ISI
SUSNO DUADJI : SAYA INGIN MASYARAKAT BANGGA BERPROFESI SEBAGAI PETANI
25-August-2016, 00:32
JAKARTA – Saya ingin menularkan sesuatu kepada masyarakat dan generasi muda yang lain, bahwa bertani adalah profesi terhormat. Sudah seharusnya pemerintah merubah politik pangannya dengan cara poitik yang lebih memihak kepada rakyat.
Setelah pensiun dari Polri, mantan Kabareskrim Komjen Pol (Purn) Susno Duadji memilih berprofesi sebagai petani. Tokoh dengan pernyataan fenomenal “Ibaratnya di sini buaya di situ cicak. Cicak kok melawan buaya” ini, mengaku memiliki kepuasan batin dengan menjadi petani. Meski telah menjadi petani, sosok figur kepemimpinannya masih sangat terasa, terlebih lagi pemikiran-pemikiran beliau yang masih tajam untuk kemajuan bangsa ini.
Mantan Jendral bintang tiga ini juga sangat peduli dengan terwujudnya kedaulatan pangan Indonesia? Berikut wawancarakedaulatanpangan.co.id, dengan Komjen (Purn) Susno Duadji yanga ditemui di gedung Bidakara 2, Jakarta, Rabu (24/8).
Bisa diceritakan kegiatan Anda sehari-hari sekarang ini?
Sejak pensiun pada tahun 2012, kegiatan harian pertama saya adalah momong cucu dan yang kedua saya hobi bertani. Kebetulan ada lahan luas di pulau Sumatera, yaitu di Pagar Alam, di kampung halaman saya. Disana saya menanam jagung, kopi, kedelai dan lainnya.
Kenapa memilih untuk bertani?
Mungkin orang banyak bertanya apakah kegiatan bertani saya mendatangkan keuntungan? secara materi tentunya tidak, karena luas lahan yang saya garap juga tidak terlalu luas, belum harga komunditas pertanian murah, harga gabah murah, harga sayuran murah. Tetapi lantaran hobi saya adalah bertani dan saya terlahir sebagai anak petani dan bertani bagi saya memiliki kepuasan batin tersendiri.
Setelah berkecimpung dalam pertanian, tentunya Anda melihat kenyataan tentang pertanian kita? bisa digambarkan?
Sanak famili saya di kampung adalah petani semua, tetapi akhir-akhir ini banyak anak muda meninggalkan kampung pergi ke Jakarta dan Palembang tanpa ada keahlian. Mereka lebih memilih mencari kehidupan yang lain di kota dari pada bertani lantaran harga komoditas pertanian murah. Dibandingkan dengan ongkos operasional pertanian seperti bibit, pupuk, racun dan sebagainya tidak sebanding dan justru membuat mereka mengalami kerugian. Jadi mereka lebih memilih ke kota menjadi buruh sehingga lahan pertanian mereka malah ditinggalkan.
Jika dilihat di facebook, Anda suka menguggah foto-foto Anda sedang bertani, apakah itu ingin menunjukan sesuatu?
Saya ingin menularkan sesuatu kepada masyarakat dan generasi muda yang lain, sehingga mereka menganggap tani itu bukanlah pekerjaan pilihan terakhir, tapi tani tidak kalah terhormat dengan profesi lain. “Saya ingin masyarakat bangga berprofesi sebagai petani”
Terkait dengan program kedaulatan pangan yang selalu digadang-gadang pemerintah, bagaimana menurut Anda program ini, efektif atau tidak?
Kita sudah berkali-kali dengan program terkait pertanian khususnya untuk kedaulatan pangan, tetapi berkali-kali juga gagal. Mungkin sudah ada sejak zaman pemerintahan Pak Harto, seperti ada Bimas (Bimbingan Massal-red), Inmas ( Intensifikasi Massal -red) dalam rangka meningkatkan produksi pangan dan hal itu sempat terpenuhi. Tetapi kemudian pangan tidak terpenuhi lagi lantaran program tidak dilakukan dengan serius dan benar. Bahkan tidak menyerap apa yang ingin dimaui rakyat, kemungkinan program pemenuhan pangan ini mungkin gagal lagi. Kenapa? agar program ini sukses yang perlu sekali bagi rakyat sebenarnya bukan memberi subsidi, tetapi yang perlu dipacu pemerintah adalah bagaimana supaya membuat orang senang bertani. Tapi bagaimana rakyat mau bertani jika di hargai murah? saya ambil contoh misalnya kenapa kita harus impor jagung, karena petaninya tidak mau menanam jagung. Itu sebenarnya cuma politik pemerintah saja yang salah, bagaimana petani mau menanam jagung jika dihargai cuma Rp.3.000 per Kg, coba kalau dihargai Rp.10.000 atau Rp.15.000 per Kg-nya, orang akan senang menanam jagung. Kedua, kesalahan mekanisme pasar yang tidak beres, sehingga yang untung para tengkulak bukannya petani!
