ISI

PLT Bupati Muara Enim Hadiri Rapat Kerja Penyaluran dan Pengelolahan Dana Desa 2020


29-February-2020, 15:19


Palembang, sriwijayaonline.com Bupati Muara Enim, H. Juarsah Menghadiri Rapat Kerja Percepatan, Penyaluran Rapat dan Pengelolaan Dana Desa Tahun 2020 Sumatera Selatan digelar di Dinning Hall Wisma Atlet, Jakabaring Sport City (JSC), Palembang.

Rapat kerja dihadiri oleh sejumlah pejabat diantaranya, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Abdul Halim Iskandar, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru. Jumat (28/2/2020).

“Penyebaran Virus Corona yang berawal di wuhan China, sekarang sudah masuk ke Jepang, untuk itu penyebaran virus ini sangat berpengaruh pergerakan ekonomi global, tidak menutup kemungkinan penyebaran virus bisa berdampak langsung bagi ekonomi negara di Asia.

Dalam mempertahankan ekonomi di Indonesia, menjadi faktor utama adalah pengolahan dana desa, Pemerintah Pusat berfokus memperbaiki sumber daya manusia(SDM) terlebih dulu, serta menarik investasi yang ada di Indonesia, menopang sektor pariwisata, dan usaha kecil menengah bagi koperasi, tujuannya tidak lain untuk bermanfaat bagi rakyat Indonesia,”Ucap Menkeu pada acara Raker kerja di Palembang.

Untuk Sumsel nilainya ekonomi yang berhasil dialokasikan mencapai 4,3 triliun, termasuk dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang sekarang juga di transfer ke rekening sekolah, kita harapkan dana BOS ini bisa dipakai untuk kebutuhan kepala sekolah di Sumsel, sedangkan untuk bantuan dana kelurahan, dikarenakan yang hadir mayoritas kades, dan mendapat dana sejak 2015 maka semenjak tahun lalu kita alokasikan untuk dana kelurahan sebesar 145 milyar untuk 387 kelurahan di Sumsel.

Tiap kelurahan sesuai instruksi serta aspirasi yang masuk ke Pak Presiden RI, satu kelurahan sebanyak 375 juta, Sedangkan Dana Desa di Sumsel sebesar 2,71 triliun. Pembagian dana tersebut berdasarkan formula dari jumlah orang miskin yang ada di desa, Sumsel telah berhasil menurunkan tingkat kemiskinan, persentase kemiskinan yang ada di Sumsel turun sebesar 1,0% dan Nasional 1,6%.

Sri Mulyani mengatakan dari anggaran pengolahan dana desa ini, maka kita harap dana desa dapat digunakan untuk pembangunan dan kesejahteraan rakyat di desa, dengan begitu angka kemiskinan di Indonesia bisa turun. Alokasi dana desa dikaitkan dengan kinerja desa, supaya kinerjanya bagus dan mendapatkan alokasi besar, setiap dana yang ada di desa bisa betul bermanfaat bagi masyarakat. Dana desa akan disalurkan langsung ke rekening desa, dan dilakukan secara bersamaan.

“Sekarang penyaluran dana desa tidak lagi menunggu desa yang belum menyelesaikan laporan dana desa ini bisa memacu untuk desa yang belum menyelesaikan laporan dana desa, menjadi tersalurkan. Namun untuk transfer ke rekening desa melalui 3 kali transfer, 40%, 40% dan 20%, sedangkan untuk desa mandiri, akan transfer dana desa sebesar 60%. Sesuai dengan prestasi dan kinerja. Penyaluran dana desa sudah tercapai 1,3 triliun naik 4x lipat, namun Sumsel tidak terlalu bagus, dana desa baru tersalur 25 desa, pada Kabupaten Musi Rawas. Tolong dong untuk desa yang belum menyelesaikan laporan dana desanya (APBDes) agar dipercepat,”pungkasnya.

Sementara itu, Mendes Abdul Halim Iskandar mengatakan ada 2 pengolahan dana desa yang tepat guna, yang pertama gunakan untuk padat karya, dan yang kedua untuk non tunai desa, saya harap Sumsel menjadi contoh pertama bagi Indonesia dalam pengolahan dana desa non tunai.

Diakhir, Mendagri Tito Karnavian menegaskan dana desa menjadi sangat berpengaruh dalam pertumbuhan ekonomi bagi Indonesia, terutama penyaluran dana desa yang masih belum selesai. “Berkaitan dengan dana desa uang yang di transfer yang belum siap desanya, agar segera menyelesaikan penyelesaian yang ada di desa, agar dananya cepat di transfer,”tegas Mendagri.

“Tugas Kemendagri adalah bagaimana perangkat desa ini akan berjalan, supaya dana yang disalurkan betul-betul dirasakan oleh masyarakat, bukan peruntukan untuk perangkat desa. Selalu melakukan koordinasi dengan badan pengawas desa, setelah disetujui uangnya di pakai buat apa, maka penggunaannya harus transparan, dan setiap desa harus dibuat baliho sehingga masyarakat desa tau dana desa digunakan untuk apa saja.

