ISI

JOINT ANALYSIS CEGAH ISIS DI SUMSEL


27-March-2015, 14:43


Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof . Dr. Iza Fadri melalui Direktur Intelkam Polda Sumsel Kombes Pol Drs. Budi Dermawan selaku Kepala Satuan Tugas Operasi (kasatgasops) dalam acara Joint Analysis Cegah ISIS di Sumsel yang dilangsungkan hari ini Jumat 27/3 mengatakan “ perkembangan ISIS sangat cepat sekali dan paham ISIS sudah masuk ke wilayah Indonesia dengan adanya warga negara indonesia kurang lebih 500 – 600 sudah ada diwilayah khususnya Sumatera. Seperti teori gunung es dari media eletronik yaitu facebook dan twiter, “ISIS” sepak terjangnya memunculkan dengan cara kekerasan sehingga menumbuhkan kekecaman dari semua masyarakat baik dunia karena tidak menunjukkan perwakilan dengan mengatas namakan dari salah satu agama terutama agama Islam, ISIS adalah bukan ajaran Islam karena dalam ajaran Islam tidak ada yang menghalalkan tindakan kekerasan sesuai paham radikal yang dianut oleh ISIS dengan paham yang dikenal dalam bentuk Jihad”,

“ISIS tidak saja mengancam Irak dan Syria tapi juga sudah masuk di Wilayah Indonesia, terutama dalam deteksi dini sebagaimana dalam binmas stral yaitu anggota Polri dituntut tahu dan paham dengan situasi wilayahnya radius 100 – 300 meter wajib hukumnya sehingga dengan cepat dapat mengetahui siapa saja yang ada disekitarnya sehingga perlu pencegahan dini ISIS mulai dari tingkat pusat sampai rukun tetannga”

Masih kata Budi Dermawan “Pemetaan paham yang ada di wilayah Banyuasin, Muaraenim, Musi Banyuasin dengan kelompok Fajar Taslim oleh Densus 88 AT beberapa tahun yang lalu, menunjukkan bahwa di wilayah Sumatera Selatan berpotensi ada dan berkembangnya, paham ISIS di wilayah hukum palembang, khususnya Plaju dugaan adanya warga masyarakat yang hilang dan masih dalam penyelidikan dugaan sementara sebagai pengikut ISIS walaupun sangat diperlukan pembuktian dan dokumen pendukung tentang kebenarannya sehingga dapat dilakukan penyidikan lebih lanjut, di lapas merah mata oleh narapidana Agustiawan yang masih mendekam di penjara dalam kasus terorisme”

Diakhir sambutannya Budi merekomendasikan :

  1. Pendataan masyarakat yang mendukung dan tidak dengan pemetaan
  2. Pencegahan siapa yang menjadi simpatisan
  3. Monitoring adanya situs yang menyebarkan paham ISIS
  4. Malaporkan setiap informasi dan koordinasi dengan pihak terkait.

Pembicara selanjutna  Ketua Komite Intelijen Daerah (Kominda) Drs Torkis MM, mengatakan “satgas Poso 2003 – 2006 tentang Potensi Ancaman ISIS di Indonesia merupakan pecahan Al Qaeda, ISIS klaim punya jaringan dan simpatisan dengan mempunyai di seluruh dunia termasuk di Indonesia, dan merupakan teroris dengan tujuan membentuk negara Islam di wilayah Irak dan Syiria, dukungan ISIS wilayah di Indonesia dengan cara baiat oleh ustad kepada para pengikut/ simpatisan, dengan penggalangan dana masjid dan menggunakan gambar ISIS serta memberangkatkan anggota warga negara Indonesia ke Irak atau ke Syiria, dan ISIS bukan merupakan agama tapi sebuah paham yang diakui oleh kelompoknya dengan mangatasnakan agama dan paham ISIS adalah bertentangan dengan Pancasila sebagai Ideologi bangsa Indonesia”.

Kesimpulan disampaikan Kominda dalam bentuk rekomendasi adalah :

  1. Koordinasi
  2. Cegah dan tangkal dini paham ISIS dan menyarankan dibentuk gerakan anti ISIS dan  anti narkoba
  3. Libatkan toga. tomas dengan binluh sehingga dapat dicegah paham ISIS

Hal senada dikatakan Ketua Forum Umat Islam (FUI) Sumsel Drs. H.Umar Said dalam pemaparan dimulai dengan membacakan salah satu ayat Alqur’an dengan 2 kelompok yaitu pok penolong serta pok togut, kemudian bicara dalam difinisi radikal yaitu gerakan yang menyeluruh/ frontal dan bisa positif dan negatif, salah satu mencontohkan mantan perdana menteri alm. Lee Kwan Yuw dengan menjadikan Singapura menjadi negara ekonomi yang lebih baik ini salah satu contoh radikal yang positif,

Kemudian di contohkan dalam kegiatan sosialisasi oleh Nabi Ibrahim dalam pendekatan Soft, dengan menghancurkan semua patung dan ditinggalkan satu patung yang besar ketika pada jaman Nabi Ibrahim pada waktu itu, dan radikal / gerakan dengan menggiring paham radikal menuju ke arah kebaikan, bukan pada kehancuran melalui kekerasan, bagaimana mengamai paham radikal secara analysis bukan secara emosi, dan sekarang ada praktek ibadah di Syiria secara radikal tidak dimonopoli oleh Islam / muslim, tapi juga agama lain.

