ISI

Tragedi Berdarah Arta Prigel, Begini Kronologi Versi Warga


21-March-2020, 22:50[post-views]


Lahat, sriwijayaonline.com – Hari ini, tanggal 21 Maret 2020 terjadi catatan kelam di Kabupaten Lahat. Sengketa tanah milik Desa Pagar Batu yang dikelola PT. Arta Prigel berujung pada tragedi berdarah hingga menyebabkannyawa 2 orang warga Desa Pagar Batu.

Sebenarnya, lahan yang menjadi sengketa saat ini tengah diselesaikan oleh Pemkab Lahat. Dari itu, selama proses dilakukan, baik warga maupun pihak perusahaan tidak ada yang bisa melakukan kegiatan di tanah sengketa.

Perihal ini diungkapkan oleh Ketua BPD Desa Pagar Batu, Robi.

“Lahan sengketa tidak diperbolehkan dilakukan di sana. Beberapa kali kami pergoki melakukan kegiatan dan selalu memberikan teguran, hingga puncaknya hari ini, ”ungkap Robi, saat dibincangi di sela layatan Bupati Lahat ke keluarga korban yang diterima di Desa Pagar Batu.

Laporkan salah satu warga Desa Pagar Batu lainnya, Andriansyah (Anca) yang menceritakan tentang kronologi kejadian.

“Awal kejadian kronologi di lapangan, bahwasanya tanah sengketa tersebut sudah disetujui pihak Pemkab Lahat. Jadi beberapa hari ini, pihak perusahaan yang mengatakanlah pihak keamanan dengan Pam mereka dan karyawan masuk untuk bekerja di areal Desa Pagar Batu. Dan pada hari ini mereka tetap ngotot untuk masuk. Jadi kami dari masyarakat Desa Pagar Batu yang hadir pada hari ini, sebelumnya sudah memberikan aba-aba dan negoisasi dengan mereka untuk keluar dari wilayah Pagar Batu yang sedang konflik atau sengketa. Jadi kurang jam 9 pagi tadi, kami masyarakat Pagar Batu datang ke lapangan atau lokasi yang disepakati, kemudian di sana ada karyawan sekarang bekerja dengan dikawal keamanan dan Pam mencari ada beberapa dari pihak keamanan. Setelah bernegoisasi, karyawan yang bekerja membersihkan lahan, disuruh keluar untuk tidak bekerja. Tapi

Ditambahkannya lagi, mereka dari masyarakat Pagar Batu bernegoisasi, agar dapat bersama-sama, karena tanah ini sudah ada di meja Pemkab Lahat untuk diselesaikannya, maka mereka desa Pagar Batu akan turun (pulang) dan acara Arta Prigel juga dapat dilihat.

“Tapi, negoisasi mandek karena mereka masih menunggu pimpinan atau manajemen Arta Prigel. Dari jam 9.30 WIB – 11.00 WIB itu tidak ada kepastian. Akhirnya kami siapkan untuk keluar dari wilayah itu. Di saat penggiringan inilah terjadi kekacauan. Mereka setelah kami giring di perbatasan, mereka menyerang masyarakat Pagar Batu. Maka terjadilah penyerangan itu, ”ujar Anca melanjutkan.

Didampingi warga Desa Pagar Batu lainnya, Anca berharap kejadian hari ini cepat diminta oleh aparat penegak hukum dan Pemkab Lahat.

“Kami meminta dalam hal ini agar polisi mengusut tuntas kejadian ini. Kami juga meminta pemerintah Kabupaten Lahat agar meminta masyarakat Desa Pagar Batu dan Arta Prigel ini dengan amannya dan segera disetujui, ”pungkasnya.

Kapolres Lahat, AKBP Irwansyah saat diwawancarai siang tadi, setelah melihat luka di RSUD Lahat, belum bisa memberikan keterangan. Sementara itu, piihak Arta Prigel saat dijumpai di Polres Lahat sore tadi, juga mengatakan belum bisa memberikan izin resmi.