Kita memahami, tentang masalah integritas dan pengetahuan dasar kepala desa, maka dari itu untuk seluruh kepala desa harus mengerti dan paham administrasi, karena anggaran yang dikelolah mencapai 1 milyar lebih kurang per-desa, sehingga perlu pengolahan keuangan yang baik dalam bidang administrasi bagi pengolahan APBDes,”ucapnya.

Menurut Tito, kepala desa harus dituntut dalam penyelenggaraan 3 kemampuan, baik pengetahuan dalam administrasi, pengolahan keuangan, pemanfaatan dana dan inovasi bagi desa, sehingga dalam pengolahan dana desa bisa tepat guna dan efisien.

Dalam hal ini Pemerintahan Kabupaten/Kota dan Provinsi serta Pusat akan memberikan pelatihan singkat untuk para perangkat desa, tentang cara mengelolah keuangan, manajemen, dan administrasi perkantoran. Mendagri meninta untuk para Kepala Daerah bisa mengintruksikan kepada dinas terkait dalam hal ini BKPSDM untuk melakukan pelatihan tersebut. (Ali).

Bagikan ke :
Share on Facebook Share on Google+ Tweet about this on Twitter Email this to someone Share on LinkedIn Pin on Pinterest

BERITA TERKINI

INVESTIGASI

BERITA SEBELUMNYA

PALI - 31-May-2023, 23:55

DUKUNG KEMERDEKAAN PERS, KAPOLRES PALI : PERS MITRA KERJA POLISI

OKU TIMUR 31-May-2023, 21:33

Pemkab OKUT Rotasi 29 Pejabat Eselon II, III, dan IV 

MUARA ENIM - 31-May-2023, 17:45

Polres Muara Enim Kembali Amankan Mobil Pengangkut Batubara Ilegal

LAHAT - 31-May-2023, 16:56

Pemkab Lahat Panggil Seluruh Perusahaan Transportir Batubara 

LUBUK LINGGAU - 31-May-2023, 16:53

Resmi, Gebyar HPN Dan Porseniwada Dilaksanakan Awal Agustus 2023 

PALEMBANG - 31-May-2023, 15:29

Wujudkan GSMP, Kartini Asal Muba Raih Penghargaan dari Gubernur Sumsel 

LAHAT - 31-May-2023, 15:10

Team ITWASDA Polda Sumsel Audit Kinerja Tahap I Polres Lahat 

BANYU ASIN 31-May-2023, 15:09

BUPATI BANYUASIN KONSOLIDASI TINGKATKAN GAJI SAT POL PP KEDEPANYA 

MUBA - 31-May-2023, 13:27

Hadiri Haflah Ponpes Ash-Shiddiqiyah ke 34, Camat Lawet Harap Santri Tingkatkan Jenjang Pendidikan 

OKU - 31-May-2023, 13:21

Penyerahan Dana Santunan Dari Jasa Raharja kurang dari 24 Jam

PALI - 31-May-2023, 13:05

Polsek Penukal Abab Gelar Reka Ulang
Perkara Pembunuhan

MUARA ENIM - 31-May-2023, 12:40

Museum PTBA di Kunjungi Langsung Penguji dari UPN dan Puluhan Wartawan

MUARA ENIM - 31-May-2023, 06:07

Direktur UPN Tutup Kegiatan UKW Secara Resmi

MUARA ENIM - 31-May-2023, 00:40

HUT ke 15, PC Satria Kab Muara Enim Siap Menangkan Prabowo Jadi Presiden RI

OKU - 30-May-2023, 22:29

Optimalisasi Pendapatan melalui Giat Sosialisasi Pemutihan di Samsat OKU I

LAHAT - 30-May-2023, 21:23

Program Stunting Terkesan Tidak Diindahkan, Hampir Seluruh Kades Lahat Studibanding ke-Bali dan Lombok

OKU - 30-May-2023, 20:55

Pelantikan Pengurus Barisan Pengawas Pemilu Sumsel DPC OKU dan Dialog Publik

LAHAT - 30-May-2023, 17:43

Bawaslu Akui Soal Baju ‘Merah’ Tidak Ada Sponsor

JAWA BARAT - 30-May-2023, 16:54

Pemkab Muba Tandatangan MoU dengan Universitas Telkom, Kuliah Gratis untuk Anak Daerah 

MUBA - 30-May-2023, 16:52

Pemkab Muba Hadiri Pelepasan Siswa-siswi Kelas IX SMP Negeri 5 Sekayu 

MUBA - 30-May-2023, 16:52

Tingkatkan Layanan Administrasi Kependudukan, Disdukcapil Muba Jumput Bola Aktivasi IKD 

MUSI RAWAS - 29-May-2023, 22:06

Sat Narkoba Polres Mura Bekuk Fiki Sang Pemuja Ekstasi

MUARA ENIM - 29-May-2023, 20:29

Bukit Asam Gelar Pelatihan Tanggap Darurat Bencana Kebakaran

PALI - 29-May-2023, 19:33

ANTISIPASI GANGGUAN KAMTIBMAS, KAPOLSEK TALANG UBI HADIRI SIDANG PARIPURNA DPRD 

LAHAT - 29-May-2023, 19:12

Zoom Metting Louncing Pelepasan Polisi RW 

CATATAN SRIWIJAYA

APA dan SIAPA

FACEBOOKERS SRIWIJAYA ONLINE
X