ISI
RIO CK : NILAI DAN SEMANGAT KEPAHLAWANAN DI ERA MILENIAL
10-November-2017, 09:30
Jakarta – Setiap tanggal 10 November selalu diperingati sebagai momentum mengenang jasa para pahlawan yang telah ‘gugur’ dan ‘berkorban’ demi bangsa dan tanah air dalam memperjuangkan maupun mempertahankan Kemerdekaan.
Satu dari sekian banyak catatan yang patut menjadi perhatian di era milenial saat ini, ialah semakin tergerusnya nilai, etos dan semangat kepahlawanan yang bergulir dari waktu ke waktu.
Semakin hari kualitas dan mutu peringatan momentum hari pahlawan, semakin tidak memberikan arti dan makna yang real bagi publik (masyarakat) pada umumnya.
Tidak adanya penghayatan dan penghormatan secara lebih jauh terhadap para pahlawan, rasanya hanya dianggap sebagai ‘angin lalu’, begitupun dengan hiruk pikuk peringatan hari pahlawan itu sendiri yang terkesan hanya sebagai formalitas semata, tanpa arti (makna).
Begitupun dengan generasi muda saat ini, atau yang lebih populer dikenal dengan istilah generasi millenial, yang sama sekali juga tidak menghayati, mendalami serta mengilhami nilai historis serta semangat juang dari para pahlawan terdahulu.
Tantangan generasi muda di era millenial saat ini, haruslah dapat memberikan makna baru (redefinisi, reaktualisasi serta rekontekstualisasi) nilai dan semangat kepahlawanan dalam realitas kekinian sesuai dengan perkembangan zaman.
HISTORICAL HARI PAHLAWAN
Sedikit merefresh memori publik kembali, 10 November dipilih sebagai momentum hari pahlawan didasari atas terjadinya pertempuran heroik di kota Surabaya. Adalah mantan pimpinan tertinggi Gerakan Pemuda Republik Indonesia (PRI) Sumarsono, yang mengusulkan kepada Presiden Soekarno agar menetapkan tanggal 10 November sebagai hari pahlawan.
Adapun latar belakang dan penyebab pertempuran 10 November 1945 dipicu oleh insiden Hotel Yamato Surabaya. Di mana ketika itu orang – orang Belanda mengibarkan bendera merah putih biru, yaitu bendera Belanda di atas hotel yamato. Hal ini tentu dianggap telah menghina kedaulatan bangsa dan kemerdekaan Indonesia yang telah diploklamirkan beberapa bulan sebelumnya.
Kejadian tersebut seketika membuat sebagian pemuda bertindak tegas dengan merobek bendera Belanda pada bagian warna birunya sehingga tinggal tersisa bendera Indonesia Merah Putih. Peristiwa ini tepatnya terjadi pada tanggal 27 Oktober 1945.
Kemudian bentrokan bersenjata di Surabaya kembali memuncak, yakni setelah terjadinya kesalahpahaman yang menyebabkan tewasnya Jenderal Mallaby (pimpinan tentara Inggris untuk Jawa Timur), pada tanggal 30 Oktober 1945.
Kematian Jenderal Mallaby inilah yang membuat pihak Inggris marah besar, dan mengeluarkan ultimatum 10 November 1945 untuk meminta agar pihak Indonesia menyerahkan persenjataan dan menghentikan perlawaban terhadap tentara AFNEI (Inggris) dan administrasi NICA (Belanda). Adapun reaksi masyarakat Indonesia kala itu, justru secara tegas menolak dan tidak mematuhi ultimatum tersebut, adalah Bung Tomo, yang kala itu merupakan salah satu toko kunci persitiwa tersebut, membakar dan menyalakan semangat perjuangan arek – arek suroboyo lewat siaran radio-nya yang sangat familiar, sehingga perjuangan dan perlawanan terus berlanjut hingga akhir. Atas peristiwa tersebut setidaknya 6.000 – 16. 000 pejuang dari Indonesia gugur dan setidaknya 200. 000 masyarakt sipil mengungsi.