Bagaimana Anda melihat ketersediaan lahan untuk tanaman pangan sekarang ini?
Inilah masalahnya karena pemerintah tidak konsekuen! dulu Kalimantan, Sumatera, Sulawesi termasuk Papua terkenal dengan keberadaan lahan kosong. Lahan kosong ini diobral pemerintah untuk dijadikan kebun sawit dan macam-macam, lahannya hanya dikuasai beberapa orang saja. Ada satu orang yang menguasai 100.000 hektare lahan sawit, tetapi manfaat untuk rakyat tidak ada. Kalau, lahan tidak dikuasai oleh para konglomerat ini, lahan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memperluas kebun dan sawah. Saya selalu menghimbau kepada pemerintah, baik dalam beberapa tulisan saya untuk men-stop pemberian lahan kepada konglomerat karena itu tidak ada gunanya!
Jadi kebijakan apa yang seharusnya yang harus diambil pemerintah untuk memperbaikinya?
Pertama di stop pemberian lahan kepada konglomerat, kemudian yang kedua dirubah cara kepemilikan lahannya. Hak Gunanya tidak diberikan selama itu, mungkin hak gunanya diberikan 25 tahun, setelah itu kembali kepada pemerintah dan diberikan kepada rakyat.
Dimasa Anda menjabat tentunya permasalaan pangan juga menjadi sorotan polri? Bisa diceritakan peran dari Polri sendiri?
Kartel pangan dan mafia sembako merupakan kegiatan mata rantai sedemikian rupa yang sulit diputus. Dulu pangan dikuasai oleh Bulog tetapi sekarang di kuasai importir tertentu, perdagangannya dikuasi orang-orang tertentu, itu seperti sindikat susah sekali memutusnya. Untuk mengatasinya, caranya dengan politik pertanian dan politik pangan kita harus berubah, politik pangan kita harus memihak petani. Sedangkan peran dari Polri tidak terlalu banyak, karena politik pangan ini berada di Kementerian kecuali bila di minta dan apabila terjadi pelanggaran hukum, misalnya penimbunan beras, pemasukan gula terlalu banyak, manakala sudah terjadi pelanggaran peraturan perundang-undangan disitu Polri baru bisa masuk. Tapi penentunya adalah pemerintah!
Berdasarkan hasil survei 65 persen pendapatan warga miskin dihabiskan untuk membeli pangan? bagaimana kondisi ini menurut Anda?
Saya percaya, karena petani saja membeli pangan. Saudara saya banyak bertani di kampung tetapi tetap membeli beras, jagung bahkan beli buah. Mungkin lebih dari 75 persen habis untuk pangan.
Bagaimana pendapat dan pandangan Anda agar bangsa ini berdaulat pangan?
pandangan saya pertama agar bangsa ini berdaulat pangan, politik pemerintah terhadap pangan dirubah drastis. Bagaimana merubahnya? merubah yang memihak pada produsennya yaitu petani dan peternak. Bagaimana memihaknya? dengan membuat apa yang mereka hasilkan itu tinggi, jika pemerintah masih mau harga murah, subsidi harganya ke petani atau memberlakukan hukum pasar.
Profil Singkat
Komjen Pol (Purn) Susno Duadji adalah lulus dari Akabri Kepolisian 1977 dan mengenyam berbagai pendidikan antara lain PTIK, S-1 Hukum, S-2 Manajemen, dan Sespati Polri. Ia juga mendapat kursus dan pelatihan di antaranya Senior Investigator of Crime Course (1988), Hostage Negotiation Course (Antiteror) di Universitas Louisiana AS (2000), Studi Perbandingan Sistem Kriminal di Kuala Lumpur Malaysia (2001), Studi Perbandingan Sistem Polisi di Seoul, Korea Selatan (2003), serta Training Anti Money Laundering Counterpart di Washington, DC, Amerika Serikat.
