ISI

Terdakwa Penyiram Novel Baswedan Dituntut 1 Tahun, Kok Bisa ?

Menanti Putusan Perkara Penyiraman Novel Baswedan

15-June-2020, 10:46[post-views]


Kamis tanggal 11 juni 2020 yang lalu Jaksa Penuntut Umum membacakan surat tuntutan kepada terdakwa penyiraman air keras terhadap Penyidik KPK Novel Baswedan. Dalam tuntutannya, Jaksa menuntut kedua Tersangka Rahmat Kadir dengan Ronny Bugis dengan hukuman 1 tahun penjara. Saat diwawancara wartawan salah satu Tim JPU Ahmad Patoni juga menjelaskan bahwa tuntutan tersebut didasarkan dengan memperhatikan hasil pembuktian di pengadilan, maka yang memenuhi unsurnya adalah pasal 353 AYAT 1 dan 2 ( https://m.detik.com/news/berita/d-5049859/alasan-jaksa-tuntut-penyerang-novel-1-tahun-bui-tak-sengaja-lukai-mata).

Tuntutan jaksa yang hanya 1 tahun penjara, sontak memicu beragam rekasi masyarakat baik yang sehari harinya bersinggungan dengan dunia hukum maupun yang tidak, dan sebagian besar masyarakat menilai bahwa tuntutan JPU sangatlah ringan dan jauh dari rasa keadilan. Penulis mencoba melihat proses penuntutan oleh JPU, dalam tuntutan, kedua terdakwa di tuntut menggunakan pasal 353 ayat 1 dan 2 KUHP yang berbunyi:

  1. Penganiayaan dengan rencana lebih dahulu, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun.
  2. Jika perbuatan itu mengakibatkan luka-luka berat, yang bersalah dikenakan pidana penjara paling lama tujuh tahun.

Bukan Pasal 355 ayat 1 KUHP berbunyi: Penganiayaan berat yang dilakukan dengan rencana terlebih dahulu, diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun.

Sebagai mana kita ketahui bahwa proses pembuatan tutuntan tidak serta merta ditentukan oleh jaksa yang melakukan penuntutan di pengadilan, namun selain mempertimbangkan proses pembuktian di pengadilan ada sebuah proses yang disebut Rencana Tuntutan yang diatur dalam Surat Edaran Jaksa Agung No 3 tahun 2019 tentang Tuntutan Pidana Perkara Tindak Pidana Umum. Dijelaskan bahwa dalam mengajukan tuntutan JPU berkoordinasi secara bejenjang mulai dari Kejaksaan Negri,Kejaksaan Tinggi bahkan Hingga Kejaksaan agung melalui Subdirektorat Penuntutan di Direktorat Tindak Pidana Terhadap Orang dan Harta Benda.

Jika melihat proses pembuatan tuntutan maka tampak bahwa angka 1 tahun dalam surat tuntutan pada terdakwa penyiraman terhadap Novel Baswedan, bukan Sepenuhnya ditentukan oleh JPU yang menuntut di pengadilan. Oleh karena itu, untuk kasus yang sangat menarik perhatian publik ataupun dianggap sarat dengan kepentingan tertentu sebagaimana berkali kali di ungkapan oleh Novel Baswedan sebagaai korban, Kejaksaan sebagai sebuah institusi harus menjelaskan pertimbangan serta bagaimana proses penentuan tuntutan 1 tahun tersebut diambil.

Namun, belakangan ini ada satu hal yang tak kalah buruknya dari proses peradilan yang buruk, dimana 1 tahun tuntutan JPU tak lagi menjadi fokus publik dalam mengawal proses hukum perkara penyiraman terhadap Novel Baswedan. Sebagian publik malah sibuk melakukan penghakiman terhadap sisi pribadi bahkan keluarga tim JPU , bukan pada kinerja lembaga penegak hukum dalam mewujudkan keadilan.

Tuntutan adalah salah satu bagian dari proses penegakan keadilan diproses peradilan. seharusnya kita semua tak hanya menyoroti angka angka dalam surat tuntutan, ada rangkaian yang panjang dalam sebuah proses perkara ini, mulai dari penyelidikan dan penyidikan memakkan waktu bertahun tahun oleh kepolisian hingga putusan oleh hakim. Bagai mana proses penyelidikan dan penyidikan serta pengumpulan bukti bukti di kepolisian yang juga merupakan instansi terdakwa berasal, pengumpulan bukti , proses pembuktian dakwaan oleh jaksa dalam persidangan serta bagaimana pertimbangan pertimbangan hakim dalam mengambil keputusan nantinya, harus di lihat secara utuh sebagai sebuah rangkaian proses penegakan keadilan.

Dengan tuntutan 1 tahun, seperti apa putusan hakim kelak?


Dalam Pasal 193 ayat (1) KUHAP disebutkan Jika pengadilan berpendapat bahwa terdakwa bersalah melakukan tindak pidana yang didakwakan kepadanya, maka pengadilan menjatuhkan pidana. Oleh karena itu hakim dalam memutuskan perkara tidak bergantung pada tuntutan JPU namun melihat pada hasil pemeriksaan di depan persidangan apakah perbuatan terdakwa sebagaimana didakwakan jaksa dalam surat dakwaan telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum dan terpenuhinya ketentuan alat-alat bukti dan fakta di persidangan sesuai Pasal 183 dan 184 ayat (1) KUHAP atau sebaliknya.

