ISI

Literasi Digital Bekal Melawan Kejahatan Digital


14-September-2021, 13:53


LITERASI DIGITAL KABUPATEN BANYUASIN – PROVINSI SUMATERA SELATAN, Jumat, 20 Agustus 2021, Jam 09.00 WIB
Bapak Presiden Republik Indonesia memberikan arahan tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital. Ditindak lanjuti oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Direktorat Pemberdayaan Informatika, Ditjen Aptika memiliki target hingga tahun 2024 untuk menjangkau 50 juta masyarakat agar mendapatkan literasi di bidang digital dengan secara spesifik untuk tahun 2021. Target yang telah dicanangkan adalah 12,5 juta masyarakat dari berbagai kalangan untuk mendapatkan literasi dibidang digital. Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung.

Sebagai Keynote Speaker adalah Bupati Banyuasin yaitu, H. Askolani, S.H., M.H., dan Bp. Presiden RI Bapak Jokowi memberikan sambutan pula dalam mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.

ALDIN ALDAMA, S.SOS., M.SI (Praktisi Event dan Media serta Dosen Luar Biasa Fikom Unisba), pada pilar KECAKAPAN DIGITAL. Aldin memaparkan tema “MEMANFAATKAN TREN APLIKASI MEDIA SOSIAL DI MASA PANDEMI COVID-19”. Dalam pemaparannya, Aldin menjabarkan media sosial paling populer 2020-2021, meliputi youtube, whatsapp, instagram, tiktok, facebook, dan telegram. Peran dan manfaat media sosial, antara lain sarana perencanaan, strategi, dan manajemen, sarana kontrol, evaluasi, dan pengukuran, sarana belajar, mendengarkan dan menyampaikan, sarana preventif, serta sarana dokumentasi, administrasi, dan integritas.

Dilanjutkan dengan pilar KEAMANAN DIGITAL, oleh XENIA ANGELICA WIJAYANTO, S.H., M.SI (Head of Centre for Publication LSPR Institute). Xenia mengangkat tema “KENALI DAN PAHAMI: REKAM JEJAK DIGITAL”. Xenia menjelaskan salah satu ancaman terbesar bagi kaum muda di situs media sosial adalah jejak digital dan reputasi masa depan. Tidak hanya kaum muda, tetapi juga masyarakat sebagai para pengguna media digital. Jejak digital yang dapat ditinggalkan, berupa riwayat pencarian, pesan teks dalam aplikasi, foto dan video, lokasi yang dikunjungi, interaksi media sosial, dan persetujuan akses cookie.
Masyarakat memiliki kendali atas jejak digitalnya, meskipun jejak digital juga merupakan hal yang tidak dapat dikendalikan karena berada pada pihak lain. Cara melindungi jejak digital, meliputi ciptakan jejak digital yang baik, cek pengaturan privasi akun digital, hapus informasi yang tidak perlu diketahui banyak orang, cek secara rutin, rutin mengganti password, dan saring sebelum membagikan informasi.

Pilar BUDAYA DIGITAL, oleh AGUS SYAHRUDDIN, S.PD (Pengurus FKPP-AU PD Sumsel). Agus memberikan materi dengan tema “MENGENALKAN BUDAYA INDONESIA MELALUI LITERASI DIGITAL”. Agus membahas setiap orang perlu berhati-hati dalam bermedia sosial karena anonimitas di internet membuat orang di dalamnya bisa menjadi siapa saja. Berbagai hoaks dan bentuk ujaran kebencian, serta radikalisme juga mengancam dan bisa memecah belah bangsa di internet. Apa yang sudah diaplikasikan di kehidupan nyata bisa diterapkan di ruang maya, setiap orang mestinya memahami dulu bagaimana menciptakan budaya yang baik dan diteruskan di ruang digital. Selain budaya sopan santun, Indonesia juga merupakan negara majemuk, multikultural, dan demokratis. Berbagai jenis kebudayaan dari Sabang hingga Merauke membuat Indonesia kaya akan keunikan tradisi yang menjadi nilai jual.

Berbagai kekayaan dan keragaman budaya Indonesia ini di era digital bisa semakin diperkenalkan lewat berbagai konten selain itu hal tersebut bisa menjadi nilai positif bagi para konten kreator karena mempopulerkan budaya sendiri. Cara sederhana yang dapat dilakuakan dalam meningkatkan budaya Indonesia lewat literasi digital, melalui memahami kultur sosial budaya di lingkungan tempat masyarakat melaksanakan tugas, belajar dengan giat literasi tentang sejarah Indonesia dan kehidupan bangsa Indonesia, serta menyisipkan cerita tentang sejarah kehidupan berbangsa dan bernegara dalam proses belajar mengajar.