Pria kelahiran Pagar Alam, 1 Juli 1954 ini, mengawali karirnya pada tahun 1978 sebagai Pama Polres Wonogiri. Susno Duadji telah mengunjungi 90 negara untuk belajar menguak kasus korupsi. Kariernya mulai meningkat ketika ia dipercaya menjadi Wakapolres Yogyakarta, dan berturut-turut setelah itu Kapolres di Maluku Utara, Madiun, dan Malang. Susno mulai ditarik ke Jakarta, ketika ditugaskan menjadi kepala pelaksana hukum di Mabes Polri dan mewakili institusinya membentuk KPK pada tahun 2003. Tahun 2004 ia ditugaskan di Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Sekitar tiga tahun di PPATK, Susno kemudian dilantik sebagai Kapolda Jabar dan sejak Januari 2008 menggantikan Irjen Pol. Soenarko Danu Ardanto. Ia kemudian menjadi Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri pada Oktober 2008. Pada 2009 – Maret 2011 Kemudian beliau menjabat sebagai Pati Mabes Polri. Jabatan terakhir beliau sebagai penasehat Koorsahli Kapolri hingga masa pensiunnya.
Penulis : Ardian Yulianto (Kedaulatanpangan.co.id)
BERITA TERKINI
-
OKU - 16-October-2026, 22:37
Himbauan Kapolres OKU AKBP Helmy Tamaela Agar Masyarakat Waspada Kebakaran.
OKU – Kapolres Ogan Komering Ulu (OKU), AKBP Helmy Tamaela, S.I.K., M.I.K., mengimbau seluruh masy
-
MUARA ENIM - 16-October-2026, 19:15
PLN UP3 Lahat dan ULP Muara Enim Perkuat Komitmen Pelayanan
Muara Enim – Sebagai wujud komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan menjaga hubungan
-
LAHAT - 16-October-2026, 18:43
Siapkan Generasi Cerdas Digital, SMA Negeri 1 Lahat Gandeng FH Universitas PGRI Palembang
LAHAT—– Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi, pemahaman hukum
-
LAHAT - 16-October-2026, 18:43
Dua Guru SMAN 1 Lahat Sabet Predikat Terbaik 2 di Workshop Koding dan AI Palcomtech
LAHAT—— Diera digitalisasi ini dan bentuk komitmen SMA Negeri 1 Lahat dalam merespons
-
LAHAT - 16-October-2026, 18:41
Enam SMA Gelar Bimtek Penguat Literasi Numerasi dan Digitalisasi SPMI
LAHAT—– Bimbingan Teknis (Bimtek) penguatan literasi numerasi, implementasi digitalisasi
-
LAHAT - 16-October-2026, 18:39
Kangkangi Rambu-Rambu, Sejumlah Bus, Tronton dan Truck Masuk Kota Lahat Disuruh Mutar Balik Tim Gabungan
LAHAT——Jelas-jelas rambu larangan terpasang terpasang, tapi, seakan para sopir Bus, Tron
-
OKU - 15-October-2026, 20:55
Belasan Gerbong Anjlok dan 4 Awak KAI Luka-luka Akibat Kecelakaan
OKU – Hari Kamis (15/10/2026), sekitar pukul 02.32 WIB terjadi kecelakaan kereta api (KA) yang
-
PALEMBANG - 15-October-2026, 17:09
Bupati Toha Tohet Hadiri Rakor Karhutla Sumsel, Siap Tindak Lanjuti Arahan Menko Polkam
