ISI

PGK JADIKAN ‘PRAKTIK MONEY POLITIC’ TAJUK UTAMA DISKUSI

////Kabupaten Lahat Jadi Sorotan, Susno Angkat Suara

10-July-2018, 22:25[post-views]


JAKARTA – Praktek Money Politik yang belakangan santer menjadi buah bibir di masyarakat, adalah fokus utama dalam kegiatan diskusi yang di lakukan oleh DPP Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK). Dimana dalam topik diskusi kali ini bertajuk ” Membongkar Kejahatan Money Politic pada Pilkada 2018, Antara Regulasi dan Tradisi “, Jakarta, Selasa (10/7).

Salah satu narasumber dalam agenda kali ini, yaitu mantan Kabareskrim Susno Duadji yang angkat bicara terkai soal masifnya praktik money politic, yang ada di Pilkada Kabupaten Lahat. Dikatakannya, polisi harus segera menindak tegas semua pihak yang terlibat dan terkait dalam hal ini, tanpa perlu menunggu lagi dari pihak Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu)

“ Jika bicara terkait kasus Money Politic di Kabupaten Lahat, sepanjang itu sudah nyata itu praktek suap, Polisi tidak perlu lagi menunggu. Jangan kita menjadi mental bengkok, seolah-olah ini semua harus menunggu Panwas. Kalau kita turut menunggu, berarti sama saja dengan kita berlindung untuk tidak bekerja atau berlindung untuk turut mendiamkan apa yang ada dilapangan,” tegas putra asli Pagaralam Susno Duadji ini mengatakan.

Tambahnya, dan bicara soal aturan pengusutan kasus didalam Undang – undang (UU) Pemilu dan Pilkada, sama sekali tidak mengesampingkan hal – hal yang sudah diatur dengan jelas di dalam KUHP, KUHAP dan UU KPK.

“ Perlu kita garis bawahi, UU Pemilu tidak mengesampingkan aturan pidana dalam KUHAP dan KUHP khusus, menyangkut pasal tentang penyuapan, begitu juga dengan UU KPK Pasal tekait hal dengan namanya Korupsi. Jadi, jika terjadi praktek suap walau itu hanya satu lembar amplop, dengan berisi uang sebesar sepuluh ribu saja itu sudah cukup, tidak perlu lagi menunggu harus 50 persen jumlah kecamatan,” beber Susno.

Dicontohkan, Susno menambahkan, apabila ada tindak pidana pembunuhan dalam proses kampanye Pilkada, maka polisi tidak perlu lagi menunggu panwas untuk melakukan penangkapan terhadap pelaku, karena  aturan yang berlaku dalam KUHP itu sudah jelas. Dan melihat dari sisi teknik penyidikan, menangkap pelaku kasus money politic seperti di Pilkada ini, lebih gampang dibanding menangkap pelaku pidana pencurian jemuran, karena disitu sudah jelas pasti ada aktor – aktor yang bermain, seperti pelaku penyuapan, pasangan calon, tim sukses, ada penerima, dan satu lagi penyedia dana itu sendiri.” tutupnya

Terpisah, koordinator Pergerakan Pemuda Sumsel Menolak Money Politic (PPSMMP) Riyan Hidayat, ditanya terkait hal ini dihubungi mengatakan, untuk tersangka memang sudah ada, tapi aktor dibalik praktik money politic yang sebenarnua sudah sangat nyata, dalam membagi – bagikan uang kemasyarakat, ditambah itu diperkuat dengan kesaksian warga, tapi masih belum juga ada yang dijadikam tersangka.

” Seperti contoh, Anggota Legislatif (FT), Ketua RT (DD( di Kelurahan Pasar Bawah, (IS) di Desa Tanjung Aur Kec Kikim Tengah, dan korporasi penyuplai dana, seharusnya ini sudah layak dijadikan tersangka, terlepas itu tinggal proses pembuktian nya.” tukas Riyan.(CEPY – LAHAT)

Bagikan ke :
Share on Facebook Share on Google+ Tweet about this on Twitter Email this to someone Share on LinkedIn Pin on Pinterest