Rentetan peristiwa inilah yang kemudian memicu persitiwa bersejarah, yakni pertempuran hebat 10 November 1945, yang hingga saat ini diperingati sebagai hari pahlawan.
Tentu peringatan dan momentum ini tidak hanya sekedar untuk kembali mengingat peristiwa heroik dan berdarah tersebut, tetapi lebih daripada itu juga untuk merenungi dan menghayati kembali pengorbanan dan jasa dari para pahlawan yang telah gugur dan berjuang kala itu.
PACEKLIK NILAI KEPAHLAWANAN
Sejatinya, pahlawan selalu identik dengan sikap dan nilai kesetiaan, pengorbanan, perjuangan, dan pengabdian. Hal tersebut tentu harus ditauladani oleh generasi saat ini, maupun generasi mendatang.
Karakter kepahlawanan dapat dikenali dan distimulate dengan mendalami rentetan dan runtutan sejarah perjuangan pahlawan ataupun mengenali kisah perjuangan mereka, serta meresapi nilai-nilai luhur yang telah ditunjukan oleh sosok-sosok pahlawan seperti; Bung Tomo, Sudirman, Pattimura, Diponegoro, Ki Hajar Dewantara, ataupun pahlawan proklamator, seperti; Soekarno dan Moh. Hatta dan para pahlawan (revolusioner) lainnya.
Namun, realitas yang terjadi hari ini, sudah sangat jauh dari apa yang diharapkan. Generasi milenial kini lebih mementingkan kepentingan pribadi (individualistis), lebih berorientasi kepada aspek matrealism (hedonisme), telah memudarnya kegigihan (semangat juang), lemahnya pengabdian kepada sesuatu yang lebih besar/rasa patriotik (nasionalisme), kurangnya rasa kesetiakawanan dan rela berkorban, menipisnya semangat gotong royong, kerja keras dan terkesan apatis terhadap lingkungan serta serba ingin instan (seketika).
Catatan tersebut juga pararel dengan realitas (sosial) lainnya, di mana berdasarkan jajak pendapat yang pernah dilakukan oleh litbang kompas beberapa waktu yang lalu, dalam hasil dan kesimpulannya menunjukkan bahwa para kaum elite yang memegang kekuasaan di negeri ini, memang belum mampu memberikan makna mendasar dari arti kepahlawanan itu sendiri. Ini menandakan terjadinya krisis nilai dan semangat kepahlawanan dalam skala nasional maupun regional.
Saat ini generasi milenial tidak lagi memiliki keteladanan terhadap sosok yang mencerminkan sikap dan nilai kepahlawanan. Sosok pahlawan yang dapat dikagumi hanya dapat dijawab dari masa lalu, dan sulit untuk ditemukan pada masa kini.
Minimnya sosok yang dapat menjadi teladan bagi generasi milenial menjadikan penghayatan terhadap jiwa kepahlawanan di masyarakat masih sangat rendah. Ini lah tentunya yang memicu beberapa konflik horisontal yang nyaris terjadi, yang menyinggung isu sensitif, seperti isu SARA, yang tak lain disebabkan persoalan sepele yang bersumber dari melemahnya nilai dan semangat kepahlawanan. Sentimen primordialisme juga cukup kuat mengemuka akhir-akhir ini di berbagai forum dan ruang publik.
Pandangan publik terhadap etos kepahlawanan di cabang kekuasaan pun masih sangat minor. Persepsi minor publik tentunya didasari dan tidak lepas dari bagaimana kehidupan dan situasi kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini, yang masih cukup memprihatinkan.
Pemerintah tampak tidak konsisten menanamkan nilai dan semangat kepahlawanan, katakanlah melalui bentuk bela negara misalkan ataupun melalui kurikulum sistem pendidikan.
Pemerintah tampaknya masih terkesan latah dan gagap terhadap laju perekonomian dan pembangunan infrastruktur di segala bidang, yang tidak diimbangi dengan akselerasi sentuhan ataupun indoktrinasi nilai dan semangat kepahlawanan dalam sendi kehidupan masyarakat.