PALEMBANG, SO– Bupati Musi Banyuasin H M Toha Tohet SH menghadiri Rapat Koordinasi Penanganan Keba
-
LAHAT - 15-October-2026, 16:42
Dinkes Lahat dan SMAN 1 PP Sosialisasi Deteksi Dini Penyalahgunaan Narkoba
LAHAT—— Remaja adalah masa depan bangsa, dan menjaga mereka dari bahaya narkoba adala
-
LAHAT - 15-October-2026, 14:48
Pria Ditemukan Dipinggir Jembatan Pagar Batu, Telah Menjalani Perawatan Medis di RSUD Lahat
LAHAT—— Seorang pria tanpa identitas yang ditemukan di pinggir Jembatan Pagar Batu, Kabu
-
LAHAT - 15-October-2026, 14:47
Dari Tangan D.R Satresnarkoba Polres Lahat Sita Ganja Kering Seberat 4,65 Kilogram
LAHAT—— Lagi. Satuan Reserse Narkoba Polres Lahat Berhasil mengungkap kasus dugaan tinda
-
LAHAT - 15-October-2026, 14:47
PWI Lahat Sampaikan Pernyataan Sikap ke-Polres Lahat, Desak Kepolisian Tindak Tegas Pelaku
LAHAT——Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lahat menyampaikan pernyata
-
OKU - 15-October-2026, 12:36
Kenal Sambut Kajari OKU, Momentum Awal Sinergi dan Kolaborasi
Baturaja – Acara kenal sambut KepalaKejaksaan Negeri (Kajari) OKU, Dr. Kristanto Trinoviyandri
-
LAHAT - 15-October-2026, 09:13
Usai Pemilihan Ketua OSIS, Ini Pesan Kepsek SMAN 1 Kikim Timur
LAHAT – Dalam rangka menanamkan nilai-nilai demokrasi dan kepemimpinan sejak dini, SMA Negeri
-
PALEMBANG - 14-October-2026, 21:37
AKTIVIS PEMBARUAN SUMSEL DESAK POLDA USUT TUNTAS BENTROK DI MAPOLDA SUMSEL
PALEMBANG — Aktivis Pembaruan Sumatera Selatan, Rizky Ardiyansyah Sholeh, menyayangkan insiden ben
-
PALEMBANG - 14-October-2026, 21:35
Operasi Sikat I Musi 2026, Polda Sumsel Tindak 1.218 Aksi Premanisme dan Perkuat Kamtibmas
PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan memperkuat komitmen dalam menjaga keamanan dan ketertiban masya
-
PALEMBANG - 14-October-2026, 21:34
Polda Sumsel Tegaskan Komitmen Lindungi Wartawan dan Usut Tuntas Bentrokan di Mapolda
PALEMBANG — Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P. memastikan seluruh
-
PALEMBANG - 14-October-2026, 21:34
Pelantikan Wakapolda dan Sertijab Dirreskrimsus, Polda Sumsel Mantapkan Pelayanan kepada Masyarakat
PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan memperkuat jajaran kepemimpinan melalui pelantikan Wakapolda Su
-
PALEMBANG - 14-October-2026, 21:33
Wagub Cik Ujang Dorong Lulusan UT Palembang Berkontribusi Nyata bagi Pembangunan Sumsel
PALEMBANG – Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Cik Ujang mendorong para lulusan Universit
-
PALEMBANG - 14-October-2026, 21:33
Sinergi TNI-Polri Jadi Fondasi Kamtibmas Kondusif, Kapolda Sumsel Lakukan Lawatan ke Kodam II/Sriwijaya