BERITA TERKINI

INVESTIGASI

BERITA SEBELUMNYA

BANYU ASIN 16-November-2018, 17:05

Ketua Fraksi – Fraksi DPRD Banyuasin Sampaikan Pandangannya Terkait RAPBD 2019

PALI - 16-November-2018, 17:01

CAMAT TALANG UBI HARDIN : “KADES HARUS BISA BEKERJASAMA DENGAN PERANGKAT DAN MASYARAKAT

BANYU ASIN 16-November-2018, 15:55

Jum’at Barokah, Polsek Mariana Berikan Paket Sembako Pada Warga Tak Mampu

BANYU ASIN 16-November-2018, 15:54

Polsek Talang Kelapa Tertibkan Juru Parkir Liar

BANYU ASIN 16-November-2018, 11:47

Terhalang Jaringan, Madrasah Kesulitan Selanggarakan UNBK

BANYU ASIN 16-November-2018, 11:46

Polres Banyuasin Kehilangan Perwira Terbaiknya

LAHAT - 16-November-2018, 07:45

INI DIA PERKEMBANGAN POLITIK, HAMKA DUKUNG AHMAD SUBARDI

OKU TIMUR 15-November-2018, 23:27

RIBUAN PRAJURIT TNI AD DAN ALUTSISTA DIKERAHKAN PADA PUNCAK LATIHAN ANTAR KECABANGAN DI MARTAPURA-BATURAJA

PAGAR ALAM - 15-November-2018, 23:11

DI PAGARALAM, APK JOKOWI – MA’RUF LANGGAR PERATURAN KAMPANYE

BANYU ASIN 15-November-2018, 23:07

Bantuan Penghuni Rumah Dari Kementrian PUPR Menuai Masalah

BANYU ASIN 15-November-2018, 23:05

DPRD Banyuasin Bahas RAPBD 2019 Bersama Bupati Banyuasin

BANYU ASIN 15-November-2018, 23:03

Tim VII Sumsel Gelar Rapat Perdana Di Gereja Pantekosta GPDI Banyuasin

LAHAT - 15-November-2018, 22:37

MASYARAKAT KAB LAHAT RINDU INGIN BERTEMU LANGSUNG SRI KUSTINA DAN KUSWARI MARZUK

OKU - 15-November-2018, 20:52

Desingan Peluru dan Dentuman Jadi Atraksi Menarik Dalam Latgab Ancab di Titik Tinjau

PALI - 15-November-2018, 17:13

GAGAL LARIKAN ISTERI ORANG, SK KEPERGOK DAN NYARIS TEWAS DIHAKIMI WARGA

LAHAT - 15-November-2018, 16:42

BUPATI LAHAT DI DEMO, LAKUKAN KOLUSI-NEPOTISME ATAS PELANTIKAN DIRUT PDAM

BANYU ASIN 15-November-2018, 15:57

100 Anggota Linmas Ikuti Pembinaan Dari Kapospol Air Kecamatan Air Salek

BANYU ASIN 15-November-2018, 15:56

Polres Banyuasin Rutin Gelar Binrohtal Setiap Kamis Pagi

PALI - 15-November-2018, 10:27

CEGAH BERJANGKITNYA PENYAKIT RABIES, DINAS PERIKANAN PALI GELAR SOSIALISASI

BANYU ASIN 15-November-2018, 10:27

Jaga Kamtibmas, Polsek Muara Telang Gelar KKYD

OKU TIMUR 14-November-2018, 23:54

PANGDAM II/SWJ KUNJUNGI MARKAS YONARMED 15/105 TARIK MARTAPURA

BANYU ASIN 14-November-2018, 23:14

Perguruan Tinggi UNAIR Surabaya Sosialisasi Di SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III

BANYU ASIN 14-November-2018, 23:12

Tekan Angka Kematian, Dinkes Banyuasin Gelar Bimbingan Teknis PSC 199

OKU - 14-November-2018, 21:23

Puncak HUT PT.Semen Baturaja di Wisma Ganesha

PALEMBANG - 14-November-2018, 19:45

CATATAN JIHAN, KERUSAKAN LIGHT RAIL TRANSIT PALEMBANG

CATATAN SRIWIJAYA

APA dan SIAPA

FACEBOOKERS SRIWIJAYA ONLINE

VIDEO

  • film pengkhianat
  • LAGU DAERAH SUMSEL
  • BPJS KESEHATAN