRD Kabupaten Lahat dan PLN UID S2JB Bahas Peningkatan Kualitas Layanan dan Keandalan Listrik

MUARA ENIM - 24-September-2026, 21:59

Polisi Amankan 52 Paket Diduga Sabu dan 3 Pil Ekstasi di Jalan Desa Jiwa Baru Lubai

LAHAT - 24-September-2026, 19:12

Proyek Rehab Masjid An-Nur Diduga Tidak Sesuai RAB 

JAKARTA - 24-September-2026, 19:06

Sabet Dua Kali Penghargaan TP2DD Tingkat Nasional, HDCU Perkuat Digitalisasi Daerah

BANYU ASIN 24-September-2026, 18:57

SEKDA BANYUASIN HARMONISASI PERATURAN OPTIMALISASI PERANGKAT DAERAH

OKU TIMUR 24-September-2026, 09:05

Ciptakan Keluarga yang Sehat, Tangguh dan Tanggap Bencana, dr. Sheila Pimpin Rapat Koordinasi Program GKSTTB

CATATAN SRIWIJAYA

  • Catatan Sriwijaya 26-November-2023, 22:50

    DETERMINASI POLITIK TERHADAP HUKUM

    Oleh Burmansyahtia Darma,S.H.

    Muara Enim - Pemilihan Calon Legislatif atau yang trend nya Calon Anggota D

  • Catatan Sriwijaya 18-April-2020, 07:17

    CORONA & RAMADHAN : Sehari Saja

    Oleh : oleh Burmansyahtia Darma,S.H

    Indonesia menjadi salah satu negara yang terjangkit penyebaran Virus Covid-

APA dan SIAPA

FACEBOOKERS SRIWIJAYA ONLINE