ISI

FSS Siap Menjadi Jembatan untuk Pelaku UMKM


22-November-2019, 20:04[post-views]


Palembang, Sriwijayaonline.com – Forum Sumatera Selatan Sejahtera (FSS) bersiap menjadi jembatan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Forum ini terus berupaya menciptakan ekonomi alternatif bagi para pelaku usaha. Tujuan akhirnya jelas ingin mewujudkan kesejahteraan.

Afandi Mulya Kesuma, Ketua Forum Sumsel Sejahtera (FSS) mengemukakan, ekonomi kerakyatan adalah penopang keberlangsungan suatu negara. Ini sesuai dengan amanat UUD 45, yang berlandaskan ekonomi pada kesejahteraan di pasal 33.

“Bahkan, ketika terjadi “krisis” ekonomi global pada era 1998, akibat ketidakmampuan  IMF dan WB dalam mengkontrol pasar yang berdampak pada tumbangnya perusahaan perusahaan besar dan Jasa keuangan maupun pembiayaan (bank) swasta maupun bank milik negara. Di situ, pelaku ekonomi kecil atau ekonomi kerakyatan justru mampu bertahan. Mereka tidak terpengaruh sedikitpun terhadap krisis tersebut,” ungkap Afandi, Jumat (22/11/2019).

Lanjut Afandi, UMKM mampu melaksanakan proses transaksi jual beli seperti biasa sehingga perputaran keuangan terus berlangsung dan menjadi tumpuan perekonomian negara.

“Tentu berkaca dari fakta itu, FSS nantinya bersiap untuk menjadi wadah sekaligus jembatan bagi pelaku usaha. Kita optimistis FSS dapat bermitra dengan siapapun,” dia berkata.

Selanjutnya FSS, ungkap pria berkacamata itu, mencoba menginvetarisasi pelbagai sektor UMKM. Sejauh mana persoalan-persoalan, kendala, hingga manajemen usaha yang dialami oleh kalangan UMKM. Dengan mengetahui database pelaku usaha diharapkan bisa menjadi corong untuk pelaku usaha.

“Ada banyak sektor ekonomi yang kita sentuh. Justru yang kita inginkan adalah mereka bisa mandiri dan sejahtera secara ekonomi,” ucapnya.

Memberdayakan pelaku usaha boleh jadi bukanlah pekerjaan yang mudah. Untuk itu, FSS juga berupaya mencarikan solusi bagi pelaku-pelaku usaha yang ada.

“Insyaallah, di FSS ada yang namanya pembinaan berupa pemberdayaan masyarakat hingga bimbingan teknis.

Makanya, FSS juga siap gedor perusahaaan daerah ataupun swasta melalui CSR. Pemerintah juga demikian. Harapan kita pemerintah ayo dong ikut membesarkan pelaku-pelaku usaha,” dijelaskannya.

Guna memastikan berjalannya roda usaha bagi pelaku UMKM, Afandi coba mendatangi beberapa pelaku usaha yang berdiri di kota Palembang. Usaha souvenir khas Palembang, misalnya.

Usaha yang dirintis Kemas Heriansyah di Jalan Letnan Hadin, Kilometer 3,5 Palembang itu kini ternyata menunjukan grafik lumayan menggiurkan. Betapa tidak? Kata Afandi, usaha ini awalnya dengan omset berkisar Rp 10 juta, kini naik berkisar Rp 40 juta hingga Rp 50 juta.

“Itu bukti betapa usaha mikro bukan saja tahan banting, tetapi amat memberikan laba yang menggiurkan,” beber Afandi setengah promosi.

Di sektor pertanian, ada banyak usaha-usaha yang bisa dikembangkan. Persoalannya adalah bagaimana mengelola usaha itu bermuara pada manajemen usaha tani.

“Jujur saja, saya cukup bangga dengan usaha bertanam cabai berpolybag yang dikelola kelompok tani Sehati di kawasan Jalan Macanlindungan, Bukitbaru. Usaha pertanaman cabai berpolybag ini idealnya memang harus memikirkan soal pemasarannya. Belum lagi tata kelola usahanya. Nah, FSS sebagai lembaga yang serius di jalur pemberdayaan akan berperan dalam menjembati usaha cabai ini sehingga aktivitas kemandirian dan kesejahteraan bisa terwujud,” pungkasnya.