(Aan LO)

Bagikan ke :
Share on Facebook Share on Google+ Tweet about this on Twitter Email this to someone Share on LinkedIn Pin on Pinterest

BERITA TERKINI

  • MUBA - 1-April-2020, 20:00

    Kompetisi WFH Ala Gambo Muba

    MUBA, SO – Ini wadah bagi yang ingin berbuat, Kabupaten Musi Banyuasin menggelar kompetisi des

INVESTIGASI

BERITA SEBELUMNYA

LAHAT - 31-March-2020, 17:54

Pakar HUKUM & Akademisi Apresiasi Sidang Online PN Lahat

PAGAR ALAM - 31-March-2020, 14:12

RIBUAN LITER CAIRAN DISINFEKTAN DISEMPROTKAN DI JALAN KOTA PAGAR ALAM

MUBA - 31-March-2020, 12:13

Bupati Dodi Pimpin Apel Kesiapan Pasukan Siaga Penanggulangan Covid-19

MUBA - 31-March-2020, 12:10

Klik Layanan Online Ini, DPMPTSP Muba Akan Penuhi Kebutuhan Warga

MUARA ENIM - 31-March-2020, 06:05

Warga Muara Enim Dihimbau Untuk Shalat Dirumah Masing-masing

LAHAT - 30-March-2020, 21:44

Penyampaian Pembentukan Posko Terpadu Di Perbatasan Pintu Masuk Ke Kabupaten OKU

PAGAR ALAM - 30-March-2020, 20:20

KABAR BAIK, DUA ORANG ODP SELESAI PEMANTAUAN SATU ORANG PDP NEGATIF CORONA

MUARA ENIM - 30-March-2020, 20:13

Hasil PDP Asal Muara Enim dinyatakan Negatif Corona, H Juarsah Himbau Untuk Tetap Waspada

PAGAR ALAM - 30-March-2020, 18:43

FRAKSI PKS USULKAN DANA PERJALANAN DINAS DIGUNAKAN UNTUK PENANGANAN COVID-19

Catatan Sriwijaya 30-March-2020, 18:11

Covid-19 (Corona), Apakah Lockdown/Karantina Wilayah Jadi Solusi ?

PALI - 30-March-2020, 16:17

KPU PALI Tunggu Keputusan KPU RI Untuk Tahapan Pilkada PALI Dimulai

MUBA - 30-March-2020, 15:56

Kerja di Rumah Hingga 9 April, ASN Muba Manfaatkan Perangkat Digital

MUBA - 30-March-2020, 15:55

Siswa Belajar di Rumah, Bupati DRA Persilahkan Guru Ajarkan Materi Sosialisasi Covid-19

BANYU ASIN 30-March-2020, 15:48

DAMPAK COVID-19 PEDAGANG PASAR PANGKALAN BALAI KELUHKAN PENGHASILAN

MUBA - 30-March-2020, 15:47

Tanaman Padi IP-200 Program Serasi Tahun 2019 Di Desa Pinang Banjar Siap Panen

MUBA - 30-March-2020, 15:16

Bupati DRA Pastikan Stok Ketersediaan Pangan Aman Antisipasi Dampak Covid-19

BANYU ASIN 30-March-2020, 14:58

KALAPAS KELAS II A, BANYUASIN SOSIALISASI KAN BAHAYA COVID -19

MUBA - 30-March-2020, 13:34

Siapkan Bilik Disinfektan Hingga Tempat Cuci Tangan di Setiap Pintu Masuk dan Keluar

MUARA ENIM - 30-March-2020, 13:34

Motor Beat VS Truk, Akibatkan Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang Tewas di Tempat

OKU - 29-March-2020, 21:19

Pria Paruh Baya Roboh Di Depan Rumah Tahanan Baturaja

PAGAR ALAM - 29-March-2020, 20:52

INFO TERKINI, 35 WARGA PAGAR ALAM MASUK DALAM ODP COVID-19

MUBA - 29-March-2020, 20:18

Ketua Komisi II DPRD MUBA : “Stop Informasi Lokcdown Yang Membuat Situasi Tidak Nyaman”

MUBA - 29-March-2020, 18:35

Gelar Akad Nikah, Pasangan Pengantin Asal Sanga Desa Jalankan Protokol Waspada Covid-19

LAHAT - 29-March-2020, 09:02

YUSRIL BERNYANYI, TIGA PENJUAL NARKOBA DI GELANDANG POLRES LAHAT

MUBA - 28-March-2020, 20:45

Menelusuri Rekam Jejak Nasir, Perampok Asal Desa Pulau RamanTanjung Raja Ogan Ilir

CATATAN SRIWIJAYA

APA dan SIAPA

FACEBOOKERS SRIWIJAYA ONLINE

VIDEO