PALEMBANG — Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., melakukan lawatan
INVESTIGASI
-
Investigasi 14-September-2015, 22:52
KAJARI LAHAT : PENETAPAN TERSANGKA SIMPEG 2010 “TIDAK ADA TEBANG PILIH”
BANDAR JAYA = Issue yang menyatakan bahwa Kejaksaan Negeri Lahat tebang pilih dalam kasus Sistem Inf
BERITA SEBELUMNYA
LAHAT - 11-October-2026, 11:49
Batalnya APBD-P Lahat Jadi Alarm Kepemimpinan, DPRD Didesak Tempuh Langkah Konstitusional
LAHAT - 11-October-2026, 11:48
Asap Karhutla Serang Bumi Seganti Setungguan, Humas Polres Lahat Himbau Masyarakat Gunakan Masker Untuk Lindungi Diri
MUARA ENIM - 10-October-2026, 23:04
Di Muara Lawai, Dua Penggali Sumur Tewas Diduga Gas Beracun
MUARA ENIM - 10-October-2026, 21:43
Ketua Golkar Muara Enim: Aksi Warga Stop Truk Batu Bara PT. MME Sudah Tepat
SUMBAR 10-October-2026, 20:58
Apkasi Peduli Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang Solok, Bursah Zarnubi Tegaskan Solidaritas Antarkabupaten
BANYU ASIN 10-October-2026, 19:35
Herman Deru dan Cik Ujang Tinjau Karhutla di Banyuasin, Uji Teknologi Pemadaman dari Brazil
PALEMBANG - 10-October-2026, 19:35
𝐁𝐮𝐩𝐚𝐭𝐢 𝐄𝐦𝐩𝐚𝐭 𝐋𝐚𝐰𝐚𝐧𝐠 𝐇. 𝐉𝐨𝐧𝐜𝐢𝐤 𝐌𝐮𝐡𝐚𝐦𝐦𝐚𝐝𝐢 𝐇𝐚𝐝𝐢𝐫𝐢 𝐌𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐊𝐞𝐧𝐚𝐥 𝐏𝐚𝐦𝐢𝐭 𝐊𝐚𝐩𝐨𝐥𝐝𝐚 𝐒𝐮𝐦𝐬𝐞𝐥 𝐏𝐞𝐫𝐤𝐮𝐚𝐭 𝐒𝐢𝐧𝐞𝐫𝐠𝐢 𝐏𝐞𝐦𝐞𝐫𝐢𝐧𝐭𝐚𝐡 𝐝𝐚𝐧 𝐊𝐞𝐩𝐨𝐥𝐢𝐬𝐢𝐚𝐧
MUBA - 10-October-2026, 13:29
Hadiri Majelis Dzikir di Sungai Lilin, Wabup Muba Kenang Keteladanan Ulama
LAHAT - 9-October-2026, 21:59
Dari 514 Kabupaten/Kota se-Indonesia, Hanya Pemkab Lahat Tidak Menganggarkan ABT 2026
BANYU ASIN 9-October-2026, 21:09
BANYUASIN UJI REALIZA ANTICHAMAS DILAHAN GAMBUT
LAHAT - 9-October-2026, 19:09
Sikapi Terkait Pemberitaan Tidak Ada Anggaran ABT, Ini Penjelasan Ketua PW GNPK-RI Sumsel
LAHAT - 9-October-2026, 18:10
SMA Negeri 1 Kikim Barat Pacu Mutu Lewat Visitasi Akreditasi
MUARA ENIM - 9-October-2026, 16:48
Pelarian Tersangka Pembunuhan Anak Di Muara Enim Berakhir di Jawa Barat
MUARA ENIM - 9-October-2026, 03:06
Polisi Gagalkan Transaksi Ekstasi di Muara Enim, Dua Orang Diamankan
BANYU ASIN 8-October-2026, 21:08
BNK BNYUASIN DORONG PERAN KELUARGA DAN MASYARAKAT
LAHAT - 8-October-2026, 21:07
Ajang Nasional 2026, Tiga Siswa SMAN 4 Lahat Panen Mendali
PALEMBANG - 8-October-2026, 20:34
Wagub Cik Ujang Dorong Perguruan Tinggi Berkontribusi Nyata bagi Pembangunan Sumsel
LAHAT - 8-October-2026, 20:33
APBD Perubahan Batal, Tiga Kali DPRD Surati Pemkab Lahat Hingga Batas Waktu Proses Belum Tuntas
LAHAT - 8-October-2026, 17:44
Seorang Perempuan Diduga Pengedar Sabu di Kikim Tengah Diungkap Satresnarkoba Polres Lahat