Narasumber terakhir pada pilar ETIKA DIGITAL, oleh DR. HENDRASMO, MA (Direktur Eksekutif Indo Survey dan Strategist). Hendra mengangkat tema “SUDAH TAHUKAH KAMU DAMPAK PENYEBARAN HOAX?”. Hendra menjabarkan bentuk hoax yang paling sering diterima berupa tulisan, gambar, dan video. Media sosial menjadi saluran penyebaran hoax tertinggi dengan persentase 92,40%. Isu hoax paling banyak mencakup isu sosial politik, SARA, dan kesehatan. Penyebab dan pemicu hoax meliputi, prioritaskan isi daripada sumber beritanya, suka berbagi namun malas membaca, mengikuti tren, merasa paling update dan ingin pengakuan, dibayar pihak tertentu, serta tidak mempunyai pekerjaan. Dampak penyebaran hoax pada psikologi akan merusak kesehatan mental dan sosial yang menyebabkan konflik sosial.

Cara mengidentifikasi hoax antara lain, tidak hanya membaca judul saja, cek media apa yang mempublikasikan, cek tanggal dan waktu publikasi, cari tahu penulisnya, lihat jika ada tautan dan sumber yang digunakan, lihat jika ada kutipan dan foto yang dipertanyakan keasliannya, waspadai bias konfirmasi, cari sumber berita lain, serta pikirkan kembali sebelum berbagi. Seluruh tindakan yang memproduksi maupun menyebarkan hoax melalui platform adalah tindakan melanggar hukum dan berpotensi untuk dikenakan pasal UU ITE dan KUHP.

Webinar diakhiri, oleh SUCI FITRI RAMADHANI (Influencer dengan Followers 59,1 Ribu). Suci menyimpulkan hasil webinar dari tema yang sudah diangkat oleh para narasumber, berupa peran dan manfaat media sosial, antara lain sarana perencanaan, strategi, dan manajemen, sarana kontrol, evaluasi, dan pengukuran, sarana belajar, mendengarkan dan menyampaikan, sarana preventif, serta sarana dokumentasi, administrasi, dan integritas. Cara melindungi jejak digital, meliputi ciptakan jejak digital yang baik, cek pengaturan privasi akun digital, hapus informasi yang tidak perlu diketahui banyak orang, cek secara rutin, rutin mengganti password, dan saring sebelum membagikan informasi.

Cara sederhana yang dapat dilakuakan dalam meningkatkan budaya Indonesia lewat literasi digital, melalui memahami kultur sosial budaya di lingkungan tempat masyarakat melaksanakan tugas, belajar dengan giat literasi tentang sejarah Indonesia dan kehidupan bangsa Indonesia, serta menyisipkan cerita tentang sejarah kehidupan berbangsa dan bernegara dalam proses belajar mengajar. Seluruh tindakan yang memproduksi maupun menyebarkan hoax melalui platform adalah tindakan melanggar hukum dan berpotensi untuk dikenakan pasal UU ITE dan KUHP.
(Asmara Nian)

Bagikan ke :
Share on Facebook Share on Google+ Tweet about this on Twitter Email this to someone Share on LinkedIn Pin on Pinterest

BERITA TERKINI

INVESTIGASI

BERITA SEBELUMNYA

LAHAT - 6-October-2026, 20:11

Diduga Pengedar Sabu, Satresnarkoba Polres Lahat Amankan 30 Paket Dengan Berat 10,16 Gram 

JAMBI 6-October-2026, 19:50

RINDAR MANDELA ,SH., M.H MAJU BAKAL CALON KETUA UMUM DPC IKADIN JAMBI

LAHAT - 6-October-2026, 14:53

Sri Marhaeni Tancap Gas, Siap Rebut Kembali Kursi Ketua Golkar Lahat

LAHAT - 6-October-2026, 13:43

Pastikan Aksi Begal Postingan di FB, Tim Jagal Bandit Polres Lahat Patroli Jalan Lahat – Pagaralam 

MURATARA - 5-October-2026, 23:11

Kerja Cepat Sat PPA & PPO Polres Muratara, Bayi yang Ditelantarkan Berhasil Diselamatkan

