ISI

LBH LAHAT : KONSUMSI JAMUR KOTORAN SAPI ATAU KERBAU LANGSUNG DI PENJARA


29-December-2014, 18:25[post-views]


Bakrun Satia Darma SH, Pendiri dari Lembaga Bantuan Hukum Lahat (LBH LAHAT) mengimbau kepada masyarakat agar tidak mengkonsumsi Jamur kotoran sapi atau kerbau, mengingat mulai 1 Januari 2015 mendatang, jamur tersebut masuk dalam narkoba dan akan ditindak layaknya pemilik atau pemakai ganja, Sebagaimana diketahui, jamur jenis ini masuk dalam narkotika golongan I dan telah diatur dalam Undang-Undang Narkotika Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Oleh karena itu, siapa pun yang menyalahgunakan jamur ini, baik penjual maupun pengguna, dapat dipidana, Ia mengatakan, masyarakat yang memperjualbelikan jenis jamur tersebut kemungkinan mereka tidak mengetahui bahwa mushroom mengandung zat yang berbahaya bagi kesehatan, karena itu dilarang untuk dikonsumsi

Dalam undang-undang, magic mushroom atau jamur ajaib ini termasuk di dalam zat aktif bernama psilosibina. Zat itu masuk ke dalam narkotika jenis alamiah atau yang berbahan dasar tumbuh-tumbuhan alami, Itu termasuk narkotika golongan satu. Memang orang banyak belum mengira bahwa itu adalah jenis narkotika, makanya saya tegaskan dan saya himbaukan” ujar Bakrun saat berbincang dengan Wartawan di Kantornya, Senin Sore (29/12/2014)..

“Dari literatur yang saya baca, Serupa dengan jenis narkotika lainnya, efek negatif yang ditimbulkan jika mengonsumsi jamur ini adalah memiliki halusinasi tingkat tinggi sesuai dengan situasi psikologis saat mengonsumsinya. Sang pengguna bahkan tidak dapat menyadari apa yang dilakukannya salah atau benar di mata orang lain. Kondisi inilah yang memicu beragam tindakan menyimpang lainnya.” Tambah Bakrun.

Lebih lanjut Bakrun menjelaskan, jika seseorang mengonsumsi jamur ini, zat aktif yang ada di dalam barang tersebut langsung menyerang sel di otak. Jika dalam tahap yang signifikan, maka kondisi itu bisa menyerang saraf dan mengakibatkan kinerja otak menjadi lebih lamban dari sebelumnya, Zat ini menyerang sel-sel atau gelembung di dalam otak yang memiliki kemampuan menyerap oksigen. Jadi, otak tidak bisa menyerap oksigen dengan sempurna sehingga akhirnya mengakibatkan lambannya kerja otak,” lanjutnya.

“Sekarang yang menjadi permasalahan terbesar adalah, untuk mendapatkan jamur ini sangat mudah, di desa desa tempat banyaknya ternak sapi dan kerbau jamur ini sangat banyak dan mudah di dapat, kalau Jenis Narkotika lain seperti Ganja, Sabu sabu, Inek atau lainnya harus beli dan keluar uang, nah kalau jamur ini di desa desa ada banyak, tinggal cari tumpukan tahi sapi atau tahi kerbau saja” cemas Bakrun yang akrab di panggil BSD ini.

“Saya berharap agar dengan segera pihak Kepolisian dan Pemerintah Daerah Lahat dengan segenap unsurnya seperti Dinas Kesehatan, Camat, Kepala Desa dan lainnya segera mensosialisasikan bahaya jamur ini serta adanya pidana apabila menjual dan mengunakan jamur tahi sapi ini” pungkas BSD (QNANTHIE/LO)

Bagikan ke :
Share on Facebook Share on Google+ Tweet about this on Twitter Email this to someone Share on LinkedIn Pin on Pinterest

