ISI

OKNUM GURU SMPN 1 SUAK TAPEH TANGGAPI PENOLAKAN PUSDIKLAT

Emi Sumitra : Jangan Banyak Bicara Kalau Tidak Tahu Masalah

12-September-2018, 17:57[post-views]


BANYUASIN — Penolakan pendirian Pusat Pendidikan dan Pelatihan Umat Budha Matreya Sriwijaya Palembang yang berada di DesaTalang buluh , Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin,.Oleh beberapa aktivis dan Ormas lainya di Banyuasin mendapatkan tanggapan berbeda dari salah satu oknum guru.

Oknum guru tersebut di SMPN I Suak tapeh, Kecamatan Suak tapeh Kabupaten Banyuasin, berinisial LA. Bahwa dirinya mengatakan Indonesia merupakan negara yang mempunyai keberagaman agama yang resmi diakui oleh Negara.

Dan dirinya juga memposting status facebook mengenai pembangunan universitas islam terbesar di Asia tenggara dan segera bisa menerima mahasiswa, kemudian LA juga menyinggung masalah kritik keras dari beberapa aktivis mengenai suara adzan mendapatkan pengaturan dari Binmas Islam.

Dari status dan komentar Oknum Guru tersebut, Emi sumitra menyayangkan prilakunya yang terkesan lebih tahu dan paham serta tidak melakukan pengkajian lebih dalam, dirinya menyarankan kepada oknum guru tersebut untuk bekerja sesuai fungsinya sebagai guru yang ada di Kecamatan Suak tapeh tersebut.

“Kurasa ibu itu bicara sesuai dengan logikanya dan tidak ada dasar hukumnya. Dia berpendapat seperti itu sah-sah saja,tapi semua harus punya landasan baik secara aqidah maupun hukum formal melalui peraturan dan perundang-undangan yg berlaku,” kata Emi salah satu Anggota DPRD yang menolak keras Pembanguanan Pusdiklat tersebut. Rabu (12/09).

Tapi yang kami sayangkan lanjut Emi, dia seperti merasa lebih tahu dan lebih mengerti dari yang lain padahal dia sendiri belum tau bahkan tidak pernah melihat secara langsung fakta dilapangan. Dirinya menyayangkan oknum guru yang sok tahu terhadap permasalahan yang ada namun hanya bisa berkomentar tanpa dasar hukum formalnya.

“Kasihan saja dia sampai bilang Musholah itu sudah lama tidak terpakai? Saran saya buat beliau jangan terlalu banyak bicara jika tidak tahu masalah nya, cari bahan buat belajar yaitu PP 23 TH 1988 tentang batas wilayah. SKBM 8 dan 9 TH 2006 Tentang Pendirian tempat ibadah. UU 41 TH 2004 pasal 40 dan PP 42 TH 2006 Tentang pengalihan tanah wakaf,” tegas Emi.

Lebih lanjut dikatskan Emi, bagi seorang pendidik tidak seharusnya langsug memvonis bahwa setiap yang dilakukan oleh penguasa itu selalu benar. “karena mereka juga adalah manusia pasti punya salah dan khilaf, seharusnya beliau memberikan komen yang ilmiah atau akademik bukan argumen atau pendapat pribadi karena dia berprofesi sebagai guru”tukasnya.

Sementara, Darsan salah satu aktivis Banyuasin juga menyayangkan prilaku oknum guru yang dinilainya tidak fokus pada pekerjaanya.Seharusnya tegas Darsan, sebagai pendidik yang bersangkutan lebih fokus pada tugasnya dalam mencerdaskan anak bangsa dan sebagai anggota ASN tetap netral.

“Apalagi jika yang bersangkutan anggota korpri polarisasi dalam keanggotaannya sudah bersifat steelsel pasif, artinya harus ada partisipasi yang aktif dari anggotanya,” ucap Darsan dengan lantang.

Darsan menambahkan, bahwa dari komentar oknum guru tersebut menunjukan perizinan pembangunan pusdiklat di Talang buluh tersebut menuai konteoversi.”Jika kita lihat dari perizinan IMB yang telah dikeluarkan Pemkab Banyuasin menuai kontroversi,” jelas Darsan. (Adam).