“Islam menjadi pegangan hidup dan komunitas ini akan membela betul betul dengan rubah suatu keadaan dengan cara yang baik bukan dengan cara-cara syariat seperti di Syiria, dan banyak contoh di Indonesia syariat Islam sudah berjalan dan politik syariah yang belum berjalan, dan bagaimana cara pihak ustad dan kyai untuk mengarahkan gerakan radikal ini kepada gerakan yang positif, dan sebagai antisipasi dengan pendekatan soft dan hard approf dan jangan menjadi pemadam kebakaran tentang paham ISIS yang selama ini berkembang” ujar H Umar Said menjelaskan

 

Diakhir pembicaraannya H Umar said merekomendasi :

 

  1. segera terbitkan buku putih karena sumatera selatan dikatagorikan sebagai daerah teroris, dan dalam Islam yang ada 2 pegangan hidup yaitu Alquran dan Hadist yang merupakan pendekatan soft dan hard salah satu contohkan perintah anak untuk sholat sewaktu anak sudah berumur 10 tahun dan apabila tidak melakukan

 

  1. Cara mencegah dalam gerakan bersama toga, tomas dengan masyarakat dengan adanya anggota Polri bersama dengan ustad / kyai dalam memberikan kutbah / ceramah agama sehingga tidak ada nantinya kesan ustad yang dianggap sebagai berpaham teroris dan sebagai ustad narasumber sendiri menolak paham ISIS

 

Pembicara terakhir adalah ulama Ustad Solihin Hasibuan, dengan gaya candanya ustad memaparkan tentang akhidah dan serius tidak beragama dengan ajaran masing-masing, dengan konsep dalam Islam yaitu salah satu keyakinan agama dengan ada 2 analisa sengaja dibuat/ dibentuk dengan maksud Islam agar tidak menarik dan dibenci danya bendera hitam dari timur dan barat, dan Islam ada syariah, thorig walaupun dengan kekuatan aqidahnya yang salah dan ISIS sudah mengaku merasa benar padahal bertentangan dengan idiologi Pancasila, maka orang yang beriman pakai ilmu, tentang ISIS teknis dan ajarannya yang tidak benar sehingga menghimbau dalam agar bertindak dengan sungguh,

 

Dicontohkan dalam iklan rokok dalam peringatan merokoh adalah membunuh tapi tetap di produksi diedarkan, dan yang penting kerjanya jangan riaknya yang besar dan dibesar- besarkan dan ustad sendiri mewasdai bahaya ISIS di Sumsel dan tentang sikap sudah keras menentang paham ISIS mulai dari pusat sampai ke daerah.

 

Tiba pada waktu tanya jawab dan oleh Kombes Drs. Budi Dermawan kepada ustad Umar Said, tentang perbedaan dengan adanya kilafah agar lebih jelas konsepnya, paham ISIS di Syiria sebanyak 24 ulama yang dibantai dan bukan melalui pendekatan soft tapi dengan hard (kekerasan) Dan pertanyaan oleh majelis dakwah indonesia, pada akhir jaman puasa, sholat lebih bagus dan secara theologis membela kebenaran tapi dengan cara kekerasan dan usulkan agar kita hadapi bukan dengan kekerasan melalui pencegahannya, tapi secara diam-diam langsung ditindak secara pidana, dan menyarankan kepada Densus 88 AT agar tidak usah di ekspos hal ini menyebabkan akan tindak lanjutnya oleh pihak yang belum paham / tidak mengerti benar tentang kebenaran paham ISIS sehingga tambah banyak pengikutnya dengan caranya sendiri.

Perjuangan dengan melalui Islam tetap mempertahankan walaupun cara radikal / kekerasan Ditambahkan oleh wakil dari majelis dakwah islam, dan untuk menilai Islam melalui istilah juga jangan menilai diluar dari Islam sehingga tidak menyambung karena perbedaan dari kacamata pandang Islam dan diluar Islam, dan mengakui ke Syiria bukan masuk menjadi anggota ISIS dan memberikan pendapat bahwa ISIS adalah paham sesat,

Dan kalau sudah tahu dan mengerti bahwa paham tersebut dilarang, tapi dalam pencegahannya jangan dengan kekerasan juga contohnya penembakkan / dibunuh yang pada akhirnya menimbulkan kebencian, sedang untuk bahasa Jihad gunakan pakai bahasa Islam bukan bahasa sendiri-sendiri karena Jihad ada 3 tingkatan dan jangan sampai ulama meninggalkan memerangi kejahatan Oleh ustad Umar Soft aproof, dengan menjelaskan bahwa ulama bisa bekerja sama dengan umarah dan jemaahnya juga ada salah satu anggota polda sumsel yang berpikir kreatif dengan cara eliminir melalui pesan-pasan agama tentang bahaya paham ISIS sebenarnya permusuhan antar umat Islam, dan jangan memancing air dikeruh dan jangan membuat kesulitan bukan tambah mempersulit.

