ISI

Bursah Zarnubi Ajak Pemkab Perkuat Tata Kelola dan Daya Saing Investasi


28-August-2026, 12:24


BSD, TANGERANG – Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), Bursah Zarnubi, menegaskan pentingnya penguatan kapasitas pemerintah kabupaten dalam menghadapi tantangan pembangunan, khususnya terkait pembiayaan infrastruktur berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Bursah saat memberikan sambutan pada National Capacity-Building Workshop in Support of Indonesia’s OECD Accession bertajuk “Enhancing Sustainable Infrastructure Financing and Development Across Levels of Government”, di Panggung Hall 3, ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (28/8/2026).

Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Apkasi bersama Kementerian PPN/Bappenas dan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), dengan melibatkan pemerintah kabupaten dari berbagai daerah di Indonesia.

Bursah mengatakan, forum tersebut bukan sekadar membahas agenda internasional, tetapi menjadi momentum untuk menghubungkan agenda transformasi nasional dengan kesiapan tata kelola pemerintahan di tingkat kabupaten.

“Forum hari ini bukan sekadar sosialisasi agenda internasional. Lebih dari itu, kegiatan ini adalah langkah nyata untuk menyambungkan agenda besar transformasi nasional dengan kesiapan tata kelola di tingkat kabupaten,” kata Bursah.

Menurutnya, proses aksesi Indonesia menuju OECD membutuhkan keterlibatan seluruh tingkatan pemerintahan. Pemerintah kabupaten sebagai garda terdepan otonomi daerah dinilai memiliki peran penting dalam memastikan tata kelola pemerintahan berjalan secara kredibel, transparan dan sesuai dengan standar yang diharapkan.

Bursah menilai kesiapan daerah menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan Indonesia memenuhi berbagai standar dalam proses aksesi OECD.

“Keberhasilan Indonesia memenuhi standar OECD sangat ditentukan oleh kesiapan pemerintah kabupaten di garda depan otonomi daerah. Jika siap, tata kelola kita kredibel, dan regulasi kita transparan, maka jalan Indonesia menuju OECD akan semakin terbuka lebar,” ujarnya.

Di sisi lain, Bursah menyoroti keterbatasan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dalam memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur yang terus meningkat.

Menurutnya, kondisi tersebut mengharuskan pemerintah kabupaten untuk mulai memperkuat pemahaman terhadap berbagai alternatif pembiayaan pembangunan di luar APBD.

“Melalui lokakarya hari ini, kabupaten dibekali keahlian praktis dan toolkit internasional untuk mengakses sumber pendanaan alternatif non-APBD, seperti Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), blended finance, hingga obligasi daerah,” jelasnya.

Selain pembiayaan, Bursah menekankan pentingnya pemerintah daerah meningkatkan kualitas perencanaan agar proyek pembangunan yang ditawarkan memiliki daya tarik bagi investor.

Ia mengatakan, proyek infrastruktur harus disiapkan secara matang, layak secara bisnis, transparan dan memenuhi prinsip bankable sehingga dapat membuka peluang investasi, baik dari investor domestik maupun asing.

“Dengan memahami standar investasi publik versi OECD, pemerintah kabupaten akan mampu merumuskan perencanaan wilayah yang kredibel dan menyusun proposal proyek infrastruktur yang bankable, layak secara bisnis, transparan, dan memikat bagi investor domestik maupun asing,” katanya.

Dalam workshop tersebut, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai investasi publik daerah, perencanaan strategis, serta pendanaan dan pembiayaan investasi publik. Sesi teknis turut memberikan kesempatan kepada pemerintah kabupaten untuk mendalami penyusunan proyek bankable dan berbagai sumber pembiayaan inovatif.

Bursah mengajak seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali pengetahuan dan membahas berbagai persoalan nyata yang dihadapi pemerintah daerah.

“Dengarkan masukan narasumber, diskusikan kendala riil di lapangan, dan bawa pulang ilmu serta strategi yang bisa langsung diimplementasikan di kabupaten masing-masing,” tuturnya.

Bursah menegaskan, Apkasi akan terus mengambil peran sebagai jembatan antara kebijakan strategis nasional, peluang global dan kebutuhan pemerintah kabupaten.

Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat, OECD, Apkasi dan pemerintah kabupaten dapat memperkuat pembangunan daerah sekaligus mendukung keberhasilan Indonesia dalam proses menuju keanggotaan penuh OECD.

“Kita tidak hanya berhasil membawa Indonesia masuk menjadi anggota penuh OECD, tetapi juga membawa kesejahteraan nyata bagi masyarakat di daerah,” pungkas Bursah.