Bagikan ke :
Share on Facebook Share on Google+ Tweet about this on Twitter Email this to someone Share on LinkedIn Pin on Pinterest

BERITA TERKINI

INVESTIGASI

BERITA SEBELUMNYA

MUARA ENIM - 17-July-2019, 05:50

Wabup Muara Enim Lepas 325 Jemaah Calon Haji Ke Tanah Suci

LAHAT - 16-July-2019, 23:21

Adventure “Kulat Bercahaya Bersama Bhayangkara” Tawarkan Hadiah Menarik

PALEMBANG - 16-July-2019, 21:28

Septiana : Sumsel Dinas Kearsipan Pertama di Indonesia

PALEMBANG - 16-July-2019, 19:47

MAN 3 PALEMBANG KERJA SAMA DENGAN NEGARA GERMAN MELALUI GIZ

PAGAR ALAM - 16-July-2019, 19:47

SEBANYAK 421 WARGA KURANG MAMPU TERIMA BSPS DAN BRS DARI PEMERINTAH

BANYU ASIN 16-July-2019, 19:41

Manfaatkan Dana Desa, Pemdes Rimba Alai Bangun Jalan Dan Jembatan

LAHAT - 16-July-2019, 17:27

RANMOR R4 PENUH MIRAS,KEOK DITANGAN RESKRIM POLSEKTA LAHAT

MUARA ENIM - 16-July-2019, 17:17

Wabup Muara Enim Hadiri Rapat Tindak Lanjut Pemeriksaan BPK

BANYU ASIN 16-July-2019, 15:40

Bagian Hukum Polda Sumsel Berikan Penyuluhan Hukum

PALEMBANG - 16-July-2019, 13:34

352 Siswa SMP 9 Palembang Ikuti MPLS

PALEMBANG - 16-July-2019, 12:28

MAN 3 PALEMBANG TERUS BERBENAH DEMI KEMAJUAN

PAGAR ALAM - 16-July-2019, 12:24

TERKENAL ‘LICIN’ PERJALANAN DUA WANITA INI BERAKHIR DITANGAN POLRES PAGAR ALAM

BANYU ASIN 16-July-2019, 10:19

Kemenag Banyuasin Timbang Tas Jama’ah Calon Haji

PALEMBANG - 16-July-2019, 09:47

Wagub Sumsel Ajak Warga Dukung Bella Di Kontes KDI

BANYU ASIN 16-July-2019, 09:40

Bhabinkamtibmas Polsek Sungsang Sebar Maklumat Kapolda Sumsel Tentang Karhutla

BANYU ASIN 15-July-2019, 23:58

Berikan Pelayanan Kepada Masyarakat, Sat Lantas Polres Banyuasin Gelar Strong Point

PALEMBANG - 15-July-2019, 23:29

80 Persen Temuan BPK Tahun 2018 Telah Ditindaklanjuti Pemprov Sumsel

BANYU ASIN 15-July-2019, 23:27

Bhabinkamtibmas Polsek Air Kumbang Kawal Pendistribusian Beras Rastra

BANYU ASIN 15-July-2019, 23:24

Kecelakaan Fatal Antara 2 Truck dan Tiga Kendaraan Pribadi

OKU - 15-July-2019, 21:45

Turnamen Futsal Antar Instansi Di OKU

MUSI RAWAS - 15-July-2019, 17:22

BABINSA KORAMIL 406-09/TERAWAS BERSAMA MASYARAKAT BEDAH RUMAH TIDAK LAYAK HUNI

PALEMBANG - 15-July-2019, 16:35

PANGDAM II/SWJ : “SELALU BERDO’A DALAM MENGHADAPI KESULITAN”

PALEMBANG - 15-July-2019, 15:17

Ketua TP PKK Muara Enim Terus Pelajari Tehnik Jitu Menuju Kesejahteraan

PALEMBANG - 15-July-2019, 15:16

Hari Pertama Sekolah, Sekdin Pendidikan Kota Palembang Monitoring Beberapa SMP

BANYU ASIN 15-July-2019, 15:15

Pemda Banyuasin Berupaya Memacu Masyarakat Agar Gemar Membaca

CATATAN SRIWIJAYA

APA dan SIAPA

FACEBOOKERS SRIWIJAYA ONLINE

VIDEO

  • film pengkhianat
  • LAGU DAERAH SUMSEL
  • BPJS KESEHATAN