Dapat dilihat beberapa program pemerintah terkait, seperti revolusi mental atupun aksi bela negara yang sempat digalakan di awal-awal pemerintahan ataupun beberapa gagasan dan terobosan (program) lainnya, di mana dapat dilihat senyatanya saat ini ‘jalan ditempat’, tanpa realisasi dan hasil yang konsisten dan berkelanjutan.
Rasanya beberapa program real pemerintah yang dapat diapresiasi, karena dapat menstimulate nilai dan semangat kepahlawanan, hanya terkesan basa basi, dan pencitraan semata.
Begitupun dengan indoktrinasi nilai – nilai kepahlawanan di masyarakat saat ini, yang dibangun melalui sistem lembaga pendidikan, yang kian hari kian terasa longgar. Karakter kebangsaan yang merupakan perwujudan dari fanatisme kepahlawanan, bukanlah menjadi barang wajib yang harus ada di dalam sistem (kurikulum) pendidikan. Inilah fakta ironi hari ini, yang mungkin menjadi salah satu penyebab tradisi memori kepahlawanan di masyarakat kian hari semakin memudar dan terlupakan.
Padahal jikalau ingin berkaca dan melihat negara lain, seperti Jepang misalanya penetrasi nilai kepahlawan selalu dipupuk sedini mungkin salah satunya melalui sistem pendidikan, baik formal maupun informal. Begitupun dengan di Amerika yang notabenenya sangat liberal dan individualistik, akan tetapi masih tetap bangga menceritakan kembali para tokoh bangsanya.
MERAWAT SEMANGAT KEPAHLAWANAN
Pahlawan merupakan gelar anumerta atau penghargaan tertinggi terhadap tindakan seseorang yang dianggap heroik – melakukan pengorbanan, pengabdian, serta berjasa sangat luar biasa bagi kepentingan bangsa dan negara. Pahlawan yang dari bahasa sansekerta (phala-wan) memiliki arti sebagai orang menghasilkan buah (phala) bagi bangsa dan negara.
Tentunya nilai dan semangat kepahlawanan harus diteladani dari generasi ke generasi. Begitupun dengan semangat kepahlawanan yang tetap harus ada dan dijaga.
Realitas kekinian, tentu tidak diperhadapkan kembali dengan perjuangan (heroik) dan pertempuran seperti dahulu, akan tetapi generasi millenial saat ini, ataupun generasi mendatang tetap dapat berpartisipasi aktif menumbuhkembangkan semangat kepahlawanan. Diantaranya dengan melahirkan gagasan atau pemikiran besar yang dapat menunjang pembangunan bangsa dan negara, menghasilkan karya besar yang mendatangkan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat luas serta dapat meningkatkan harkat dan martabat bangsa, ataupun dengan memiliki konsistensi jiwa dan semangat kebangsaan nasionalisme dibarengi dengan akhlak dan moral yang tinggi.
Pada akhirnya, tetap harus diingat bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang dapat menghargai jasa dan perjuangan para pahlawannya, oleh karenanya nilai dan semangat kepahlawanan di era millenial saat ini harus tetap dijaga, dirawat serta ditumbuhkembangkan. Selamat hari pahlawan !
Oleh : Rio Chandra Kesuma (Penggiat Hukum dan Aktivis Kepemudaan)
Dipublikasikan pada 10 November 2017 dalam rangka memperingati Hari Pahlawan.