Ditambahkan oleh ustad Solihin Hasibuan, melihat kemaksiatan maka harus dilawan, dan apbila ada kebaikan maka ada kasih sayang dan dalam dawah, (Kompol Soeryadani/bambang.md)

Bagikan ke :
Share on Facebook Share on Google+ Tweet about this on Twitter Email this to someone Share on LinkedIn Pin on Pinterest

BERITA TERKINI

INVESTIGASI

BERITA SEBELUMNYA

BANYU ASIN 14-June-2024, 18:44

PEMDES LIMAU BANYUASIN PEMBINAAN PKK SANGAT PENTING 

LAHAT - 14-June-2024, 14:34

Polres Lahat Olahraga Bersama Forkopimda dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-78 

OKU - 14-June-2024, 12:00

Hendak Mengantarkan Narkoba Ke Pembeli, ES di amankan Unit 1 Satresnarkoba Polres OKU

LAHAT - 14-June-2024, 11:34

DPC PKB LAHAT USUNG PASLON PARIS- YUDA HERMAWAN ( PAYU ) SUHU POLITIK LANGSUNG MEROKET

MURATARA - 14-June-2024, 09:38

Konsisten Upaya Cegah Laka, Jasa Raharja Lahat Bersama Mitra Gelar Operasi Kendaraan ODOL 

LUBUK LINGGAU - 14-June-2024, 08:58

Optimalisasi Program Cegah Laka, Jasa Raharja Lahat Laksanakan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) Bersama Mitra Strategis 

PALEMBANG - 13-June-2024, 19:40

IRT Hendak Akhiri Hidup di Jembatan Musi IV Palembang Berhasil Diselamatkan Polisi 

LAHAT - 13-June-2024, 19:36

Tindaklanjuti Surat Menteri Dalam Negeri, Lahat Helat Kick-Off Intervensi Serentak Pencegahan Stunting 

PALEMBANG - 13-June-2024, 19:19

Pj Bupati Bersama OPD Lahat Hadiri High Level Meeting HLM TPID Se – Sumsel 

LAHAT - 13-June-2024, 19:13

Hari Bhayangkara ke-78, Polres Lahat Laksanakan Bhakti Sosial di Tiga Titik 

MUBA - 13-June-2024, 11:39

Jelang Hari Raya Idul Adha, Pemkab Muba Sidak Pemantauan Harga dan Stok Barang di Pasar Randik

BANYU ASIN 13-June-2024, 11:14

SEKDA BANYUASIN SURVEY TANAH HIBAH 

BANYU ASIN 12-June-2024, 23:59

KINERJA KOMISIONER KPU DINILAI BURUK, GAASS BANYUASIN MEMINTA DKPP MELALUI BAWASLU MEMECAT KOMISIONER KPU !!! 

OKU - 12-June-2024, 23:09

Sosialisasi BHD Sie Dokkes Polres OKU Polda Sumsel

JAKARTA - 12-June-2024, 22:01

DPP PAN Rekomendasikan YM Untuk Maju di Pilkada 2024

BANYU ASIN 12-June-2024, 18:48

PJ Bupati Banyuasin ucapakan selamat Dilantiknya Huffadz Al-Qur’an” 

PALEMBANG - 12-June-2024, 17:46

Terima Kunjungan Lemhanas RI PPRA Angkatan 67, Kapolda Sumsel Beberkan Situasi Kamtibmas Sumsel 

LAHAT - 12-June-2024, 17:45

Team Jagal Bandit Polres Lahat tankap Curat Sawit PT. SMS

LAHAT - 12-June-2024, 14:21

Tiga Pemuka Adat Muara Lawai Angkat Bicara Soal Lahan Blok 375 

OKU - 11-June-2024, 19:04

Diduga Sebagai Bandar Narkoba, Tiga Perempuan Ini Diamankan Ke Polres OKU

BANYU ASIN 11-June-2024, 18:29

SUKSESKAN PILKADA SERENTAK 2024 PJ BUPATI BANYUASIN AJAK FORKOPIMDA NETRALITAS 

LAHAT - 11-June-2024, 16:49

Pj Bupati Lahat Dinobatkan Sahabat Pers 

LAHAT - 11-June-2024, 14:50

Polres Lahat Gelar Upacara Sertijab, dan Kenaikan Pangkat Pengabdian 

PALEMBANG - 11-June-2024, 14:49

Tingkat Kepuasan Masyarakat di Aplikasi ‘Banpol’ Polda Sumsel Capai 99,6 Persen 

OKU - 11-June-2024, 09:10

Kesimpulan 6 (Enam) Raperda Kabupaten OKU Di Tanda tangani

CATATAN SRIWIJAYA

  • Catatan Sriwijaya 26-November-2023, 22:50

    DETERMINASI POLITIK TERHADAP HUKUM

    Oleh Burmansyahtia Darma,S.H.

    Muara Enim - Pemilihan Calon Legislatif atau yang trend nya Calon Anggota D

APA dan SIAPA

FACEBOOKERS SRIWIJAYA ONLINE