Secara normatif tidak ada satu pasal pun dalam KUHAP yang mengharuskan hakim memutus pemidanaan sesuai dengan tuntutan Jaksa/Penuntut Umum. M. Yahya Harahap dalam bukunya Pembahasan Permasalahan KUHAP: Pemeriksaan Sidang Pengadilan, Banding, Kasasi, dan Peninjauan Kembali menyebutkan bahwa Pemidanaan berarti terdakwa dijatuhi hukuman pidana sesuai dengan ancaman yang ditentukan dalam pasal tindak pidana yang didakwakan kepada terdakwa. Hakim dalam menjatuhkan berat ringannya hukuman pidana (strafmaat) yang akan dikenakan kepada terdakwa adalah bebas’. Undang-Undang memberi kebebasan kepada hakim untuk menjatuhkan pidana antara hukuman minimum atau maksimum. Dan yang perlu diingat, selain fakta fakta persidangan, hakim harus menggali nilai-nilai, mengikuti, dan memahami nilai-nilai hukum dan rasa keadilan yang hidup dalam masyarakat.

Mari kawal proses Penegakan Keadilan Dalam perkara Penyiraman Novel Baswedan dengan cara cara yang benar tanpa ada tendensi untuk menyalahkan pribadi pribadi tertentu.


Penulis
Burmansyahtia Darma,S.H
Advokat pada kantor Hukum BSD Lawyer

Bagikan ke :
Share on Facebook Share on Google+ Tweet about this on Twitter Email this to someone Share on LinkedIn Pin on Pinterest

BERITA TERKINI

INVESTIGASI

BERITA SEBELUMNYA

MUBA - 6-August-2020, 20:54

Menggelapkan Pipa Milik Pertamina, Eko Di Ciduk Polsek Babat Supat

MUBA - 6-August-2020, 20:53

Sampaikan Program, Kepala SPN Betung Sowan Ke Bupati Muba

MUBA - 6-August-2020, 20:52

Meski Covid-19, Dodi Reza Berharap Order Pekerja Seni Tetap Berjalan

MUBA - 6-August-2020, 20:51

Tuntaskan Masalah Listrik Plakat Tinggi, Dodi Reza Beri Solusi

BANYU ASIN 6-August-2020, 16:29

BUPATI BANYUASIN TURUT PRIHATIN BPBD BANYUASIN CARI KORBAN KECELAKAAN SPEED BOAT.

MUBA - 6-August-2020, 16:26

Tuntaskan Masalah Listrik Plakat Tinggi, Dodi Reza Beri Solusi

MUARA ENIM - 6-August-2020, 16:22

Secara Aklamasi, Akhirnya Muhammad Candra Nahkodai Koni Muara Enim

PALEMBANG - 6-August-2020, 16:22

KASAD JENDERAL TNI ANDIKA PERKASA PIMPIN SERTIJAB PANGDAM II/SRIWIJAYA

MUARA ENIM - 6-August-2020, 16:11

PLT Bupati Harapkan Atlet Kabupaten Muara Enim Berasal Dari Putra/Putri Asli Daerah

MUARA ENIM - 6-August-2020, 15:15

Eratkan Silaturrahmi, PKK Kecamatan Tanjung Agung Adakan Pertemuan Rutin Dengan PKK Desa

JAKARTA - 6-August-2020, 12:29

Pemuda Muslimin Indonesia Wilayah Sumsel Siap Bergotong Royong Membantu Pemerintah Atasi Covid-19

BANYU ASIN 6-August-2020, 11:31

WABUP SLAMET SOMOSENTONO HADIRI PISAH SAMBUT KOMANDAN KODIM 0430 BANYUASIN

MUBA - 5-August-2020, 23:59

Aksi Pencurian Mobil, Berhasil di Amankan Polsek Tungkal Jaya

PALI - 5-August-2020, 23:25

Dihari Raya Idul Adha, Pertamina Potong 19 Sapi dan 22 Kambing

MUBA - 5-August-2020, 22:02

Plt Kadisbun Muba Toyibir Jadi Narasumber Webinar tentang Aspal

MUARA ENIM - 5-August-2020, 20:34

Nah, Anggota DPD RI Eva Susanti Apresiasi Pengrajin Batik Di Muara Enim

MUBA - 5-August-2020, 20:01

Banjir Dukungan, Inisiasi Dodi Reza Bentuk Pusat Riset Gambut di Muba

MUBA - 5-August-2020, 20:00

Dodi Reza Minta RIB Bergerak, Andil Pulihkan Ekonomi Daerah

MUBA - 5-August-2020, 19:59

Hidupkan Pariwisata Era New Normal, Dispopar Muba Jalankan Program Jelajah Muba On TV

LAHAT - 5-August-2020, 16:37

Letkol Kav. Syawaf Al-Amin Emban Tugas Dandim 0405 Lahat Dari H.Sungudi

BANYU ASIN 5-August-2020, 15:51

AKIBAT AIR SUNGAI SUAKBARA MELUAP PENAMBAK IKAN MERUGI

PALEMBANG - 5-August-2020, 15:48

ASKOLANI DALAM ACARA PELANTIKAN MENYAMPAIKAN PRESTASI DI BANYUASIN

PAGAR ALAM - 5-August-2020, 10:57

PASIEN POSITIF DINYATAKAN SEMBUH, PAGAR ALAM KEMBALI NIHIL KASUS COVID-19

OKU - 4-August-2020, 23:09

Sapi Qurban Dari Bank Sumsel Babel Cabang Baturaja Untuk Warga Di Batumarta 1

LAHAT - 4-August-2020, 20:42

Tanhar Effendy Pimpin Golkar, Siap Jawab Tantangan Perkembangan Politik di Kab.Lahat

CATATAN SRIWIJAYA

APA dan SIAPA

FACEBOOKERS SRIWIJAYA ONLINE

VIDEO