BERITA TERKINI
-
BANYU ASIN 12-October-2026, 19:47
JAMBORE KADER PPK BANYUASIN 2026 PERKUAT 10 PROGRAM POKOK PKK MENUJU INDONESIA EMAS
BANYUASIN ,SO – Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyuasin menggelar Jambore Kader PKK Tingkat Kabupate
-
LAHAT - 12-October-2026, 16:50
Sebelum KBM di SMAN 1 Kikim Barat Membaca Al-Qur’an
LAHAT——- SMA Negeri 1 Kikim Barat meluncurkan program pembiasaan keagamaan bertajuk &
-
MUBA - 12-October-2026, 14:51
Perkuat Etika, Kepercayaan Diri, dan Kekompakan Anggota Menuju Keluarga Sejahtera
MUBA, SO — Menjadi perempuan berdaya tidak hanya tentang peran dalam keluarga dan organisasi, teta
-
LAHAT - 12-October-2026, 14:48
Pelaku Pencurian Uang Rp.66,6 Juta Terungkap, Polsek Pajar Bulan Amankan TSK di Bengkulu Selatan
LAHAT—– Polres Lahat, melalui Polsek Pajar Bulan berhasil mengungkap kasus dugaan tindak
-
MUARA ENIM - 11-October-2026, 21:22
Polsek Lawang Kidul Temukan Lubang PETI di Keban Agung
MUARA ENIM – Polsek Lawang Kidul memantau lokasi yang diduga menjadi tempat Pertambangan Tanpa
-
PALEMBANG - 11-October-2026, 20:08
Brigjen Pol Irwansyah Mantan Kapolres Lahat, Kini Jabat Wakapolda Sumsel
PALEMBANG——Brigjen Pol Irwansyah resmi ditunjuk sebagai Wakil Kepala Kepolisian Daerah S
-
PALEMBANG - 11-October-2026, 15:30
Booth Rumah BUMN Jambi Hadir di Palembang Icon, PLN UID S2JB Bawa 12 UMK Binaan Perluas Pasar
Palembang – Masyarakat Palembang kini dapat mengenal lebih dekat beragam produk Usaha Mikro, Kecil
-
LAHAT - 11-October-2026, 15:29
Perkuat Keandalan Listrik dan Dorong Potensi Pelanggan Besar, PLN UID S2JB dan UP3 Lahat Bersinergi dengan Pemprov Sumsel
LAHAT – PT PLN (Persero) UID S2JB bersama PLN UP3 Lahat terus menguatkan kolaborasi strategis deng
-
LAHAT - 11-October-2026, 11:50
Jangan Biarkan Pelangsir Kuasai BBM Subsidi, YLKI Lahat Raya Desak Polisi Sidak SPBU di Lahat
LAHAT——Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Lahat Raya mendesak Polres Lahat mening
-
LAHAT - 11-October-2026, 11:49
Batalnya APBD-P Lahat Jadi Alarm Kepemimpinan, DPRD Didesak Tempuh Langkah Konstitusional
LAHAT—– Batalnya pembahasan APBD Perubahan (APBD-P) Kabupaten Lahat Tahun Anggaran 2026
-
LAHAT - 11-October-2026, 11:48
Asap Karhutla Serang Bumi Seganti Setungguan, Humas Polres Lahat Himbau Masyarakat Gunakan Masker Untuk Lindungi Diri
LAHAT—– Gawat.!!! Asap kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) mulai menyerang Bumi Seganti
-
MUARA ENIM - 10-October-2026, 23:04
Di Muara Lawai, Dua Penggali Sumur Tewas Diduga Gas Beracun
MUARA ENIM – Dua orang pekerja ditemukan meninggal dunia setelah mengalami pingsan saat berada di
-
MUARA ENIM - 10-October-2026, 21:43
Ketua Golkar Muara Enim: Aksi Warga Stop Truk Batu Bara PT. MME Sudah Tepat
Muara Enim – Aksi warga Desa Darmo dan Desa Pulau Panggung yang menghentikan dan memutar balik
-
SUMBAR 10-October-2026, 20:58
Apkasi Peduli Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang Solok, Bursah Zarnubi Tegaskan Solidaritas Antarkabupaten
SOLOK – Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) melalui program Apkasi Peduli men
-
BANYU ASIN 10-October-2026, 19:35
Herman Deru dan Cik Ujang Tinjau Karhutla di Banyuasin, Uji Teknologi Pemadaman dari Brazil
BANYUASIN – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru bersama Wakil Gubernur Sumsel H.
