ISI

Sumsel Dikenal Sebagai Penghasil Lada pada Era Kesultanan Palembang 

'Penelitian Jalur Rempah di Provinsi Sumsel"

28-June-2025, 23:53


SUMATERA SELATAN SRIWIJAYA ONLINE——Bahwa Sumatera Selatan dikenal sebagai penghasil lada pada Era Kesultanan Palembang, hasilnya melimpah karena ada campur tangan Kesultanan pada masyarakat Uluan untuk menanam lada ketika itu.

Perintah menanam lada tertuang dalam Layang Piagem, yang ditulis dengan menggunakan aksara dan Bahasa Jawa era pertengahan. Sebelum Era Kesultanan, di wilayah ini ada Kedatuan Sriwijaya yang menguasai jalur pada masanya.

Bukti arkeologis yang ditemukan di Pantai Timur ditemukan rempah berupa kemiri dan cangkang biji kepahyang. Hanya saja, di daerah Uluan (DAS MUSI) sampai sekarang belum pernah ditemukan adanya rempah di situs-situs dari Masa Kedatuan Sriwijaya.

Atas dasar inilah, maka Tim Jalur Rempah DAS MUSI melakukan eksplorasi di areal ini. Tim ini dipimpin Retno Purwanti dari Pusat Riset Arkeologi Prasejarah dan Sejarah BRIN, anggota DPR Wahyu Rizky Andhifani dari Pusat Riset Arkeologi Prasejarah dan Sejarah BRIN Dr Eko Yulianto dari Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN dan Dr. Amilda seorang Antropolog dari Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah.

“Tim kolaborasi BRIN dan UIN Raden Fatah ini mulai melakukan riset sejak 21 Juni sampai 4 Juli 2025. Sampai hari kedelapan, tim sudah berhasil mengindentifikasi pusat produksi komoditi di masa lampau,” kata Retno Purwanti pada penulis.

Bahwa lokasi pertama di Daerah Pedamaran, Kabupaten OKI, merupakan areal pengumpulan damar dari hutan-hutan sekitarnya. Lokasi lainnya adalah Minanga, OKU Timur sebagai daerah penghasil pinang. Penghasil pinang lainnya adalah Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim (termasuk gaharu).

“Untuk Daerah Jepara di OKU Selatan, tim belum berhasil menemukan hasil komoditinya. Namun, tim berhasil mengambil sampel polen dengan harapan dapat diketahui jenis-jenis pohon yang pernah tumbuh semasa pembangunan Candi Jepara (Batu Kebayan). Dari analisis polen ini akan diketahui jenis rempah yang pernah dihasilkan dan digunakan,” jelas Retno Purwanti.

Sampai hari ini tim masih meneroka lokasi produksi dan jenis-jenis rempah yang pernah digunakan di sekitar Situs Kawasan Percandian Bumiayu, Kabupaten PALI.

Penelusuran di tepian sungai-sungai sekitar candi termasuk Sungai Lematang ditemukan singkapan tanah sampai kedalaman 3 meter. Analisis sementara (non laboratorium) diketahui adanya lapisan tipis arang dan polen untuk diambil sampelnya.

Hasil pengamatan di hutan sekunder sekitar Situs dan di lingkungan percandian masih banyak sekali ditemukan pohon gaharu. Kayu gaharu merupakan salah satu produk komoditi masa Sriwijaya.

Terpisah, Susanto Jumaidi SHum, Lulusan sejarah asal Kecamatan Kikim Timur, Lahat menceritakan bahwa di buku Warisan Jalur Rempah Karesidenan Palembang.

“Beberapa catatan Kolonial Belanda yang pernah saya tuliskan juga sebagai makalah tentang perkembangan perkebunan rempah di Lahat hingga tahun 1990-an. Mayoritas ditanam di seberang Sungai lematang dan arah ke Kecamatan Kota Agung, rempah-rempah yang ada,” terang Susanto.

Pengangkutan pelayarannya lewat Sungai Lematang, sebagian lewat Sungai Kikim ke Sungai Musi.Rempah yang ada seperti lada, kayu manis, cengkeh, Kemiri, lalu Kepayang.

Komentar Budayawan dan pengamat tulisan lama tentang Lahat yakni Irfan Witarto mengatakan dalam Buku Lukisan Tentang Ibukota Palembang yang ditulis JL Van Sevenhoven diterjemahkan sekitar 1950-an menyebutkan komoditas yang dijual pada tahun 1822 di Kikim yakin Lilin (malam) Kikim seharga 80.00 gulden per pikulnya.

“Saat itu daerah Lahat termasuk Lintang juga disebut-sebut memiliki komoditas yang dijual. Menurut pengamatannya ketika itu. Catatan Sevenhoven cukup lengkap,” tegas Irfan Witarto.

Beberapa tanaman rempah-rempah tersebut hingga kini masih ada di Kabupaten Lahat, yang beberapa masih menjadi produk andalan penghasil pendapatan daerah Bumi Seganti Setungguan, Kabupaten Lahat sebagai daerah Uluan Palembang di masa lalu. (SYAH)

Bagikan ke :
Share on Facebook Share on Google+ Tweet about this on Twitter Email this to someone Share on LinkedIn Pin on Pinterest