Laporan : Irwan /rilis Humas FSS

Bagikan ke :
Share on Facebook Share on Google+ Tweet about this on Twitter Email this to someone Share on LinkedIn Pin on Pinterest

BERITA TERKINI

INVESTIGASI

BERITA SEBELUMNYA

MUARA ENIM - 28-May-2020, 10:48

Pemkab Muara Enim Gelar Rapat Persiapan Menghadapi Karhutla

MUBA - 27-May-2020, 19:53

1 PDP Covid 19 di Muba Meninggal Dunia

OKU - 27-May-2020, 18:56

OKU Belum Berencana Menerapkan PSBB Karena Beberapa Hal

MUBA - 27-May-2020, 18:45

Salurkan BLT Dana Desa Tahap Dua Untuk Kecamatan Lawang Wetan

MUBA - 27-May-2020, 18:28

Sekda Muba Imbau Perusahaan Ikuti Aturan UU Bayar THR Karyawan

MUBA - 27-May-2020, 18:27

Persiapan KUA PPAS TA 2021 Tekankan Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Pengurangan Kemiskinan

LAHAT - 27-May-2020, 18:13

PARISMAN : “PKB SIAP BERSINERGI DENGAN PEMERINTAH UNTUK HADAPI COVID-19”

MUBA - 27-May-2020, 18:11

DRA : Perusahaan Harus Perhatikan Protokol Kesehatan Covid19

MUBA - 27-May-2020, 18:10

Bapak Perkosa Anak Tiri Sejak Kelas 3 SD

MUBA - 27-May-2020, 18:09

BLT Dana Desa Sungai Keruh Disalurkan Secara Cashless

MUARA ENIM - 27-May-2020, 18:08

Muara Enim Dapatkan Satu lagi Pasien Positif Covid 19

BANYU ASIN 27-May-2020, 18:07

SATU ORANG WARGA DESA TANJUNG LAUT FOSITIF CORONA

PAGAR ALAM - 27-May-2020, 14:18

MAKSIMALKAN PENCEGAHAN COVID-19 BNNK PAGAR ALAM LAKUKAN RAPID TEST TERHADAP PEGAWAINYA

PAGAR ALAM - 27-May-2020, 13:25

PELAYANAN DOKUMEN KEPENDUDUKAN TETAP DILAKUKAN SECARA ONLINE

BANYU ASIN 27-May-2020, 10:19

KASUS FOSITIF COVID – 19 DI BANYUASIN MENJADI 54 KASUS

MUBA - 26-May-2020, 22:04

Sodingun SH Bagikam 300 Sembako Moncong Puti Di Desa Mulyo Asih

MUBA - 26-May-2020, 22:04

Jual LPG 3 Kg Diatas HET, Disdagperin Muba Minta Pengecer Disanksi Tegas

MUBA - 26-May-2020, 22:03

Indonesia New Normal Segera Diterapkan, Muba Perkuat Lini Pelayanan dan Pencegahan

OKU - 26-May-2020, 19:56

Penjelasan Pihak Terkait Bansos Beras Bulog OKU Yang Tidak Layak

MUBA - 26-May-2020, 16:56

BNPB Pusat : “Penanganan Covid-19 di Muba Patut Jadi Contoh Kepala Daerah lainnya”

MUARA ENIM - 26-May-2020, 16:33

Pertama Masuk Kerja, PLT Bupati Muara Enim Lakukan Sidak Ke Instansi Dinas

OKU - 26-May-2020, 15:56

Humas Satgas Covid-19 OKU Umumkan Hasil Swab 2 Pasien Negatif

PAGAR ALAM - 26-May-2020, 14:32

HARI PERTAMA KERJA USAI IDUL FITRI 1441 H, WALI KOTA PAGAR ALAM KUNJUNGI DINAS SOSIAL

MUBA - 26-May-2020, 10:15

Jalani Isolasi 10 Hari, PDP 51 Berusia 75 Asal Muba Meninggal Dunia

MUBA - 25-May-2020, 23:55

1 orang Terkonfirmasi Positif Covid-19 Warga NTB bekerja di salah satu Perusahaan di Muba

CATATAN SRIWIJAYA

APA dan SIAPA

FACEBOOKERS SRIWIJAYA ONLINE

VIDEO