-
PALEMBANG - 10-October-2026, 19:35
𝐁𝐮𝐩𝐚𝐭𝐢 𝐄𝐦𝐩𝐚𝐭 𝐋𝐚𝐰𝐚𝐧𝐠 𝐇. 𝐉𝐨𝐧𝐜𝐢𝐤 𝐌𝐮𝐡𝐚𝐦𝐦𝐚𝐝𝐢 𝐇𝐚𝐝𝐢𝐫𝐢 𝐌𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐊𝐞𝐧𝐚𝐥 𝐏𝐚𝐦𝐢𝐭 𝐊𝐚𝐩𝐨𝐥𝐝𝐚 𝐒𝐮𝐦𝐬𝐞𝐥 𝐏𝐞𝐫𝐤𝐮𝐚𝐭 𝐒𝐢𝐧𝐞𝐫𝐠𝐢 𝐏𝐞𝐦𝐞𝐫𝐢𝐧𝐭𝐚𝐡 𝐝𝐚𝐧 𝐊𝐞𝐩𝐨𝐥𝐢𝐬𝐢𝐚𝐧
𝐏𝐀𝐋𝐄𝐌𝐁𝐀𝐍𝐆 – Bupati Empat Lawang, H. Joncik Muhammad, menghadiri acara m
-
MUBA - 10-October-2026, 13:29
Hadiri Majelis Dzikir di Sungai Lilin, Wabup Muba Kenang Keteladanan Ulama
MUBA, SO – Wakil Bupati Musi Banyuasin (Muba) Kyai Abdur Rohman Husen mengajak masyarakat menjadik
-
LAHAT - 9-October-2026, 21:59
Dari 514 Kabupaten/Kota se-Indonesia, Hanya Pemkab Lahat Tidak Menganggarkan ABT 2026
LAHAT——-Dari 514 Kabupaten/Kota se-Indonesia, hanya Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Laha
-
BANYU ASIN 9-October-2026, 21:09
BANYUASIN UJI REALIZA ANTICHAMAS DILAHAN GAMBUT
BANYUASIN ,SO — Pemerintah Kabupaten Banyuasin terus memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan d
-
LAHAT - 9-October-2026, 19:09
Sikapi Terkait Pemberitaan Tidak Ada Anggaran ABT, Ini Penjelasan Ketua PW GNPK-RI Sumsel
LAHAT——Menyikapi hangatnya pemberitaan tidak adanya Anggaran Perubahan di Tahun 2026, de
INVESTIGASI
-
Investigasi 14-September-2015, 22:52
KAJARI LAHAT : PENETAPAN TERSANGKA SIMPEG 2010 “TIDAK ADA TEBANG PILIH”
BANDAR JAYA = Issue yang menyatakan bahwa Kejaksaan Negeri Lahat tebang pilih dalam kasus Sistem Inf
BERITA SEBELUMNYA
LAHAT - 6-October-2026, 20:11
Diduga Pengedar Sabu, Satresnarkoba Polres Lahat Amankan 30 Paket Dengan Berat 10,16 Gram
JAMBI 6-October-2026, 19:50
RINDAR MANDELA ,SH., M.H MAJU BAKAL CALON KETUA UMUM DPC IKADIN JAMBI
LAHAT - 6-October-2026, 14:53
Sri Marhaeni Tancap Gas, Siap Rebut Kembali Kursi Ketua Golkar Lahat
LAHAT - 6-October-2026, 13:43
Pastikan Aksi Begal Postingan di FB, Tim Jagal Bandit Polres Lahat Patroli Jalan Lahat – Pagaralam
MURATARA - 5-October-2026, 23:11
Kerja Cepat Sat PPA & PPO Polres Muratara, Bayi yang Ditelantarkan Berhasil Diselamatkan
LAHAT - 5-October-2026, 21:31
HUT TNI ke-81, Dua Kapolsek Berikan Kejutan Untuk Koramil 405-12 Lahat
LAHAT - 5-October-2026, 21:30
Polsek Pseksu Gelar Sosialisasi SPMB SMA Kemala Taruna Bhayangkara TA. 2027/2028
PALEMBANG - 5-October-2026, 21:24
HUT TNI 2026 KODAM II SRIWIJAYA FOKUS PENANGANAN KARHUTLA