BERITA TERKINI

INVESTIGASI

BERITA SEBELUMNYA

PALEMBANG - 10-October-2026, 19:35

𝐁𝐮𝐩𝐚𝐭𝐢 𝐄𝐦𝐩𝐚𝐭 𝐋𝐚𝐰𝐚𝐧𝐠 𝐇. 𝐉𝐨𝐧𝐜𝐢𝐤 𝐌𝐮𝐡𝐚𝐦𝐦𝐚𝐝𝐢 𝐇𝐚𝐝𝐢𝐫𝐢 𝐌𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐊𝐞𝐧𝐚𝐥 𝐏𝐚𝐦𝐢𝐭 𝐊𝐚𝐩𝐨𝐥𝐝𝐚 𝐒𝐮𝐦𝐬𝐞𝐥 𝐏𝐞𝐫𝐤𝐮𝐚𝐭 𝐒𝐢𝐧𝐞𝐫𝐠𝐢 𝐏𝐞𝐦𝐞𝐫𝐢𝐧𝐭𝐚𝐡 𝐝𝐚𝐧 𝐊𝐞𝐩𝐨𝐥𝐢𝐬𝐢𝐚𝐧 

MUBA - 10-October-2026, 13:29

Hadiri Majelis Dzikir di Sungai Lilin, Wabup Muba Kenang Keteladanan Ulama 

LAHAT - 9-October-2026, 21:59

Dari 514 Kabupaten/Kota se-Indonesia, Hanya Pemkab Lahat Tidak Menganggarkan ABT 2026 

BANYU ASIN 9-October-2026, 21:09

BANYUASIN UJI REALIZA ANTICHAMAS DILAHAN GAMBUT

LAHAT - 9-October-2026, 19:09

Sikapi Terkait Pemberitaan Tidak Ada Anggaran ABT, Ini Penjelasan Ketua PW GNPK-RI Sumsel 

LAHAT - 9-October-2026, 18:10

SMA Negeri 1 Kikim Barat Pacu Mutu Lewat Visitasi Akreditasi

MUARA ENIM - 9-October-2026, 16:48

Pelarian Tersangka Pembunuhan Anak Di Muara Enim Berakhir di Jawa Barat

MUARA ENIM - 9-October-2026, 03:06

Polisi Gagalkan Transaksi Ekstasi di Muara Enim, Dua Orang Diamankan

BANYU ASIN 8-October-2026, 21:08

BNK BNYUASIN DORONG PERAN KELUARGA DAN MASYARAKAT 

LAHAT - 8-October-2026, 21:07

Ajang Nasional 2026, Tiga Siswa SMAN 4 Lahat Panen Mendali 

PALEMBANG - 8-October-2026, 20:34

Wagub Cik Ujang Dorong Perguruan Tinggi Berkontribusi Nyata bagi Pembangunan Sumsel

LAHAT - 8-October-2026, 20:33

APBD Perubahan Batal, Tiga Kali DPRD Surati Pemkab Lahat Hingga Batas Waktu Proses Belum Tuntas

LAHAT - 8-October-2026, 17:44

Seorang Perempuan Diduga Pengedar Sabu di Kikim Tengah Diungkap Satresnarkoba Polres Lahat 

LAHAT - 8-October-2026, 17:43

Gubuk Reot Nenek Kamisah, Mulai Dibongkar Untuk Direhab Jadi RSLH 

MUBA - 8-October-2026, 16:35

Bupati Muba Cek Dampak Asap Karhutla, Fasilitas Kesehatan Disiagakan

LAHAT - 8-October-2026, 02:57

H. Adriansyah: Golkar Lahat di Tangan Tepat, Selamat Ibu Sri Marhaeni!

MUARA ENIM - 7-October-2026, 20:41

Polsek Rambang amankan Pria Bersama TV Hasil Curian

PALEMBANG - 7-October-2026, 20:37

Muara Enim Jadi Tuan Rumah FORPROV II KORMI Sumsel, Cik Ujang Tekankan Koordinasi Panitia 

MUARA ENIM - 7-October-2026, 20:35

Buka Gebyar SMANSAGEL Jilid 11, Wagub Cik Ujang Dorong Siswa Berani Berprestasi 

LAHAT - 7-October-2026, 20:34

Dituntut Tingkatkan Politik Golkar di Parlemen, Sri Marhaeni Terpilih Secara Aklamasi 

LAHAT - 7-October-2026, 20:34

Polsek Kikim Timur Intensifkan Patroli Pencegahan Karhutla 

EMPAT LAWANG - 7-October-2026, 18:57

𝐁𝐊𝐏𝐒𝐃𝐌 𝐄𝐦𝐩𝐚𝐭 𝐋𝐚𝐰𝐚𝐧𝐠 𝐏𝐞𝐫𝐤𝐮𝐚𝐭 𝐁𝐮𝐝𝐚𝐲𝐚 𝐀𝐧𝐭𝐢𝐤𝐨𝐫𝐮𝐩𝐬𝐢 𝐁𝐚𝐠𝐢 𝐀𝐒𝐍

MUBA - 7-October-2026, 14:29

Pemkab Muba Gelar Rapat Koordinasi TPID: Dorong Langkah Nyata Tekan Inflasi dan Amankan Stok Pangan 

BANYU ASIN 7-October-2026, 12:52

TIM EVALUASI MONITOURING BANYUASIN TERUS INGATKAN PEMERINTAH DESA

PALI - 7-October-2026, 12:51

Sinergi Antarinstansi Ditingkatkan, Ketua DPRD Sumsel Tinjau Pelayanan UPT Samsat PALI

CATATAN SRIWIJAYA

  • Catatan Sriwijaya 26-November-2023, 22:50

    DETERMINASI POLITIK TERHADAP HUKUM

    Oleh Burmansyahtia Darma,S.H.

    Muara Enim - Pemilihan Calon Legislatif atau yang trend nya Calon Anggota D

  • Catatan Sriwijaya 18-April-2020, 07:17

    CORONA & RAMADHAN : Sehari Saja

    Oleh : oleh Burmansyahtia Darma,S.H

    Indonesia menjadi salah satu negara yang terjangkit penyebaran Virus Covid-

APA dan SIAPA

FACEBOOKERS SRIWIJAYA ONLINE