BERITA TERKINI

INVESTIGASI

BERITA SEBELUMNYA

MUBA - 2-April-2020, 16:04

Lagi Pemkab Muba Siapkan Eks Akper Muba Jadi RS Penangganan Covid-19

BANYU ASIN 2-April-2020, 16:03

DI TENGAH COVID – 19 PETANI PADI DI BANYUASIN TETAP SEMANGAT

PAGAR ALAM - 2-April-2020, 14:34

COVID-19, SEBANYAK 22 ODP DI PAGAR ALAM SELESAI PROSES PEMANTAUAN

OKU - 2-April-2020, 14:23

Pergantian Waka Polres, 2 Kasat dan 1 Kapolsek Di Polres OKU

MUBA - 2-April-2020, 13:47

Antisipasi Penyebaran Covid -19, Kodim 0401/Muba Kembali Cek Suhu Tubuh Anggota

MUBA - 2-April-2020, 12:02

Dinas PMD Muba Siapkan Alat Seterilisasi Untuk Antipasi Penyebaran Virus Corona

MUARA ENIM - 2-April-2020, 03:12

Dua Kapolsek di Polres Muara Enim di Sertijab

MUBA - 1-April-2020, 23:59

Pemerintah Kecamatan, dan Forkopimcam Semprot Disinfektan Serentak Lawan Corona

MUBA - 1-April-2020, 23:59

Ketua dan 4 Anggota DPRD Muba Dapil 3 Lakukan Sosialisasi Pencegahan Covid 19

OKU - 1-April-2020, 20:14

Dinas Pendidikan OKU Perpanjang Masa Belajar Dirumah

LAHAT - 1-April-2020, 20:10

Camat dan Tripika Semprot Desinfektan Sekecamatan Merapi

MUBA - 1-April-2020, 20:00

Kompetisi WFH Ala Gambo Muba

PALI - 1-April-2020, 19:55

Cegah dan Tangkal Covid-19, Tim Korlap Talang Ubi terus Datangi Desa-Desa

MUBA - 1-April-2020, 17:29

PMI Muba Bentuk Posko Informasi dan Bantuan Kemanusiaan Dampak Covid-19

MUBA - 1-April-2020, 15:46

Satu dari Enam Pembobol Toko Di Babat Toman Di Lumpuhkan Tim Srigala Polres Muba

BANYU ASIN 1-April-2020, 15:10

WABAH CORONA KIAN MELUAS PEMERINTAH BANYUASIN STOK PANGAN AMAN 3 BULAN KEDEPAN

MUBA - 1-April-2020, 15:02

Anggota Dapil 1 DPRD Muba Gelar Sosialisasi Pencegahan Covid-19, Serahkan Alkes dan Sembako ke Masyarakat

MUBA - 1-April-2020, 15:01

Cegah Penyebaran Covid – 19, DPRD MUBA Berikan Edukasi hingga Bantuan Masker dan Hand Sanitizer

BANYU ASIN 1-April-2020, 12:57

JALAN LINTAS SUMATERA PALEMBANG BETUNG RUSAK

LAHAT - 1-April-2020, 12:54

56 WARGA BINAAN LAPAS LAHAT DIASIMILASI TERKAIT COVID-19

LAHAT - 1-April-2020, 12:52

DPRD Muba Dapil II Sosialisasikan Pencegahan Covid-19 di Kecamatan Lawang Wetan

MUBA - 31-March-2020, 23:54

Komisi II DPRD Muba : Perusahaan Tidak Boleh Merumahkan Karyawan Terkhususnya Perusahaan Perkebunan

EMPAT LAWANG - 31-March-2020, 22:51

Bupati Empat Lawang, Minta Masyarakat Laporkan Apabila ada sanak keluarga & Tetangga Pulang Dari Luar Kota

MUARA ENIM - 31-March-2020, 22:38

Fokus Lawan Covid-19, H Juarsah Lepas Tim Gugus Tugas

MUARA ENIM - 31-March-2020, 22:38

Pastikan Kesiapan Penanganan Covid 19 Berjalan, PLT Bupati Muara Enim Kembali Gelar Rapsus

CATATAN SRIWIJAYA

APA dan SIAPA

FACEBOOKERS SRIWIJAYA ONLINE

VIDEO