(YOKI)

Bagikan ke :
Share on Facebook Share on Google+ Tweet about this on Twitter Email this to someone Share on LinkedIn Pin on Pinterest

BERITA TERKINI

INVESTIGASI

BERITA SEBELUMNYA

LAHAT - 11-October-2026, 11:49

Batalnya APBD-P Lahat Jadi Alarm Kepemimpinan, DPRD Didesak Tempuh Langkah Konstitusional

LAHAT - 11-October-2026, 11:48

Asap Karhutla Serang Bumi Seganti Setungguan, Humas Polres Lahat Himbau Masyarakat Gunakan Masker Untuk Lindungi Diri

MUARA ENIM - 10-October-2026, 23:04

Di Muara Lawai, Dua Penggali Sumur Tewas Diduga Gas Beracun

MUARA ENIM - 10-October-2026, 21:43

Ketua Golkar Muara Enim: Aksi Warga Stop Truk Batu Bara PT. MME Sudah Tepat

SUMBAR 10-October-2026, 20:58

Apkasi Peduli Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang Solok, Bursah Zarnubi Tegaskan Solidaritas Antarkabupaten

BANYU ASIN 10-October-2026, 19:35

Herman Deru dan Cik Ujang Tinjau Karhutla di Banyuasin, Uji Teknologi Pemadaman dari Brazil 

PALEMBANG - 10-October-2026, 19:35

𝐁𝐮𝐩𝐚𝐭𝐢 𝐄𝐦𝐩𝐚𝐭 𝐋𝐚𝐰𝐚𝐧𝐠 𝐇. 𝐉𝐨𝐧𝐜𝐢𝐤 𝐌𝐮𝐡𝐚𝐦𝐦𝐚𝐝𝐢 𝐇𝐚𝐝𝐢𝐫𝐢 𝐌𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐊𝐞𝐧𝐚𝐥 𝐏𝐚𝐦𝐢𝐭 𝐊𝐚𝐩𝐨𝐥𝐝𝐚 𝐒𝐮𝐦𝐬𝐞𝐥 𝐏𝐞𝐫𝐤𝐮𝐚𝐭 𝐒𝐢𝐧𝐞𝐫𝐠𝐢 𝐏𝐞𝐦𝐞𝐫𝐢𝐧𝐭𝐚𝐡 𝐝𝐚𝐧 𝐊𝐞𝐩𝐨𝐥𝐢𝐬𝐢𝐚𝐧 

MUBA - 10-October-2026, 13:29

Hadiri Majelis Dzikir di Sungai Lilin, Wabup Muba Kenang Keteladanan Ulama 

LAHAT - 9-October-2026, 21:59

Dari 514 Kabupaten/Kota se-Indonesia, Hanya Pemkab Lahat Tidak Menganggarkan ABT 2026 

BANYU ASIN 9-October-2026, 21:09

BANYUASIN UJI REALIZA ANTICHAMAS DILAHAN GAMBUT

LAHAT - 9-October-2026, 19:09

Sikapi Terkait Pemberitaan Tidak Ada Anggaran ABT, Ini Penjelasan Ketua PW GNPK-RI Sumsel 

LAHAT - 9-October-2026, 18:10

SMA Negeri 1 Kikim Barat Pacu Mutu Lewat Visitasi Akreditasi

MUARA ENIM - 9-October-2026, 16:48

Pelarian Tersangka Pembunuhan Anak Di Muara Enim Berakhir di Jawa Barat

MUARA ENIM - 9-October-2026, 03:06

Polisi Gagalkan Transaksi Ekstasi di Muara Enim, Dua Orang Diamankan

BANYU ASIN 8-October-2026, 21:08

BNK BNYUASIN DORONG PERAN KELUARGA DAN MASYARAKAT 

LAHAT - 8-October-2026, 21:07

Ajang Nasional 2026, Tiga Siswa SMAN 4 Lahat Panen Mendali 

PALEMBANG - 8-October-2026, 20:34

Wagub Cik Ujang Dorong Perguruan Tinggi Berkontribusi Nyata bagi Pembangunan Sumsel

LAHAT - 8-October-2026, 20:33

APBD Perubahan Batal, Tiga Kali DPRD Surati Pemkab Lahat Hingga Batas Waktu Proses Belum Tuntas

LAHAT - 8-October-2026, 17:44

Seorang Perempuan Diduga Pengedar Sabu di Kikim Tengah Diungkap Satresnarkoba Polres Lahat 

LAHAT - 8-October-2026, 17:43

Gubuk Reot Nenek Kamisah, Mulai Dibongkar Untuk Direhab Jadi RSLH 

MUBA - 8-October-2026, 16:35

Bupati Muba Cek Dampak Asap Karhutla, Fasilitas Kesehatan Disiagakan

LAHAT - 8-October-2026, 02:57

H. Adriansyah: Golkar Lahat di Tangan Tepat, Selamat Ibu Sri Marhaeni!

MUARA ENIM - 7-October-2026, 20:41

Polsek Rambang amankan Pria Bersama TV Hasil Curian

PALEMBANG - 7-October-2026, 20:37

Muara Enim Jadi Tuan Rumah FORPROV II KORMI Sumsel, Cik Ujang Tekankan Koordinasi Panitia 

MUARA ENIM - 7-October-2026, 20:35

Buka Gebyar SMANSAGEL Jilid 11, Wagub Cik Ujang Dorong Siswa Berani Berprestasi 

CATATAN SRIWIJAYA

  • Catatan Sriwijaya 26-November-2023, 22:50

    DETERMINASI POLITIK TERHADAP HUKUM

    Oleh Burmansyahtia Darma,S.H.

    Muara Enim - Pemilihan Calon Legislatif atau yang trend nya Calon Anggota D

  • Catatan Sriwijaya 18-April-2020, 07:17

    CORONA & RAMADHAN : Sehari Saja

    Oleh : oleh Burmansyahtia Darma,S.H

    Indonesia menjadi salah satu negara yang terjangkit penyebaran Virus Covid-

APA dan SIAPA

FACEBOOKERS SRIWIJAYA ONLINE