ISI

PELAKU PEMBAKAR HUTAN DAN LAHAN ADALAH TERORIS LINGKUNGAN HIDUP


23-August-2019, 12:21[post-views]


Palembang, (Pendam II/Swj) –  Pangdam II/Swj Mayjen TNI Irwan, S.I.P., M. Hum., menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk melakukan tindakan tegas, terhadap pelaku yang terbukti melakukan pembakar hutan dan lahan (karhutla).

 Hal ini ditegaskan Pangdam II/Swj yang disampaikan melalui  Kapendam II/Swj Kolonel Inf Djohan Darmawan, Selasa (20/8/2019).

 “Instruksi tersebut, kata Kapendam, setelah diketahui dari hasil penelitian bahwa 99 persen penyebab kebakaran adalah ulah manusia dan sisanya karena alam. “Tapi itukan sangat kecil dan harus ada tindakan tegas agar jadi efek jera”, ujar Kapendam.

 “Kebakaran lahan di wilayah Sumsel diduga disengaja untuk membuka lahan, bukan karena bencana alam. Oleh karena itu, Pangdam telah memerintahkan untuk menindak tegas di lapangan terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan,” ujar Kolonel Djohan.

 Kapendam II/Swj menjelaskan bahwa, Karhutla di Sumsel pada tahun ini menjadi perhatian dan hal yang serius. Tidak hanya berbicara soal kerusakan lingkungan namun juga kesehatan masyarakat. Pimpinan sudah beberapa kali melakukan pemantauan baik melalui udara maupun terjun langsung ke lokasi kebakaran.

 “Ini sudah extra ordinary crime, kejahatan luar biasa. Kecil kemungkinan ini terbakar sendiri, sangat besar kemungkinan ini dibakar pihak lain. Karena itu, ini katagori kejahatan,” ujar dia.

 Hingga saat ini, karhutla diperkirakan sudah mencapai 500 hektar lebih, untuk itu harus adanya penindakan yang tegas. “Kami mengatakan bahwa pelaku pembakar lahan ini adalah teroris, teroris lingkungan hidup, karena itu harus kita perangi bersama,” ucap Kapendam.

 Tidak hanya tindakan tegas, berbagai upaya untuk pencegahan karhutla terus dilakukan. Saat ini sudah ada 5 heli water bombing dikerahkan untuk memadamkan lokasi lahan yang terbakar. Sementara itu, Tim Satgasgab Terpadu terus melakukan Sosialisasi tentang pelarangan membuka lahan dengan cara membakar dengan mendatangi desa-desa rawan karhutla serta memasang sepanduk yang berisi himbauan agar tidak membakar hutan dan lahan.

 Titik-titik yang rawan terjadi Karhutla, sudah menyebar hampir ke seluruh kabupaten di Sumsel. Kebakaran tidak hanya kawasan gambut namun juga daerah rawa mineral. Beberapa wilayah yang rawan terjadi kebakaran ialah Musi Banyuasin khususnya di Kecamatan Bayung Lincir, Sanga Desa, Sungai Lilin. Sedangkan di Kabupaten Banyuasin terutama kawasan pantai timur, di Kabupaten OKI, OI, Muara Enim, Musi Rawas.

 Untuk menekan terjadinya karhutla, kita sudah melakukan pencegahan dengan sosialisasi dan patroli serta komunikasi dengan masyarakat di Desa-Desa yang rawan terhadap Karhutla. Satgas Karhutla terdiri dari TNI, Polri, Manggala Agni dan BPBD berjibaku memadamkan api bahkan tak jarang hingga larut malam. Hal ini dilakukan supaya kebakaran hutan dan lahan bisa segera diatasi.

 Djohan juga menjelaskan, pada saat Rakornas BNPB di Surabaya yang dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo pada tanggal 2 Februari 2019 lalu mengatakan bahwa, apabila ada kejadian bencana di daerah maka secara otomatis Gubernur menjadi Penanggungjawab sekaligus sebagai Komandan Satgas Darurat bencana di wilayahnya.

 Hal ini juga di tuangkan dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.32 / MENLHK / SETJEB / KUM.1 / 3 / 2016 tentang  Pengendalian Kebakaran dan Hutan, yang mana Satgas Pengendali Provinsi Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan di Ketuai oleh Gubernur.

 Selain itu, sesuai dengan Undang-Undang No. 34 Tahun 2004 pada Pasal 7 Ayat (2) dan Ayat (3), tugas pokok TNI dilakukan dengan OMSP (Operasi Militer Selain Perang), salah satunya adalah membantu menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian dan pemberian bantuan kemanusiaan.

 Dalam rangka penanganan dan penanggulangan Karhutla di wilayah Sumsel, TNI khususnya Kodam II/Swj telah mengerahkan ribuan prajurit yang tersebar di desa-desa, Kecamatan/Kabupaten di wilayah Sumsel rawan karhutla, bersama jajaran Polri, BPBD, BNPB, Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api (MPA) yang tergabung dalam Satgas Darat Karhutla yang dipimpin oleh Danrem 044/Gapo. Sedangkan Satgas Udara dipimpin oleh Danlanud SMH Palembang.