BANYU ASIN 5-October-2026, 21:23
BUPATI BANYUASIN HADIRI PENGUKUHAN KEPALA PERWAKILAN BPKP SUMSEL
EMPAT LAWANG - 5-October-2026, 20:47
𝐅𝐢𝐧𝐚𝐥 𝐏𝐢𝐚𝐥𝐚 𝐀𝐒𝐄𝐀𝐍 𝟐𝟎𝟐𝟔, 𝐁𝐮𝐧𝐝𝐚 𝐇𝐞𝐩𝐲 𝐒𝐚𝐩𝐫𝐢𝐚𝐧𝐢 𝐍𝐨𝐛𝐚𝐫 𝐁𝐞𝐫𝐬𝐚𝐦𝐚 𝐖𝐚𝐫𝐠𝐚 𝐝𝐢 𝐑𝐮𝐦𝐝𝐢𝐧 𝐁𝐮𝐩𝐚𝐭𝐢 𝐄𝐦𝐩𝐚𝐭 𝐋𝐚𝐰𝐚𝐧𝐠
PALEMBANG - 5-October-2026, 18:54
𝐁𝐮𝐩𝐚𝐭𝐢 𝐄𝐦pa𝐭 𝐋𝐚𝐰𝐚𝐧𝐠 𝐉𝐨𝐧𝐜𝐢𝐤 𝐌𝐮𝐡𝐚𝐦𝐧𝐚𝐝 𝐇𝐚𝐝𝐢𝐫𝐢 𝐏𝐚𝐫𝐚𝐝𝐞 𝐇𝐔𝐓 𝐤𝐞-𝟖𝟏 𝐓𝐍𝐈 𝐝𝐢 𝐋𝐚𝐧𝐮𝐝 𝐒𝐌𝐇 𝐏𝐚𝐥𝐞𝐦𝐛𝐚𝐧𝐠
MUARA ENIM - 5-October-2026, 16:59
Kejutan HUT ke-81 TNI, Polres Muara Enim Datangi Kodim 0404 Bawa Tumpeng Pererat Sinergitas
MUARA ENIM - 5-October-2026, 15:40
Camat SDL Hasbullah Yusuf Pimpin Forkopimcam Kunjungi Koramil 404/06 di HUT TNI ke-81
LAHAT - 5-October-2026, 12:46
Polres Lahat Gelar Upacara Kenaikan Pangkat Pengabdian Bagi Kompol Mastoni S.E
PALEMBANG - 5-October-2026, 12:45
Polda Sumsel Ungkap 30 Kasus 3C dan Tindak 76 Kasus Premanisme dalam Ops Sikat I Musi 2026
PALEMBANG - 5-October-2026, 12:45
HUT ke-81 TNI, Kapolda Sumsel Perkuat Komitmen Bersama Jaga Keamanan
LAHAT - 5-October-2026, 12:44
Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen Dosen UNSELA ke-SPKT Polda Sumsel Memasuki Babak Baru
PALI - 5-October-2026, 12:43
KOORDINASI SAMSAT PALI DAN KELURAHAN TALANG UBI TIMUR DORONG PENYELESAIAN PAJAK KENDARAAN
LAHAT - 4-October-2026, 14:49
Upaya Antisipasi Karhutla dan 3C Terus Dilakukan Polsek Pseksu
MUBA - 3-October-2026, 21:27
Wabup Muba Buka Resmi “Pakam Race” di Bailangu Timur.
LAHAT - 3-October-2026, 18:52
Jalan Wisata Megalitikum Kini Semakin Lebar, Warga Puji Bupati Bursah : Program Nyata, Bukan Janji
OKU - 3-October-2026, 18:32
POLSEK BATURAJA TIMUR PATROLI HUNTING PREMANISME DALAM RANGKA OPS SIKAT I MUSI TAHUN 2026
OKU - 3-October-2026, 18:21
Jual Minuman Beralkohol Tanpa Izin, Pria Ini Diamankan Tim Opsnal Sat Reskrim
PALEMBANG - 2-October-2026, 21:24
KDEKS SUMSEL BUPATI BANYUASIN DI KUKUHKAN SEBAGAI KETUA DEWAN PENGARAH KDEKS
OKU SELATAN - 2-October-2026, 21:04
Polres OKU Selatan Sapa 300 Warga di 14 Titik lewat Program Polisi Berbagi Ilmu
CATATAN SRIWIJAYA
-
Catatan Sriwijaya 3-April-2024, 15:49
Niat Jahat dan Unsur Dengan Sengaja Dalam Pertangungjawaban Pidana
Oleh Burmansyahtia Darma, S.H
Advokat Pada Kantor Hukum BSD Lawyer
-
Catatan Sriwijaya 26-November-2023, 22:50
DETERMINASI POLITIK TERHADAP HUKUM
Oleh Burmansyahtia Darma,S.H.