LAHAT - 5-October-2026, 21:31

HUT TNI ke-81, Dua Kapolsek Berikan Kejutan Untuk Koramil 405-12 Lahat 

LAHAT - 5-October-2026, 21:30

Polsek Pseksu Gelar Sosialisasi SPMB SMA Kemala Taruna Bhayangkara TA. 2027/2028 

PALEMBANG - 5-October-2026, 21:24

HUT TNI 2026 KODAM II SRIWIJAYA FOKUS PENANGANAN KARHUTLA

BANYU ASIN 5-October-2026, 21:23

BUPATI BANYUASIN HADIRI PENGUKUHAN KEPALA PERWAKILAN BPKP SUMSEL

EMPAT LAWANG - 5-October-2026, 20:47

𝐅𝐢𝐧𝐚𝐥 𝐏𝐢𝐚𝐥𝐚 𝐀𝐒𝐄𝐀𝐍 𝟐𝟎𝟐𝟔, 𝐁𝐮𝐧𝐝𝐚 𝐇𝐞𝐩𝐲 𝐒𝐚𝐩𝐫𝐢𝐚𝐧𝐢 𝐍𝐨𝐛𝐚𝐫 𝐁𝐞𝐫𝐬𝐚𝐦𝐚 𝐖𝐚𝐫𝐠𝐚 𝐝𝐢 𝐑𝐮𝐦𝐝𝐢𝐧 𝐁𝐮𝐩𝐚𝐭𝐢 𝐄𝐦𝐩𝐚𝐭 𝐋𝐚𝐰𝐚𝐧𝐠

PALEMBANG - 5-October-2026, 18:54

𝐁𝐮𝐩𝐚𝐭𝐢 𝐄𝐦pa𝐭 𝐋𝐚𝐰𝐚𝐧𝐠 𝐉𝐨𝐧𝐜𝐢𝐤 𝐌𝐮𝐡𝐚𝐦𝐧𝐚𝐝 𝐇𝐚𝐝𝐢𝐫𝐢 𝐏𝐚𝐫𝐚𝐝𝐞 𝐇𝐔𝐓 𝐤𝐞-𝟖𝟏 𝐓𝐍𝐈 𝐝𝐢 𝐋𝐚𝐧𝐮𝐝 𝐒𝐌𝐇 𝐏𝐚𝐥𝐞𝐦𝐛𝐚𝐧𝐠

MUARA ENIM - 5-October-2026, 16:59

Kejutan HUT ke-81 TNI, Polres Muara Enim Datangi Kodim 0404 Bawa Tumpeng Pererat Sinergitas

MUARA ENIM - 5-October-2026, 15:40

Camat SDL Hasbullah Yusuf Pimpin Forkopimcam Kunjungi Koramil 404/06 di HUT TNI ke-81

LAHAT - 5-October-2026, 12:46

Polres Lahat Gelar Upacara Kenaikan Pangkat Pengabdian Bagi Kompol Mastoni S.E

PALEMBANG - 5-October-2026, 12:45

Polda Sumsel Ungkap 30 Kasus 3C dan Tindak 76 Kasus Premanisme dalam Ops Sikat I Musi 2026

PALEMBANG - 5-October-2026, 12:45

HUT ke-81 TNI, Kapolda Sumsel Perkuat Komitmen Bersama Jaga Keamanan

LAHAT - 5-October-2026, 12:44

Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen Dosen UNSELA ke-SPKT Polda Sumsel Memasuki Babak Baru

PALI - 5-October-2026, 12:43

KOORDINASI SAMSAT PALI DAN KELURAHAN TALANG UBI TIMUR DORONG PENYELESAIAN PAJAK KENDARAAN

LAHAT - 4-October-2026, 14:49

Upaya Antisipasi Karhutla dan 3C Terus Dilakukan Polsek Pseksu

MUBA - 3-October-2026, 21:27

Wabup Muba Buka Resmi “Pakam Race” di Bailangu Timur.

LAHAT - 3-October-2026, 18:52

Jalan Wisata Megalitikum Kini Semakin Lebar, Warga Puji Bupati Bursah : Program Nyata, Bukan Janji

OKU - 3-October-2026, 18:32

POLSEK BATURAJA TIMUR PATROLI HUNTING PREMANISME DALAM RANGKA OPS SIKAT I MUSI TAHUN 2026

OKU - 3-October-2026, 18:21

Jual Minuman Beralkohol Tanpa Izin, Pria Ini Diamankan Tim Opsnal Sat Reskrim

PALEMBANG - 2-October-2026, 21:24

KDEKS SUMSEL BUPATI BANYUASIN DI KUKUHKAN SEBAGAI KETUA DEWAN PENGARAH KDEKS

OKU SELATAN - 2-October-2026, 21:04

Polres OKU Selatan Sapa 300 Warga di 14 Titik lewat Program Polisi Berbagi Ilmu

CATATAN SRIWIJAYA

  • Catatan Sriwijaya 26-November-2023, 22:50

    DETERMINASI POLITIK TERHADAP HUKUM

    Oleh Burmansyahtia Darma,S.H.

    Muara Enim - Pemilihan Calon Legislatif atau yang trend nya Calon Anggota D

  • Catatan Sriwijaya 18-April-2020, 07:17

    CORONA & RAMADHAN : Sehari Saja

    Oleh : oleh Burmansyahtia Darma,S.H

    Indonesia menjadi salah satu negara yang terjangkit penyebaran Virus Covid-

APA dan SIAPA

FACEBOOKERS SRIWIJAYA ONLINE