Terkait hal itu, sambung Kapendam, Pangdam meminta semua pihak untuk bekerjasama dalam mengkoordinasikan dan mengkonsolidasikan semua kekuatan yang dimiliki dalam rangka penanganan bencana di setiap peristiwa yang terjadi, termasuk bencana karhutla yang terjadi di wilayah Sumsel ini._

 “Dia juga berharap khususnya Pemerintah Daerah untuk turun tangan semuanya. Ini sudah darurat dan jadi prioritas. Wilayah yang terbakar adalah wilayahnya Pemkab masing-masing, harusnya mereka yang terdepan memadamkan api.”, kata Djohan. “TNI sifatnya hanya membantu, karena itu kita minta semua Pimpinan Daerah agar menggerakkan jajarannya, terutama dukungan sarana dan prasarana,” ungkapnya.

 Sampai saat ini, kata Djohan, Satgas Karhutla yang terdiri dari TNI, Polri, BNPB, BPBD dan Manggala Agni terus berusaha melakukan penanganan masalah karhutla, dia mengharapkan agar pemerintah daerah, terutama pemerintah kabupaten dan kota berada di baris terdepan guna mencegah dan menanggulangi terjadinya kebakaran tersebut.

 ——– o0o ——–

Bagikan ke :
Share on Facebook Share on Google+ Tweet about this on Twitter Email this to someone Share on LinkedIn Pin on Pinterest

BERITA TERKINI

INVESTIGASI

BERITA SEBELUMNYA

BANYU ASIN 18-September-2019, 22:54

Bhabinkamtibmas Polsek Sungsang Sosialisasikan Bahaya Karhutla

BANYU ASIN 18-September-2019, 22:53

Bupati Banyuasin H. Askolani Lounching UPTD Pelayanan Kependudukan di 15 Kecamatan

MUBA - 18-September-2019, 22:49

Kebakaran Rumah Warga Di Muara Teladan Tim Respon cepat Langsung Turun

BANYU ASIN 18-September-2019, 22:42

Irkab Banyuasin Periksa Kades Rantau Harapan dan Sekcam Rantau Bayur

LAHAT - 18-September-2019, 22:35

Terbukti Memiliki Senpi Rakitan, Pemuda Ini Diamankan Polsek Tanjung Lago

MUARA ENIM - 18-September-2019, 22:30

Gubernur Sumsel dan PLT Bupati Muara Enim Hadiri Panen dan Tanam Padi IP 200

PALEMBANG - 18-September-2019, 22:20

Ditlantas Polda Sumsel Gelar Lomba Pocil Bentuk Karakter Berlalu Lintas

PALI - 18-September-2019, 21:59

Aka Holik Darlin, Maju sebagai cawabup pada Pilkada 2020 mendatangkan

BANYU ASIN 18-September-2019, 12:47

Kapolres Banyuasin Sambangi dan Beri Tali Asih Kepada Orang Tua Ellysa.

OKU - 18-September-2019, 09:07

SMP N 13 OKU Raih 3 Juara Pada LCTD HUT PMI dan PMR

BANYU ASIN 17-September-2019, 21:21

Kini Polres Banyuasin Sudah Mengamankan Tiga Orang Pelaku Pembakar Lahan

BANYU ASIN 17-September-2019, 19:47

Antisipasi ISPA, Puskesmas Suak Tapeh Bagikan Masker Kepada Para Pelajar

BANYU ASIN 17-September-2019, 19:01

PT Pertamina beri bantuan Pesantren Uhibbul Qur’an, Begini ?

LAHAT - 17-September-2019, 19:00

Camat Suak Tapeh Gelar Shalat Istisqa di Halaman Kantor Camat Suak Tapeh

BANYU ASIN 17-September-2019, 18:30

Wisuda Mahasiswa Bupati Banyuasin Ingin POLSRI Banyuasin Kembali Terbaik se-Indonesia

BANYU ASIN 17-September-2019, 18:29

Ratusan Personil Polres Banyuasin Ikuti Shalat Istisqo’

OKU - 17-September-2019, 17:35

Kepala Disparbud OKU dan BGO Temui Bupati Di Rumkab OKU

MUARA ENIM - 17-September-2019, 14:34

Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pilkades Serentak di Berjalan Lancar

EMPAT LAWANG - 17-September-2019, 11:01

Polres Banyuasin Amankan Tersangka Karhutla

LAHAT - 17-September-2019, 10:26

Pelajar SMK Unggul Negeri 2 Banyuasin III Jadi Korban Begal

BANYU ASIN 17-September-2019, 10:24

Kapolres Banyuasin Pimpin Upacara Kesadaran Nasional

OKU - 16-September-2019, 22:59

Ketua dan Wakil Ketua DPRD OKU Ucap Sumpah/Janji

BANYU ASIN 16-September-2019, 22:27

Kapolres Banyuasin : “Bayi Elsa Pitaloka Meninggal Karena ISPA Itu Hoax”.

MUBA - 16-September-2019, 20:35

Donasi Muba Peduli Palestina Tembus Rp 1 Miliar

BANYU ASIN 16-September-2019, 18:58

Gabungan Polres Banyuasin dan Polsek Pangkalan Balai Amankan Aksi Unras FBI

CATATAN SRIWIJAYA

APA dan SIAPA

FACEBOOKERS SRIWIJAYA ONLINE

VIDEO