LAHAT - 8-October-2026, 17:43
Gubuk Reot Nenek Kamisah, Mulai Dibongkar Untuk Direhab Jadi RSLH
MUBA - 8-October-2026, 16:35
Bupati Muba Cek Dampak Asap Karhutla, Fasilitas Kesehatan Disiagakan
LAHAT - 8-October-2026, 02:57
H. Adriansyah: Golkar Lahat di Tangan Tepat, Selamat Ibu Sri Marhaeni!
MUARA ENIM - 7-October-2026, 20:41
Polsek Rambang amankan Pria Bersama TV Hasil Curian
PALEMBANG - 7-October-2026, 20:37
Muara Enim Jadi Tuan Rumah FORPROV II KORMI Sumsel, Cik Ujang Tekankan Koordinasi Panitia
MUARA ENIM - 7-October-2026, 20:35
Buka Gebyar SMANSAGEL Jilid 11, Wagub Cik Ujang Dorong Siswa Berani Berprestasi
CATATAN SRIWIJAYA
-
Catatan Sriwijaya 3-April-2024, 15:49
Niat Jahat dan Unsur Dengan Sengaja Dalam Pertangungjawaban Pidana
Oleh Burmansyahtia Darma, S.H
Advokat Pada Kantor Hukum BSD Lawyer
-
Catatan Sriwijaya 26-November-2023, 22:50
DETERMINASI POLITIK TERHADAP HUKUM
Oleh Burmansyahtia Darma,S.H.
Muara Enim - Pemilihan Calon Legislatif atau yang trend nya Calon Anggota D
-
Catatan Sriwijaya 26-December-2020, 21:50
TEDDY LASZUARDY (1) :
-
Catatan Sriwijaya 15-June-2020, 10:46
Terdakwa Penyiram Novel Baswedan Dituntut 1 Tahun, Kok Bisa ?
Oleh :Burmansyahtia D
-
Catatan Sriwijaya 1-June-2020, 11:50
SAYA PANCASILA : ANTARA IDEALITA DAN REALITA
Oleh :Burmansyahtia Darma,S.H
Advokat pada kantor Hukum BSD Lawyer
-
Catatan Sriwijaya 18-April-2020, 07:17
CORONA & RAMADHAN : Sehari Saja
Oleh : oleh Burmansyahtia Darma,S.H
Indonesia menjadi salah satu negara yang terjangkit penyebaran Virus Covid-
-
Catatan Sriwijaya 9-January-2020, 21:26
“KOMISIONER KPU” TERJERAT OTT, PERMASALAHAN BERAWAL DARI REKRUTMEN YANG BURUK
-
Catatan Sriwijaya 30-December-2018, 09:17
ALUMNI HIMPUNAN DALAM PUSARAN POLITIK BERBIAYA MAHAL
Menghadapi pemilihan umum tahun 2019 disikapi oleh keluarga besar Himpunan Mahasiswa Islam Lubukling
-
Catatan Sriwijaya 13-December-2018, 16:11
WILLY LP : MENDUKUNG OPSI MILITER DI PAPUA
Konflik di tanah Papua kembali memanas pasca tewasnya 19 pekerja PT. Istaka Karya (sumber lain menye
-
Catatan Sriwijaya 26-August-2018, 22:26
MEMBUNUH DEMOKRASI, MERAMPAS HAK ASASI
Oleh : Burmansyahtia Darma,S.H Advokat/Pemerhati Hukum dan Politik Indonesia adalah Negara hukum, i
-
Catatan Sriwijaya 22-December-2017, 20:35
AHMAD YANI (7) : REFLEKSI AKHIR TAHUN : PERSOALAN PRAKTIK PENEGAKAN HUKUM DI TANAH AIR
Tinggal menghitung hari, jam, menit dan detik kita akan memasuki pergantian tahun 2019, sebuah momen
-
Catatan Sriwijaya 29-October-2017, 06:53
CATATAN RIO CK (11) : MOMENTUM PERGANTIAN TAHUN : Refleksi, Evaluasi, Dan Proyeksi Lembaga Penegakan Hukum
Siklus pergantian tahun yang akan sesegera usai dan berakhir dapatlah dijadikan sebuah momentum un
-
Catatan Sriwijaya 21-December-2014, 01:24
BSD (1) : CARA BAIK DAN BENAR KORUPSI GRATIFIKASI
Untuk mencegah atau mengetahui modus operandi Korupsi Gratifikasi, penulis menggunakan metode ter
APA dan SIAPA
-
Catatan Sriwijaya 12-August-2023, 23:10
Boim Balon Legislatif Muara Enim Dapil 5, Siap Sejahterakan Rakyat Lewat Golkar
Muara Enim - Pemilihan Calon Legislatif atau yang trend nya Calon Anggota D
-
MUARA ENIM - 15-April-2019, 14:33
Sutradara Cantik Film “Anak Kopi” Produksi Java creation Pemkab Muara Enim
Muara Enim, Sriwijayaonline.com - Banyak Usaha dan Dobrakan yang terus dilakukan oleh Bupati Muara E





