ISI

GENERASI EMAS VS GENERASI SAMPAH

" GENETASI EMAS "

8-October-2019, 17:28[post-views]


Kemarin malam Tim Bulu Tangkis Beregu Campuran Junior Indonesia mencetak sejarah baru dan untuk pertama kalinya dalam sejarah memenangi Kejuaraan Dunia Junior Bulu Tangkis atau Piala Suhandinata 2019 yang berlangsung di Kazan, Rusia.

Difinal Tim Indonesia mengalahkan Tim China yang telah memenangkan 5 gelar berturut – turut dengan skor meyakinkan 3-1.Dengan tidak ada disiarkan Live disatu stasiun TV pun, setelah mereka juarapun hanya diberitakan sekali pintas saja di TV.

Tetapi jika demo disiarkan secara Live terus menerus, sedangkan saya sendiri menonton secara Live Streaming, saya melihat perjuangan anak – anak muda ini sungguh luar biasa, mereka semua naik podium untuk menerima medali emas dan piala.

Bendera Merah Putih dinaikan dan Lagu Indonesia Raya dikumandangkan dan sambil memberi hormat saya melihat beberapa anak menangis haru dan bangga karena membawa nama Indonesia, mengharumkan nama Indonesia, mereka tidak mempermasalahkan satu sama lain agama dan suku apa mereka, yang ada didada mereka adalah Indonesia Raya.

Selamat untuk Generasi Emas ini.
Generasi Emas dinegara kita ini sebenarnya banyak adanya dan anak – anak ini tidak henti – hentinya berkarya, berinovasi mengharumkan nama Indonesia, seperti : Olimpiade Matematika, Fisika, Geografhy mendapat medali emas, Kontes Robot dunia mendapat medali emas, 2 siswa SMA di Sulut sulap sabut kelapa jadi kertas tahan air, anak SMA Palangkaraya Kalteng berhasil temukan obat kanker payudara dan masih banyak lagi prestasi, inovasi dari generasi emas ini.

” GENERASI SAMPAH “

Hanya dengan dikasih uang recehan 35-40 ribu anak – anak SMA/STM/SMP mau disuruh demo tanpa mereka mengerti demo tentang apa, mereka mau disuruh buat rusuh, melempar batu ke Polisi, dan membakar.

Di Makasar sendiri ada pelajar yang dibayar 50 ribu untuk memanah Polisi, busur lengkap dengan anak panah. Anak – anak ini setelah diperiksa ada yang positif narkoba, dan mirisnya lagi teryata banyak yang tidak dibayar dan ada pula yang kelaparan yang akhirnya Polisi memberi makan mereka dan memulangkan mereka.

Sementara itu orang tua mereka menangis mencari anaknya yang ikut demo demi uang recehan, jangan tanya kepada anak – anak ini apa itu Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, karena mereka telah memilih untuk menjadi Generasi perusak negeri ini, menjadi Generasi Sampah.

Untuk menjadi generasi emas dan generasi sampah berada ditangan anak – anak ini sendiri yang mana yang akan mereka pilih, orang tua hanya memotivasi, menasehati, meskipun pendidikan awal berasal dari rumah dari orang tua mereka sendiri, tetapi pilihan tetap berada ditangan anak itu sendiri.

Semoga generasi sampah ini hanyalah korban belaka dan bukan pilihan mereka, semoga mereka sadar dan memilih menjadi generasi emas.

SALAM DAMAI …. !!!!

Bagikan ke :
Share on Facebook Share on Google+ Tweet about this on Twitter Email this to someone Share on LinkedIn Pin on Pinterest

BERITA TERKINI

INVESTIGASI

BERITA SEBELUMNYA

LAHAT - 24-February-2020, 15:58

LAPAS KELAS IIA LAHAT TERUS SOSIALISASIKAN PROGRAM KLA

PAGAR ALAM - 24-February-2020, 15:32

BANGUN PAGAR ALAM BERSINAR, BNNK GELAR MoU BERSAMA GERAKAN PRAMUKA

MUBA - 24-February-2020, 15:22

Kembangkan UMKM, Himbau Dinas Terkait Permudah Perizinan

MUBA - 24-February-2020, 15:21

Perkuat Sinergi Bangun Daerah, Dukung Pelaksanaan Training ESQ

MUBA - 24-February-2020, 15:21

Bupati Muba Sampaikan LKPJ 2019 di Rapat Paripurna DPRD

LAHAT - 24-February-2020, 13:34

Kapala Dinkes Lahat Himbau Antisipasi Penyakit Deman Berdarah & Diare

PAGAR ALAM - 24-February-2020, 12:59

WALI KOTA PAGAR ALAM LEPAS 70 PESERTA PELATIHAN BATIK TULIS

MUARA ENIM - 23-February-2020, 23:59

Peserta Lomba Pancing HUT PT BA Kecewa Atas Pelayanan Yang Amburadul

PALI - 23-February-2020, 23:59

Masyarakat Pali Akui, Relawan PROJO dan RJHA2P Terus Ada ditengah Masyarakat

LAHAT - 23-February-2020, 22:27

Heboh, Dua Bupati Kab. Muara Enim dan Lahat Adu Ketangkasan

MUBA - 23-February-2020, 21:18

Pakai Mesin ADM, Cetak KTP dan KK di Muba Hanya Lima Menit

PALI - 23-February-2020, 20:10

Projo dan RJHA2P Berikan Bantuan Untuk Korban Banjir diKecamatan Tanah Abang

PALI - 23-February-2020, 17:37

KPUD PALI Masih Menunggu Calon Perorangan Untuk Pilkada PALI Sampai Pukul 24.00 Wib

MUBA - 23-February-2020, 16:41

Pemkab Muba Dukung Semangat Motivasi Bagi Generasi Muda Untuk Jadi Pengusaha

PALI - 23-February-2020, 10:44

Jalan Masyarakat dipenuhi minyak Mentah, Diduga Kebocoran Pipa Milik PT PBS

OKU - 23-February-2020, 10:17

Bupati OKU Berikan Bantuan Pada Zaironah Warga Lubuk Raja

MUBA - 22-February-2020, 23:37

Pimpin IKA Muba, Fatra : Ajak Masyarakat Muba Lebih Kompak

MUBA - 22-February-2020, 21:03

31 Paket Sabu Diamankan satres Narkoba Polres Muba

PALEMBANG - 22-February-2020, 20:13

PANGDAM II / SRIWIJAYA LEPAS ATLET TRIATHLON DI JSC PALEMBANG

LAHAT - 22-February-2020, 18:43

INI KENANGAN & HARAPAN SRI MELIYANA TENTANG PIP

PALI - 22-February-2020, 18:18

Anggota DPR RI, Ir. Hj. Sri Kustina Serap Aspirasi di PALI

MUSI BANYUASIN 22-February-2020, 18:00

Nginap di Rumah warga, Wabup Muba Puji Kerajinan H Sumeri

MUBA - 22-February-2020, 16:47

Raih Juara Umum MTQ Muba, Bayung Lencir Wakili MTQ di Prabumulih

MUBA - 22-February-2020, 16:32

Temuan Mayat Di Bayung Lencir, Diduga Tersetrum Penjerat Hewan Liar

MUARA ENIM - 22-February-2020, 14:52

Perbakin Muara Enim, Apresiasi Kejuaraan Menembak dan Panahan di HUT PTBA ke 39

CATATAN SRIWIJAYA

APA dan SIAPA

FACEBOOKERS SRIWIJAYA ONLINE

VIDEO