Muara Enim - Pemilihan Calon Legislatif atau yang trend nya Calon Anggota D
-
Catatan Sriwijaya 26-December-2020, 21:50
TEDDY LASZUARDY (1) :
-
Catatan Sriwijaya 15-June-2020, 10:46
Terdakwa Penyiram Novel Baswedan Dituntut 1 Tahun, Kok Bisa ?
Oleh :Burmansyahtia D
-
Catatan Sriwijaya 1-June-2020, 11:50
SAYA PANCASILA : ANTARA IDEALITA DAN REALITA
Oleh :Burmansyahtia Darma,S.H
Advokat pada kantor Hukum BSD Lawyer
-
Catatan Sriwijaya 18-April-2020, 07:17
CORONA & RAMADHAN : Sehari Saja
Oleh : oleh Burmansyahtia Darma,S.H
Indonesia menjadi salah satu negara yang terjangkit penyebaran Virus Covid-
-
Catatan Sriwijaya 9-January-2020, 21:26
“KOMISIONER KPU” TERJERAT OTT, PERMASALAHAN BERAWAL DARI REKRUTMEN YANG BURUK
-
Catatan Sriwijaya 30-December-2018, 09:17
ALUMNI HIMPUNAN DALAM PUSARAN POLITIK BERBIAYA MAHAL
Menghadapi pemilihan umum tahun 2019 disikapi oleh keluarga besar Himpunan Mahasiswa Islam Lubukling
-
Catatan Sriwijaya 13-December-2018, 16:11
WILLY LP : MENDUKUNG OPSI MILITER DI PAPUA
Konflik di tanah Papua kembali memanas pasca tewasnya 19 pekerja PT. Istaka Karya (sumber lain menye
-
Catatan Sriwijaya 26-August-2018, 22:26
MEMBUNUH DEMOKRASI, MERAMPAS HAK ASASI
Oleh : Burmansyahtia Darma,S.H Advokat/Pemerhati Hukum dan Politik Indonesia adalah Negara hukum, i
-
Catatan Sriwijaya 22-December-2017, 20:35
AHMAD YANI (7) : REFLEKSI AKHIR TAHUN : PERSOALAN PRAKTIK PENEGAKAN HUKUM DI TANAH AIR
Tinggal menghitung hari, jam, menit dan detik kita akan memasuki pergantian tahun 2019, sebuah momen
-
Catatan Sriwijaya 29-October-2017, 06:53
CATATAN RIO CK (11) : MOMENTUM PERGANTIAN TAHUN : Refleksi, Evaluasi, Dan Proyeksi Lembaga Penegakan Hukum
Siklus pergantian tahun yang akan sesegera usai dan berakhir dapatlah dijadikan sebuah momentum un
-
Catatan Sriwijaya 21-December-2014, 01:24
BSD (1) : CARA BAIK DAN BENAR KORUPSI GRATIFIKASI
Untuk mencegah atau mengetahui modus operandi Korupsi Gratifikasi, penulis menggunakan metode ter
APA dan SIAPA
-
Catatan Sriwijaya 12-August-2023, 23:10
Boim Balon Legislatif Muara Enim Dapil 5, Siap Sejahterakan Rakyat Lewat Golkar
Muara Enim - Pemilihan Calon Legislatif atau yang trend nya Calon Anggota D
-
MUARA ENIM - 15-April-2019, 14:33
Sutradara Cantik Film “Anak Kopi” Produksi Java creation Pemkab Muara Enim
Muara Enim, Sriwijayaonline.com - Banyak Usaha dan Dobrakan yang terus dilakukan oleh Bupati Muara E




